Branding Strategy from COVID-19

 

Haii Yoters! 

Siapa yang tidak kenal dengan “Brand“ COVID-19?

 

Dilansir dari alodokter.com, Virus Corona atau Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan.

Brand yang memulai karir di tahun 2020, tepatnya di sekitar bulan maret telah melalui banyak rintangan hingga satu dunia sudah kenal dengan Brand ini. Berawal dari Daerah kecil Wuhan di China dan terus berkembang hingga dunia. Covid-19 berhasil menjadi salah satu Brand yang paling banyak digunakan di dunia ini. Indonesia salah satu Negara yang masuk ke list dari Brand Covid-19 ini. Jam terbang yang tinggi dan branding yang baik di beberapa negara, membuat Indonesia ikut andil dalam penggunaan dari brand tersebut. Tidak dipungkiri strategi branding Covid ini membuat satu dunia memiliki brand awareness yang baik terhadap Covid-19.

Kenapa tidak? Efek yang dihasilkan brand ini bukan sesuatu yang kecil, sebuah efek yang out of the box dari brand-brand lain, batuk, penyakit dalam, menyerang paru-paru, bahkan sampai pada titik kehilangan nyawa! Covid-19 memberikan efek yang tidak tanggung kepada penggunanya, kematian adalah salah satu efek terbaik dari Covid-19 ini, bukan hanya itu, dari sistem dan tatanan dunia juga berdampak karena brand yang satu ini.

Memang di awal tahun 2021 Brand tersebut mengalami penurunan dari segi pemakaian dan efek yang dihasilkan, tapi spike terjadi pada bulan mei ke juni tahun 2021 ini, dilansir dari Peta Sebaran | Covid19.go.id spike pertama terjadi di 17 May 2021 dimana lonjakan pemakaian brand Covid-19 meningkat ke angka 4,295 per hari.

 

Dan spike kedua terjadi di tanggal 04 Juni dengan total 6486 kasus perhari dan terus meningkat hingga hari ini.

 

 

Sampai saat ini covid-19 telah menggunakan strategi yang cukup ampuh dalam memperkuat brandnya, kenapa tidak? Covid-19 memfokuskan targetnya kepada sosok sosok yang berpengaruh, dan baru-baru ini untuk pertama kalinya Tenaga Kesehatan di Wisma Atlet (tempat para pemakai/terkena brand covid berkumpul) menghembuskan nafas terakhirnya karena terpapar efek dari brand Covid-19 ini.

Dilansir dari CNBC Indonesia, 

“Berita sedih datang dari tenaga kesehatan (nakes) RI yang bertugas di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet. Untuk pertama kali, seorang nakes meninggal dunia setelah terpapar Covid-19.”

Dalam 14 hari terakhir, rata-rata pasien positif bertambah 12.007 orang per hari. Melonjak dibandingkan rerata 14 hari sebelumnya yakni 6.314 orang per harinya. Bahkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terhitung dari 22 Juni – 5 Juli 2021. 

Belum lagi masih banyak yang tidak percaya dengan vaksin dan covid-19 itu sendiri. Parahnya lagi Covid-19 mengeluarkan varian brand lainya, seperti;

  1. Alpha (B.117) , 
  2. Beta (B.1.351), 
  3. Gamma P1 (B.1.352), 
  4. Delta (B.1.617.2), 
  5. Epsilon (B.1.427 / B.1.429),  
  6. Zeta P2, 
  7. Eta (B.1.525)
  8. Theta P3
  9. Lota (B1.526)
  10. Kappa (B.1.617.1)

(source: kompas.com)

Dari sosok pemerintahan, nakes, artis, aktor dan masyarakat, covid-19 memang membuka sayap selebar-lebarnya untuk memperkuat brand covid-19, sebuah strategy yang baik bukan, dengan cakupan seluas ini, covid-19 bisa melakukan banyak hal.

Tapi perlu kalian ketahui, ternyata branding yang baik adalah dengan cara promosi, dan promosi terbaik adalah bukan dari covid-19 nya yang menjelaskan apa efek dan kerugian yang didapat, tapi dari experience satu orang yang terkena dampak ke orang lainnya.

Jadi covid-19 sebenarnya “tidak melakukan apapun”, kita yang ambil andil dalam penyebaran brand ini, dari kerumunan yang terjadi, tidak taatnya protokol kesehatan, tidak komitmen dalam melaksanakan peraturan-peraturan yang dibuat pemerintah untuk menghentikan penyebaran brand tersebut, acuh tak acuh dan anggap sepele dengan brand ini yang menjadikan penyebaran ini semakin luas.

Sebuah strategy yang sangat ampuh dari brand Covid-19 ini, yang hingga saat ini terus naik dan belum usai.

Mau sampai kapan brand ini menguasai Dunia ini? Negara ini? Kota ini? Keluarga kita? Orang-orang yang kita sayangi?

Ayo, bersama kita cegah penyebaran Covid-19, memakai masker, patuhi Protokol Kesehatan dan jangan lupa Vaksinasi!

 

Kalau tidak kita yang mencegah, siapa lagi?

See you on top!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *