Tiga Langkah Menghadapi Burnout dalam Bekerja

Dinamika kantor dan dunia kerja dapat menimbulkan rasa lelah baik secara emosional maupun fisik yang sering kali kita sebut dengan istilah “Burnout”. Tapi tahukah kamu kalau ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk menghilangkan burnout?

Dalam seri podcastnya yang berjudul WorkLife with Adam Grant, seorang psikolog asal Amerika bernama Adam Grant membeberkan tiga cara menghadapi burnout. Beberapa dari kamu mungkin punya berbagai cara sendiri sebagai wadah relaksasi setelah seharian penuh bekerja di depan komputer seperti kongkow-kongkow, nonton Netflix, atau olahraga di gym. Namun Adam Grant percaya bahwa usaha-usaha demikian hanya bersifat sementara karena akar permasalahan burnout sebenarnya masih ada di lingkungan kerja.

Oleh karena itu, Adam Grant menyarankan para pendengar podcastnya untuk melakukan tiga langkah berikut ini :

DEMAND atau Permintaan

Sering kali kita terbebani oleh terlalu banyak pekerjaan yang mungkin sebenarnya bukan bagian dari jobdesc. Pekerjaan numpuk di luar jobdesc memang bukan sesuatu yang asing lagi, tapi kalau hal ini sampai menganggu kinerja kerjamu dan sudah berlangsung terlalu lama, mungkin sudah saatnya kamu ngobrol dengan atasan untuk mengurangi pekerjaan kamu. Jangan lupa kalau kamu juga tidak kerja sendiri. Kamu selalu bisa mengandalkan rekan kerjamu sebagaimana rekan kerjamu akan mengandalkan kamu juga bila mereka kesulitan.

CONTROL atau Kendali

Tumpukan kerjaan bisa membuat kita resah dan kehilangan kendali atas emosi. Di sinilah “kendali” diperlukan. Yang dimaksud kendali di sini adalah berbagai cara yang dapat dilakukan dalam rangka mendapatkan “sense of control” sehingga meningkatkan rasa nyaman dalam bekerja. Contohnya adalah jam kerja yang fleksibel, kebebasan untuk remote-working, kebebasan memilih mana pekerjaan yang dikerjakan duluan, dan lain-lain.

SUPPORT atau Dukungan

Dukungan dalam lingkungan kerja bisa didapat dari berbagai wadah yang mungkin sebenarnya sudah disediakan oleh kantor. Misalnya, kantor menyediakan sesi konselling yang membantu rekan kerja yang merasa burnout untuk curhat. Apabila di kantor kamu ada sesi semacam ini, jangan sampai disia-siakan! Atau malah kamu juga bisa ngobrol dengan bagian humas. Hal-hal semacam ini memberikan rasa dukungan sehingga kita tau orang lain sebenarnya peduli dengan apa yang terjadi pada kita.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa burnout bukanlah masalah perorangan, melainkan masalah organisasi. Jadi, apabila kamu sudah sampai pada tahap burnout, jangan pernah ragu untuk mencari pertolongan!

Semoga berhasil!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *