3 Kisah Sukses UMKM Indonesia yang Sangat Inspiratif

3 umkm indonesia dengan perkembangan yang pesat

Halo, YOTers! Apa kabarnya? Baik-Baik saja bukan?

YOTers sudah decide belum apakah akan memilih berkarir sebagai profesional atau membangun bisnis ?. Bagi YOTers yang sedang atau tertarik menekuni dunia bisnis, jangan ragu untuk membangun bisnis UMKM. Kenapa? Salah satunya karena UMKM di Indonesia berpotensi untuk berkembang pesat. Bahkan, UMKM juga menjadi tumpuan ekonomi Indonesia, terutama di masa krisis seperti sekarang.

Mengerti pain point bisa bikin cuan? Emang apa sih pain point itu? Yuk, simak pembahasannya di sini!

Sudah ada banyak contoh UMKM Indonesia yang berhasil berkembang pesat. Berikut beberapa diantaranya yang bisa YOTers jadikan sumber inspirasi untuk membangun bisnis UMK

UMKM Indonesia yang Berkembang Pesat

1. Brodo

Brodo terinspirasi dari kesulitan Yuka (CEO Brodo) mencari sepatu ukuran 46, atau ukuran besar. Setelah itu,  Yuka dan kawannya berkolaborasi dengan temannya yang memiliki ambisi berbisnis. Mereka berkolaborasi untuk menghadirkan sepatu dengan desain yang menarik.

Kaskus dan Facebook page menjadi platform awal Brodo untuk memasarkan produk mereka. Hingga saat ini, Brodo sudah berhasil menjual lebih dari ratusan ribu produk, dan memiliki ratusan karyawan dengan toko yang sudah tersebar di beberapa tempat, 20 network vendor untuk raw material, kulit, dan material lainnya.

2. Batik Notonegoro

Berawal dari kekagumannya akan batik, Indi Naidha mulai mendesain batiknya sendiri dan mengirimkannya ke produsen lokal di seluruh dunia. Karena tingginya minat konsumen atas batik bikinannya, pada tahun 2015 Indi Nadhia memutuskan untuk mendirikan sendiri rumah produksi batik di Jember. Semua proses membuat batik dilakukan secara manual.

Untuk promosi, Indi Naidha menggunakan website dan media sosial. Hingga sampai saat ini, penghasilan yang didapatkan Indi sudah mencapai 60-70 juta perbulannya.

3. Kopi Kenangan

Kopi kenangan pertama kali didirikan pada tahun 2017 dari hasil patungan Edward Trinata dan James Tranoto di menara Standard Charted. Dengan konsep grab and go, Kopi Kenangan berhasil menjual sebanyak 700 gelas, terutama karena terbantu dari aplikasi ojek online.

Dalam kurun waktu 3 bulan, Edward berhasil balik modal dan memutuskan untuk membuka 2 gerai lagi, yang modalnya kembali hanya dalam waktu 4 bulan. Pada tahun 2018, Kopi Kenangan mendapatkan suntikan dana sebanyak Rp112 miliar dari Alpha JWC Ventures. Lalu, pada tahun 2019 Sequoia India menyuntikan dana sebesar Rp288 miliar. Tidak sampai di situ saja, perusahaan milik artis internasional seperti perusahaan milik Jay Z dan perusahaan milik atlet tennis internasional Serena Williams, juga turut berinvestasi di Kopi Kenangan loh.

Meningkatkan omset untuk penjualan UMKM? Gimana sih caranya? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Untuk YOTers yang ingin mendapatkan lebih banyak bacaan inspiratif mengenai dunia entrepreneur, yuk baca di sini!

Nah, untuk YOTers yang ingin mendengarkan podcast, menonton video, dan membaca lebih banyak artikel inspiratif dari berbagai narasumber yang berpengalaman di bidangnya, yuk bergabung di YOT premium member. Klik di sini ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *