Plus Minus Jadi Seorang Digital Nomad

Menjalani kehidupan sebagai digital nomad terdengar seperti mimpi yang jadi kenyataan. Gimana enggak seperti mimpi, seorang digital nomad punya fleksibilitas untuk bekerja dari manapun yang ia mau asalkan terhubung dengan internet. Siapa yang enggak mau traveling terus-terusan sambil menghasilkan uang dan memiliki pekerjaan yang stabil?. Apalagi sejak pandemik melanda, semakin banyak perusahaan yang membolehkan pekerjanya untuk working from home atau bekerja secara remotely. Tapi, apakah benar hidup seorang digital nomad seenak itu?.

APA ITU DIGITAL NOMAD?

Digital nomad adalah orang-orang yang menggunakan teknologi telekomunikasi untuk mencari nafkah dan menjalani kehidupannya secara nomaden. Para digital nomad tak perlu bekerja dari sebuah kantor di suatu kota/ negara tapi bisa bekerja dari coffee shop,perpustakaan umum, ruang kerja bersama, atau kendaraan rekreasi, baik di kota/ negaranya maupun di kota/ negara lain.

Beberapa jenis pekerjaan yang sering dijalani para digital nomad diantaranya adalah penulis, social media marketer, digital marketer, website developer, graphic designer, online teacher, software engineer,content creator, penerjemah, pengusaha, dan lain sebagainya. Mereka bekerja per project atau sebagai kontraktor, atau sebagai freelancer, tapi tak menutup kemungkinan para digital nomad juga terikat dengan perusahaan tertentu atau berstatus sebagai karyawan. Di Asia Tenggara sendiri, ada beberapa kota/ lokasi yang sering dijadikan base oleh para digital nomad untuk tinggal dan berkarya, diantaranya Chiang Mai, Thailand serta Ubud dan Canggu di Bali, Indonesia. Negara lain yang populer di kalangan digital nomad adalah Meksiko; Lisbon, Portugal; Medellin, Kolombia; Talinn, Estonia; dan Oslo, Norwegia.

PLUS MINUS DIGITAL NOMAD

Menjadi seorang digital nomad tentu ada kelebihan dan kekurangannya, seperti halnya lifestyle lainnya. Berikut plus atau kelebihannya :

  1. Bebas traveling

It’s obvious, right?. Karena jenis pekerjaannya bisa dikerjakan dimana saja asal ada koneksi internet, maka traveling bisa dilakukan kapan pun dan dimana pun kamu mau, asal tidak mengganggu pekerjaan tentunya.

2. Hidup lebih fleksibel

Kamu bisa memilih mau kerja dengan working environment yang kamu suka, baik di pinggir pantai, di gunung, di villa yang tenang, restoran, etc, dan bisa pindah ke tempat lain kapan pun kamu mau. Saat kamu ingin lebih dekat dengan orang tua/ keluarga, kamu bisa kerja dari kampung halaman, atau kerja dari rumah sahabat di Tokyo, misalnya. 92% digital nomad menyatakan mereka merasa lebih happy karena tidak terikat dengan tempat kerja secara fisik. Selain itu, digital nomad juga merasa gak se-stres kalau kerja di kantor karena less-drama, gak perlu menghabiskan waktu commuting ke tempat kerja, dan gak perlu dandan. Kamu juga punya fleksibilitas untuk menjadi your own boss, maksudnya kamu bisa mengatur jadwal sendiri, jumlah load pekerjaan, berapa hari libur kamu dan gak perlu izin atasan juga, bahkan bisa milih klien dan projects yang mau dikerjakan.

3. Bisa upgrade banyak skill baru

Kalau kamu building your own business, kamu tentunya juga akan belajar keterampilan marketing, sales, finance, network building, dan sebagainya. Selain itu, sebagai digital nomad yang punya kebebasan mengatur waktu sendiri, kamu bisa menggunakan waktu kamu untuk mendalami hobi or belajar hobi baru misalnya snowboarding, melukis, surfing, masak healthy food, etc.

Sementara itu, minus atau kekurangan menjadi seorang digital nomad juga ada lho YOTers, temukan jawabannya disini.

Sumber : The Island Girl Adventures

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *