Hari Anti Narkotika Sedunia: Peran Pemuda Indonesia dalam Memberantas Narkoba

Hari Anti Narkoba Peran Pemuda dalam Memberantas Narkoba

Hai YOTers! Kamu tau gak kalo hari ini, tepatnya tanggal 26 Juni merupakan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI). Peringatan HANI tentunya untuk mengingatkan kita mengenai bahaya narkotika dan memaksimalkan upaya dalam melawan penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Nah, dalam hal pemberantasan narkotika tentunya diperlukan peran pemuda. Yuk kita simak bagaimana pendapat YOTers mengenai bagaimana pemuda Indonesia harus ambil bagian dalam memerangi narkotika.

 

“Penyalahgunaan Narkotika merupakan salah satu permasalahan global yang selalu menjadi perhatian serius dari berbagai pihak di belahan dunia yang ternyata dampaknya sangat berpengaruh buruk pada kesehatan, ketentraman dan keamanan dunia.

Maka dari itu Hari Anti Narkotika Internasional ini diperingati sebagai bentuk keprihatinan dunia terhadap penyalahgunaan bahkan peredaran gelap narkotika, dengan begitu di momentum Hari Anti Narkotika Internasional ini diharapkan prevalensi penyalahgunaan narkotika dapat berkurang,”Agung Iskandar Putra, YOT Balikpapan.

Agung Iskandar Putra - YOT Balikpapan

 

“HANI (Hari Anti Narkoba Internasional) yang jatuh setiap tanggal 26 Juni, merupakan bentuk keprihatinan dunia terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap NARKOTIKA. Sebagai pemuda yang bijak, pemikiran sehat perlu harus ditanamkan dalam menjalankan kehidupan di dunia ini. Karena, pemikiran sehat diperlukan agar tidak salah dalam mengambil suatu keputusan. Tentunya, pemikiran sehat akan membawa jiwa dan raga yang sehat pula. ‘Love your life without touching drugs, because prevention is better than cure,’ cintai hidupmu tanpa menyentuh narkoba, karena mencegah lebih baik dari pada mengobati. Remember, penyesalan selalu datang di akhir. So, jauhilah penyalahgunaan NARKOTIKA atau obat – obatan terlarang. Menurut saya, HANI (Hari Anti Narkoba Internasional) merupakan bentuk hari peringatan yang memiliki dampak positif untuk seluruh masyarakat yang dimana ber-impact terhadap kesehatan serta keamanan dunia,”Alfi Anwar, YOT Balikpapan.

Alfi Anwar - YOT Balikpapan

 

“Kata Narkoba tentu saja sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita. Narkoba dengan segala macam jenisnya seperti kokain, ganja, morfin, kodeina dan yang lainnya sering disalahgunakan oleh pengguna untuk hal-hal di luar keperluan dan pengawasan dari pihak medis. Inilah kenapa Narkoba menjadi membahayakan karena apabila dosis yang digunakan berlebihan tentu akan mengganggu kesehatan dari si pengguna bahkan bisa menyebabkan kematian. Aku yang pada tahun ini alhamdulillah diamanahi sebagai Duta GenRe Surakarta 2019 yang dimana salah satu concern kami adalah memberikan edukasi betapa berbahayanya Narkoba dan Say No to Drugs kepada masyarakat umumnya dan khususnya kepada remaja. Banyak hal yang menyebabkan mereka menyalahgunakan Narkoba, salah satunya adalah faktor lingkungan. Ya, inilah pentingnya kita semua untuk lebih berhati-hati dalam mencari lingkungan pertemanan.

Aku berharap makin banyak orang yang sadar betapa bahayanya pengaruh dari Narkoba yang akan menyerang mulai dari psikis, fisik, hingga sosial. Untuk adik-adikku, teman-temanku, kakak-kakakku, ayo isi hari-hari kalian dengan ikut kegiatan-kegiatan yang positif, dekati lingkungan pergaulan yang baik, dan mulai bisa menjaga dan membentengi diri sendiri dengan keimanan kita kepada Tuhan YME. Mungkin dari hal sederhana aja deh, mencoba bergabung dengan organisasi/komunitas yang jelas dan positif. Langkah kecil yang sudah aku lakukan saat ini adalah dengan bergabung dan aktif di komunitas Young On Top Solo yang dimana dalam komunitas ini aku bisa dapet semua elemen kehidupan, mulai dari social, life skill, new insight, and anymore yang di dalamnya juga banyak orang-orang hebat dengan segudang prestasi yang tentu memacu diri aku untuk lebih grow up to the next level.

Believe in yourself, Be love to everyone.

Kita Sehat, Indonesia Hebat,” – Bunga Asih Pratiwi, Vice President YOT Solo Batch 5.

Bunga Asih Pratiwi - YOT Solo

 

“Kalau mendengar kata narkoba, apa yang terlintas di benakmu? Barang yang mematikan, yang sudah beredar luas di kalangan masyarakat. Lantas kenapa banyak orang di Indonesia yang menyalahgunakan barang tersebut? Sebelum mengonsumsi narkoba, seharusnya tahu kan, dampak yang akan ditimbulkan ketika kita mengonsumsi dengan cara yang salah. Namun kebanyakan orang sudah mengetahui dampak negatif ketika mengonsumsi barang haram tersebut, sedikit yang bersedia untuk menghentikan kebiasaan buruknya itu. Narkoba dipandang sebagai masalah yang paling mendesak untuk ditangani dan dikurangi, karena narkoba bukanlah obat untuk dikonsumsi sembarangan. Efek dari narkoba sangatlah berbahaya. Narkoba merupakan kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya, ada 3 macam narkoba: narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya. Efek dari narkoba sangat besar untuk kesehatan fisik,mental dan emosional. Jika, kebanyakan mengonsumsi narkoba tubuh akan kejang-kejang, gangguan kesadaran, halusinasi dan gangguan pada syaraf tepi dan masih banyak lagi dampak negatif yang ditimbulkan. Mungkin kalian semua pernah berfikir bahwa lebih baik tidak ada narkoba di dunia ini, namun di sisi lain narkoba memiliki manfaat di dunia medis untuk mengurangi rasa sakit dan rasa kecemasan tetapi harus sesuai anjuran dokter. Bayangkan jika generasi muda bangsa kita banyak yang tergiur oleh barang haram tersebut, semestinya anak-anak muda tersebut sebagai calon penerus bangsa namun akan hancur masa depannya jika masuk lingkaran narkoba. Jangankan menjadi masa depan bangsa, masa depannya sendiri akan rusak dari barang haram ini.

Oke untuk generasi muda jangan sampai tergiur oleh narkoba, narkoba bukanlah segalanya untuk menyelesaikan masalah. Tetapi masalah dihadapi dengan lapang dada, jadilah pemuda yang memiliki mental baja. Kejarlah cita-citamu untuk bangsa Indonesia dan jangan merusaknya dengan narkoba, hindari dan selamatkan dirimu dari narkoba. Bangsa ini tentram tanpanya! Hari ini adalah hari anti narkoba, mungkin di luar sana banyak orang yang menyesali oleh perbuatanya dan ada juga yang masih aktif untuk mengonsumsinya. Teruntuk orang yang sudah menyesali perbuatanya bersyukurlah kepada Tuhan yang Maha Esa telah dibukakan pintu hatinya dan teruntuk yang masih aktif mengonsumsinya berhentilah sebelum waktumu tiba dipanggil Tuhan yang maha pencipta,”Vellya Wahyu Nur Istianti, YOT Jember.

Vellya Wahyu Nur Istianti - YOT Jember

 

“Hari anti narkoba dimaknai dengan evaluasi diri, menanyakan pada diri sendiri tentang ‘sudahkah saya memperlakukan diri dengan baik hari ini’ semua hal sederhana seperti, tidur secukupnya, makan sehat, menjauhi obat-obatan terlarang adalah bentuk kita menyayangi diri sehingga kita dapat memperlakukan diri kita dengan baik,”Mutiara Srikandi – YOT Yogyakarta.

Mutiara Srikandi - YOT Yogyakarta

 

“Dewasa ini, obrolan mengenai narkoba kerap diperbincangkan baik karena berita yang banyak terkuak menggunakannya, atau angka yang terus naik dilansir dari CNN Indonesia yang memaparkan bahwa survei Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan ada sekitar kurang lebih 2,3 juta pelajar atau mahasiswa di Indonesia pernah mengonsumsi narkotika. Angka tersebut setara dengan 3,2 persen dari populasi kelompok tersebut.

Upaya penanggulangan penyalahgunaan narkoba jelas bukan wewenang negara belaka, melainkan juga merupakan tanggung jawab seluruh warga negara. Maka ada beberapa cara yang dapat kita lakukan sebagai remaja atau warga negara yang bisa untuk membantu menjadikan genarasi milenial bebas narkoba. Nah bagaimana caranya?

Pertama, dekatkanlah diri dengan Tuhan. Dari semua jalan yang kita tempuh selama ini, semua atas kehendak Tuhan tanpa tuntunan dan limpahan nikmat-Nya kita akan kecil kemungkinan bisa sampai sekarang. Maka yang terpenting adalah ingatlah Tuhan dalam segala kegiatan maupun keseharian.

Kedua, campaign untuk anti narkoba. Ada beberapa cara untuk melakukan kampanya anti narkoba yaitu dengan program sosialisasi atau pemberian informasi kepada pelajar atau desa-desa terpencil sangat dibutuhkan untuk membuka mata dan hati mereka bahwa narkoba adalah sesuatu yang layak dan pantas untuk dijauhi bahkan dimusnahkan, dengan adanya sosialisasi seperti ini dan bisa menghadirkan pembicara yang tidak kalah hebat untuk meyakinkan dan memberi motivasi seoptimal mungkin akan lebih dapat membawa suasana kepada tujuan awal yaitu mencegah remaja mengonsumsi narkoba. Kampanye juga bisa dengan cara poster yang menarik di sosial media serta penjelasan deskriptif yang tidak panjang namun mengena. Lalu bisa menyasar untuk video visual yang menarik mengangkat bahaya narkoba sehingga bisa dipublikasi di YouTube lalu disebarluaskan agar banyak yang mengetahui.

Ketiga, ajak teman untuk mengisi hari dengan kesibukan yang positif. Dengan mencari kesibukan yang positif maka mindset remaja akan terdorong untuk terus berkarya dan tidak akan berujung untuk menikmati narkoba.

Terakhir, memilih teman dan pergaulan. Memilih bukan berarti bermaksud untuk membeda-bedakan semua orang atau teman, namun pilihlah teman yang membawa kebahagiaan dan nilai yang baik untuk kehidupan. Teman yang hanya sebagai toxic dalam diri sendiri hanyalah membawa kita untuk senang sesaat dan terus mengikuti arus kenakalan remaja. Maka bertindaklah bijak untuk menyayangi diri sendiri, masa depan milik sendiri dan pilihan hidup ada pada tangan kita sendiri.

Maka karena mencegah potensi ancaman penyalahgunaan narkoba bagi remaja, masyarakat dan orangtua sangatlah berperan penting di sini. Diantaranya adalah sebagai berikut

Dengan mengawasi dan merajut cinta kasih di keluarga. Berawal dari rumah, karena merupakan tempat luapan serta benteng utama semua tindakan yang dilakukan anak. Keluarga yang harmonis dan terus memperhatikan anaknya akan menjadikan anak sebagai sosok yang terbuka. Kadang ada yang ekonominya bagus namun lupa dalam hubungan anak dan orang tua, di sini sangat memprihatinkan karena dengan fasilitas yang berlimpah anak bisa saja menyalahgunakan untuk hal yang negatif, dan bisa menyasar pada keluarga dengan ekonomi pas-pasan, karena dengan lingkungan sekitarnya yang juga mengonsumsi maka si anak bisa terpengaruh dan mengikuti arus pergaulan yang tidak benar

Selanjutnya adalah dari pihak sekolah. Karena milenial sekarang lebih pintar, sudah tidak mendambakan juara, nilai atau apresiasi yang menjunjung dari sang guru. Sehingga rasa malas berjuang sudah seperti menjalar dan acuh tak acuh seperti makanan keseharian dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Maka dari pihak sekolah maupun guru sebaiknya mengadakan sebuah organisasi yang menampung siswa berkarya, meluapkan ide dan gagasannya, lebih-lebih praktek untuk bisa berani berpendapat agar terbiasa diskusi dan terbuka. Dari sini siswa akan disibukkan dengan berkarya dan berlomba-lomba untuk bisa mengimbangi karya dari temannya. Tak lupa juga pengawasan yang harus selalu dilakukan.

Ketiga, mengarahkan pergaulan. Banyak orang tua yang tidak tahu apa saja yang dilakukan anaknya di luar sekolah, maka dari itu memilihkan lingkungan untuk anaknya sangatlah bagus bagi orangtua, seperti mengumpulkannya dengan remaja lain yang sesuai dengan hobinya atau mengikutsertakan pada pelatihan keterampilan dari daerah maupun pemerintah atau berpikir untuk bagaimana agar mencarikan kegiatan yang bisa ia kontrol arah kemajuan dari sang anak.

Dari penjelasan di atas, masih kita belum tahu kalau dari pihak remaja yang mengonsumsi narkoba apa alasan atau sebabnya, maka mari kita bahas. Mengapa sih kaum milennial ingin mencicipi narkoba?

Dalam laporan National Institute On Drug Abuse yang dilansir pada Oktober 2003 disebutkan bahwa setidaknya ada lima tujuan mengapa remaja mencicipi narkoba.

Pertama, karena adaptasi di dalam pergaulan. Kadang ada remaja yang tidak siap mental untuk di-bully atau tidak diterima dalam suatu lingkaran lingkungan ‘pengonsumsi narkoba’ maka hanya dengan mengikuti prosedur tak tertulis dalam pertemanan mereka, ia juga harus memaksakan diri untuk melakukan hal serupa hanya agar diterima dan dianggap bukan lelaki banci atau lainnya.

Kedua, demi rasa dan suasana jiwa yang gembira. Dari kabar yang diserap remaja di dunia informasi digital, ia akan mengetahui bahwa narkoba dapat menyuguhkan rasa senang, bahagia, damai dan tenang, mungkinlah dari situ kemudian muncul rasa penasaran untuk ikut mencoba-coba.

Ketiga, demi membuat mood dan pikiran lebih baik. Kadang remaja yang merasa ada tekanan batin atau masalah yang memicunya depresi akan berpaling untuk mengonsumsi narkoba agar bisa menetralkan kegelisahan dan kecemasan yang ia derita.

Keempat, agar yang diperbuat atau diusahakan bisa semaksimal mungkin. Ada yang beranggapan karena narkoba lah semua yang dilakukan akan dipenuhi power, tidak  mudah capek. sehingga menggiring opini dengan mengonsumsi narkoba bisa membuat semua menjadi tidak berasa saat berproses, menjadi semakin cepat dan maksimal.

Kelima, sebuah eksperimen atau percobaan semata. Dengan mencicipi sedikit akan membuat seorang remaja merasa sudah merasa paling berani sebagai bentuk ‘menguji nyali’ untuk dirinya sendiri.

“PRESTASI YES! NARKOBA NO!” pasti sudah sangat tidak asing dengan slogan semangat yang sering diucapkan beberapa pembicara dalam penyuluhan anti narkoba atau ditempelkan saat ada poster anti narkoba. Dengan harapan agar terus diingat si pembaca bahwa prestasi adalah yang terbaik untuk dikejar dan narkoba bisa jadi penghancur segala rencana ke depan.

Maka berzonalah nyaman dan aman tanpa narkoba, karena NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif) memiliki banyak efek yang sangat mengerikan untuk kita.

Pertama dan yang pasti adalah gangguan kesehatan. Mengganggu kondisi otak dan tubuh dalam berpikir ataupun mengambil keputusan, perubahan sel saraf yang kemudian mengakibatkan miss komunikasi antar sel saraf, dehidrasi karena ketidak seimbangan elektrolit dalam tubuh, bingung dan hilang ingatan, sering berhalusinasi atau berkhayal yang berlebihan, yang paling mengerikan adalah kejang hingga kematian.

Kedua, mengganggu kualitas hidup. Dengan mengonsumsi narkoba, maka tujuan hidup dan jalan yang akan ditempuh sudah pasti berbeda dengan apa yang direncanakan sebelumnya. Misal, pecandu yang sudah biasa minum jika mengalami sedikit kecemasan ataupun masalah akan lari kepada narkoba karena dianggap bisa untuk menenangkan.

Terakhir, kemungkinan overdosis. Overdosis akan sangat berbahaya karena bisa menyebabkan gangguan psikologis ataupun fisik yang menyebabkan kondisi tubuh akan sangat kecanduan terhadap narkoba. Dari sini jika terus mengikuti keinginan mengonsumsi terus menerus akan menyebabkan kematian karena kadar yang terkandung dalam zat terus masuk didalam tubuh.

Nah jika seperti itu lalu bagaimana memulihkan keadaannya?

Dengan rehabilitasi. BNN sudah menyediakan layanan rehabilitasi untuk pengidap narkoba, namun perlu diketahui rehabilitasi yang paling mujarab adalah bentuk cinta, entah dari siapapun cinta akan menguatkan. Dari keluarga, istri, suami, teman, sahabat atau lainnya. Tanpa cinta dan rajut kasih sayang hal negatif akan lebih besar terjadi dan bisa sangat merugikan,”Sukma Rahmawati. YOT Solo.

Sukma Rahmawati - YOT Solo

3+

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *