Kenali Pain Point Agar Bisnis Kamu Makin Cuan

Halo YOTers! Kayaknya udah jadi rahasia umum kalau mencetak profit menjadi hal yang paling dicari dalam bisnis. Dengan keuntungan yang naik terus, bisnis pun bisa makin berkembang.! Tapi, bagaimana kalau bisnis kita malah sedikit untungnya, bahkan menurun terus?.

Bisnis lancar dengan customer centricity? Emang bisa

Keuntungan yang menurun sering banget terjadi di dalam bisnis, apalagi bisnis yang baru buka. Nah, sebenernya ada loh salah satu cara mudah untuk meningkatkan keuntungan penjualan. Caranya adalah dengan mengidentifikasi pain point. Nah, sebelum ngebahas lebih jauh, yuk kenalan dulu sama pain point!

Apa itu Pain Point?

Pain Point adalah permasalahan yang dihadapi calon pelanggan yang dapat digunakan untuk membangun atau mungkin meningkatkan bisnis.

Nah, pain point ini ada 3 macam tipe:

  • Proses

Kendala dalam proses belanja calon pelanggan. Banyak aspek yang mempengaruhi tipe ini, contohnya kesulitan pelanggan untuk mengakses suatu aplikasi karena tulisan yang terlalu kecil atau proses yang terlalu berbelit-belit.

Tipe pain point ini sulit diidentifikasi, makanya komunikasi dengan calon pelanggan teramat penting. Oleh karena itu, dalam pembuatan dan perancangan suatu bisnis, aspek ini sangat penting dan membutuhkan kinerja tim yang baik.

  • Keuangan

Tipe pain point yang satu ini adalah ketika calon pelanggan mengalami masalah yang berhubungan dengan uang atau sederhananya harga produk yang mahal.

Nah, YOTers bisa mengambil contoh dari platform lain yang saat ini sedang banyak melakukan promosi. Setiap platform berusaha memberikan mempromosikan biaya berlangganan yang lebih murah dibandingkan saingannya. Carilah perbandingan sebelum menentukan harga produk.

  • Bantuan

Nah, kalau tipe paint point yang ini adalah kesulitan pelanggan dalam menerima bantuan saat belanja. Ketika calon pelanggan tidak bisa mencari atau kesulitan mencari jawaban dan mereka tidak mendapatkan bantuan, maka calon pelanggan akan berpindah tempat atau mencari tempat lain.

Nah, kalau udah ngerti apa itu pain point, sekarang YOTers harus tau nih gimana caranya untuk mengetahui pain point calon pelanggan supaya bisnis berjalan dengan lancar dan makin cuan.

Cara Mengetahui Pain Point Calon Pelanggan

Apa aja sih yang harus dilakuin? Nih, simak penjelasan di bawah ini ya!

1. Survey Calon Pelanggan

Nah, mungkin sebagian dari YOTers bertanya-tanya “kenapa sih harus survey? Kan ribet!”. Ya, jalan menuju kesuksesan emang ribet. Terus, kenapa harus survey calon pelanggan? Dengan melakukan survey calon pelanggan, YOTers dapat mengetahui secara langsung apa aja yang diinginkan oleh mereka, mungkin mereka menginginkan pelayanan yang lebih baik, atau mungkin harga yang lebih bersahabat, dan lain sebagainya.

Pertanyaan yang disebar juga harus yang spesifik dan tidak berbelit-belit agar YOTers mendapatkan jawaban yang jelas. Pertanyaannya bisa beragam, namun pastikan YOTers mendapatkan jawaban dan alasan mereka menggunakan produk YOTers, keluhan mereka, apa yang bisa dikembangkan, serta perbandingan dengan produk kompetitor.

2. Perhatikan Ulasan Online

Bisnis YOTers sudah menyentuh ranah online? Selamat! Berarti akan semakin mudah untuk mengetahui kesan dan pesan pelanggan terhadap produk YOTers. Pastikan untuk terus memperhatikan ulasan online yang dituliskan oleh pelanggan. Perhatikan mana masukan yang dapat membangun bisnis YOTers, jangan denial dan berpikir bahwa mereka salah dan YOTers benar. Setelah mengumpulkan masukan dari pelanggan, mulai terapkan di dalam bisnis yang saat ini sedang YOTers jalankan.

3. Perhatikan Kompetitor

Selain pelanggan, YOTers juga dapat memperhatikan atau bahkan mengembangkan cara yang dilakukan kompetitor. Jika bisnis mereka mendatangkan lebih banyak pelanggan, pelajari apa yang mereka lakukan dan kembangkan. Namun, apabila bisnis mereka gagal, cari tahu penyebab  mereka gagal dan pelajari cara menghadapi masalah yang mereka hadapi supaya di masa depan ketika YOTers berhadapan dengan masalah mereka, YOTers dapat langsung mendapatkan jawabannya.

Nah, cukup mudah untuk diterapkan bukan?

Saat ini juga semua bisnis beralih ke sistem online, pelanggan juga tentu saja akan sangat terbantu dan merasa lebih nyaman apabila mereka dapat berebelanja dari rumah. Oleh karena itu, tidak ada alasan lagi untuk tidak menjalankan bisnis online.

Selain media sosial, memiliki website rasanya sudah menjadi hal yang lumrah bagi bisnis yang tengah berkembang agar bisa mencetak banyak cuan. Ingin membuat website tapi mahal? Jangan khawatir! Saat ini, UMKMLab.com memiliki program Gebyar Website Gratis yang sudah terhubung dengan Instagram shop dan Facebook shop! Tunggu apalagi? Yuk, daftar dan dapatkan website gratis sekarang juga! Klik di sini ya!

Kata siapa gabisa mulai bisnis sejak muda? Nih tips nya!

Untuk YOTers yang ingin membuka bisnis di usia muda, dan ingin mendapatkan;ebih banyak inspirasi mengenai dunia entrepreneur, yuk baca di sini!

Nah, untuk YOTers yang ingin mendengarkan podcast, menonton video, dan membaca lebih banyak artikel inspiratif dari berbagai narasumber yang berpengalaman di bidangnya, yuk bergabung di YOT premium member. Klik di sini ya!

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *