Mengambil inspirasi dari J.K. Rowling

Halo guys, gimana kabar kalian, semoga tetap sehat selalu yaa..

Tahukah kalian bahwa, antara tahun 2000 sampai dengan tahun 2010 an ada salah satu buku dan film yang menjadi fenomenal?.. Yup, Harry Potter namanya. Tokoh ini sangat terkenal sekali, dan menjadi fenomenal di tahunnya. Mulai dari buku yang selalu menjadi best seller, hingga diangkat menjadi film, yang juga menjadi film terbaik dan terlaris. Nah dibalik, kesuksesan tersebut tentulah ada orang yang menjadi inisiatornya. Dialah orang yang bernama JK Rowling, seorang penulis yang berasal dari edinburgh, skotlandia. Karena karyanya itu, dia menjadi salah satu wanita terkaya di inggris raya. Tentu hal itu tidak dicapai begitu saja, butuh waktu dan juga melewati banyak rintangan dalam penyusunan ceritanya. Ada beberapa poin yang dapat kita ambil sebagai insight untuk hidup kita dari usaha JK Rowling dalam membuat cerita Harry Potter, diantaranya adalah:

  • Berani berimajinasi

Ketika JK Rowling pertama kali mempunyai ide untuk menulis cerita tentang Harry Potter adalah ketika dia sedang menunggu kereta yang terlambat dalam perjalanan dari Manchester ke London. Sambil menunggu kereta terebut muncullah ide cerita tentang dunia sihir, yang ceritanya lebih kepada anak-anak. Dari buku dan film yang telah beredar dapat kita perkirakan bagaimana imajinasi yang mampu dibangun oleh seorang JK Rowling, imajinasinya membawa banyak orang berdecak kagum akan jalan cerita dan latar cerita ygn dibangun olehnya. Tentu hal ini bisa diraih karena keberanian seorang JK Rowling dalam mengolah imajinasinya dan menuangkan dalam bentuk tulisan. Dari alur ceritanya, kita seolah bisa dibawa kedalam negeri sihir, hal ini bisa dicapai berkat daya imajinasi yang luas dan kemampuan menyampaikan kedalam bentuk tulisan. Menurut wawancara dengan JK Rowling, cara dia agar bisa menjadi seperti itu adalah dengan banyak membaca. Semakin banyak bacaan yang dia serap maka semakin banyak perbendaharaan kata yang dia punya, begitupun dengan imajinasinya juga semakin lebih terbuka dengan hal-hal yang baru.

 

  • Konsistensi

Dalam menyusun cerita ini, JK Rowling menulis selembar demi selembar cerita dalam Harry Potter ini di setiap harinya dan di setiap waktu senggangnya. Kabarnya dia selalu membawa buku kecil kemanapun dia pergi, dan ketika ada waktu ataupun ada ide baru untuk ceritanya, maka dia langsung mencatatnya di dalam buku kecilnya itu, dan itu dia lakukan secara konsisten dan terus menerusa selama lima tahun. Dan akhirnya terbitlah buku pertama cerita Harry Potter. Disini kita bisa melihat dari konsistensi seorang JK Rowling yang luar biasa, tekun dan berkelanjutan, dan jadilah sebuah cerita yang luar biasa.

 

  • Pantang Menyerah

Awal mula penerbitan cerita yang sudah disusun oleh JK Rowling ke penerbit menemui banyak kendala dan penolakan oleh banyak penerbit, banyak penerbit yang masih kurang tertarik apalagi ceritanya ini untuk anak-anak. Namun demikian JK Rowling tidak menyerah, setiap mendapat penolakan dari penerbit, maka dia kembali memperbaiki ceritanya agar lebih baik kembali. Ketika mengalami banyak penolakan dari penerbit, kebetulan juga kehidupan JK Rowling juga sedang dalam titik terendahnya. Karena dia hidup hanya mengandalkan dana tunjangan pemerintah. Namun dia tidak menyerah dan tetap berusaha menghubungi agen-agen penerbit, dan akhirnya ada satu diantara banyak agen yang menolak untuk bersedia membantu JK Rowling. Agen ini membawa naskah cerita Harry Potter ini ke penerbit Bloomsbury dan pada 26 Juni 1997 terbitlah novel pertama Harry Potter dan menjadi best seller dan menjadi buku terlaris di Inggris. Begitu pun selalu menjadi best seller hingga buku terakhirnya yaitu novel yang ketujuh.

 

Gimana guys, keren kan. Dari seorang JK Rowling kita bisa mengambil insight yang luar biasa yang bisa kita jadikan referensi dan kita lakukan dalam hidup kita. Sehingga bisa menunjang dalam meraih kesuksesan di hidup kita kedepannya. Always Keep Learning ya guys..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *