Proses dari ‘Menerima’

Banyak hal yang terjadi di tahun 2020. Setiap harinya kita dipaksa untuk terbiasa mendengar berita kesedihan, kehilangan, dan keputusasaan. Kehilangan pekerjaan, kehilangan orang yang disayangi, ataupun kehilangan materi. Banyak resolusi dan hal-hal yang ingin kita capai di 2020 namun tidak bisa tercapai karena situasi saat ini. Hal ini membuat kita untuk belajar menerima, bahwa apa yang kita harapkan, inginkan, dan perjuangan tidak selalu sesuai dengan apa yang kita alami. Seringkali kita merasa putus asa. Hal ini sangat wajar.

Menurut Psychcentral ada 5 tahap normal yang dialami banyak orang ketika mengalami kehilangan dan kesedihan, Apa itu?

  1. Fase Penyangkalan (Denial)
    Ketika keadaan tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan kita akan menolak dan berpikir bahwa hal tersebut tidak mungkin terjadi karena kita sudah berusaha untuk melakukan yang terbaik. Hal ini terjadi karena ini merupakan suatu bentuk pertahanan untuk melindungi diri.
  2. Fase Penyangkalan (Denial)
    Dari penyangkalan yang berulangkali menimbulkan rasa sakit yang memicu adanya kemarahan. Bisa jadi marah terhadap diri sendiri, merasa bersalah karena tidak bisa melakukan sesuatu yang lebih baik. Atau marah kepada Tuhan karena merasa membiarkan hal buruk terjadi.
  3. Fase Tawar Menawar(Bargaining)
    Setelah rasa marah mulai berkurang, muncul rasa ingin memperbaiki keadaan dan merasa bahwa masih ada jalan keluar. Memikirkan hal yang bersifat pengandaian, “jika sebelumnya aku tidak melakukannya mungkin keadaan ini tidak terjadi”.
  4. Fase Depresi (Depression)
    Setelah ‘bergaining’ membuat kita menyadari bahwa sebagai manusia tidak memiliki kuasa untuk merubah keadaan bahwa hal tersebut tetap saja harus terjadi. Muncul rasa pasrah, tidak berdaya, dan merasakan kesedihan yang mendalam.
  5. Fase Penerimaan (Acceptance)
    Mulai menerima bahwa kejadian kehilangan seseorang, kesedihan, ataupun kegagalan adalah hal yang memang harus terjadi. Namun bukan berarti fase ini adalah fase dimana kita merasakan kebahagiaan. Melainkan perasaan bahwa telah menemukan ketenangan dan kedamaian di dalam diri sendiri.

Proses menerima adalah perjalanan yang penjang dan tidak mudah. Hal ini berlaku untuk kamu yang belum bisa menerima keadaanmu saat ini karena merasa belum memiliki suatu atau banyak hal. Untuk kamu yang dirundung kesedihan karena belum bisa menerima kepergian seseorang.

Kita semua sadar dan mengetahui pasti bahwa pada akhirnya tidak ada satupun yang kita miliki di dunia ini, baik itu materi, harta, gelar, popularitas, bahkan keluarga atau orang tersayang di sekitar kita. Tidak satupun yang kita miliki. Kita terlahir tanpa membawa apapun dan begitu pula hingga pergi nanti. Lantas mengapa kita merasa kehilangan?

Mari bersama belajar menerima dengan cara menyadari bahwa kehilangan dan kegagalan adalah hal yang diluar kendali kita.

Selamat berproses 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *