DISTORSI PERSEPSI

Hallo Yoters, selama pandemi ini banyak aktivitas kita mau tidak mau harus berubah, buat kalian yang masih kuliah yang biasanya ngampus ikut kelas kuliah sekarang harus berubah jadi kelas online, buat kalian para Yoters yang sudah bekerja, mau tidak mau pola kerjanya berubah yang tidak asih lagi kita sebut Work From Home (WFH) dan semua itu sangat memungkinkan terjadi Distorsi Persepsi

Apa itu Distorsi Persepsi?

Persepsi merupakan sebuah kata dalam bahasa Indonesia yang merupakan istilah serapan dari Bahasa Inggris yaitu perception. Kata perception sendiri berasal dari bahasa Latin, percepto dan percipio, yang berarti pengaturan identifikasi dan penerjemahan dari informasi yang diterima melalui panca indra manusia dengan tujuan untuk mendapatkan pengertian dan pemahaman akan lingkungan sekitar.

Distorsi persepsi merupakan terganggunya proses mengidentifikasikan informasi yang kita terima sehingga memungkinkan kita salah atau menyimpang dalam memberikan penilaian. Masalahnya adalah kalau ini terjadi ketika kita harus mengambil keputusan atau berkaitan dengan hal-hal yang berhubungan dengan orang lain wah.. bisa gawat kan? dan ini sangat mungkin terjadi terhadap siapa saja.

Persepsi dan Asumsi adalah hal yang berbeda

Persepsi adalah cara memandang, menafsirkan dan memahami sesuatu. Dengan kata lain, ini adalah cara kita merasakan situasi, melibatkan panca indera dan intuisi untuk membuat persepsi. Jadi, ini adalah proses observasi dan interpretasi. Sedangkan asumsi adalah fakta atau pernyataan yang dianggap benar. Ini didefinisikan dalam kamus Oxford sebagai “sesuatu yang diterima sebagai benar atau pasti terjadi, tanpa bukti”.

Cara mengurangi distorsi persepsi

Pertama: Membuka Wawasan

Wawasan yang luas akan membantu seorang individu agar memiliki persepsi yang luas. Ini akan sangat efektif dalam mengurangi adanya distorsi persepsi. Pola pikir dengan wawasan yang luas akan cenderung menelaah suatu permasalahan dengan memandangnya lebih luas lagi, sehingga tidak muncul distorsi persepsi yang bisa memicu ia mengalami suatu permasalahan tertentu. Membuka wawasan dapat dilakukan dengan banyak mengetahui informasi dan berita saat ini, disertai dengan proses belajar yang baik.

Kedua: Membiasakan Melihat Masalah dari Banyak Sudut Pandang

Pada saat menghadapi suatu permasalahan, membiasakan diri untuk melihat masalah tersebut melalui banyak sudut pandang adalah hal yang baik untuk dilakukan. Distorsi persepsi bisa terjadi manakala kita hanya terbiasa melihat masalah dari satu sisi saja. Padahal, apabila kita mau melihat lebih luas lagi dari suatu permasalahan tersebut, maka kita bisa mengerti bahwa rupanya ada banyak hal yang bisa dijadikan penyelesaian untuk mengatasi permasalahan. Persepsi kita bisa menjadi lebih luas dan terhindar dari distorsi. Jangan sampai kita dibilang “orang yang kurang piknik” ya hehee

Ketiga: Jangan Halu

ya… maksudnya jangan gampang berasumsi, apalagi tanpa dilandasi bukti yang kuat bisa menjadikan permasalahan tambah runyam. Kebiasaan menilai seseorang tanpa tahu duduk permasalahannya bisa bikin kita mudah mengalami distorsi persepsi. Tidak ada salahnya kita pastikan memahami kondisi orang lain dengan baik sebelum memberikan penilaian atau pelabelan kepada orang lain

Keempat: Menghindari Sikap Menghakimi

Menyudutkan seseorang dengan memberikan suatu penilaian kita, meskipun tidak dilakukan secara terang-terangan sebenarnya sudah merusak pola persepsi yang ada di pikiran kita. Distorsi bisa muncul dan menjadikan sebuah imaji yang benar-benar di luar kendali. Oleh karenanya, penting bagi kita agar menghindari sikap menghakimi semacam ini.

Kelima: Sharing

Sharing atau berdiskusi selain dapat meningkatkan kapasitas memori kita, juga bisa meminimalisir distorsi persepsi. Berdiskusi membuka kesempatan untuk mendapatkan informasi dari orang lain, ini berarti membuka kemungkinan terjadinya perbedaan pendapat sebagai bagian dari pemecahan masalah, disinilah proses cross check terjadi, tetapi hal ini hanya mungkin terjadi kalau kita siap untuk menerima pendapat orang lain

Keenam: Menjalin Hubungan Sosial yang Baik

Hubungan sosial yang baik dengan orang lain mampu mendongkrak kualitas persepsi kita. Kita juga bisa melakukan hal ini agar proses interaksi dengan orang lain berjalan dengan baik. Apabila hal ini dilakukan dengan tepat, maka kita bisa menciptakan suasana yang nyaman sepanjang kehidupan kita. Distorsi persepsi bisa menjadi manifestasi akibat hubungan sosial yang kurang baik. Selain itu, kita juga bisa mencari cara menguatkan mental diri sendiri agar hubungan sosial kita lebih baik.

Ketujuh: Berusaha Menjadi Pribadi yang Asertif

Pribadi yang asertif memiliki pengertian bahwa seorang individu mampu mengungkapkan apa yang tidak disukainya, tanpa harus menyakiti orang lain. Ini juga termasuk salah satu langkah agar persepsi kita bisa terjaga dengan baik. Pribadi yang cenderung depresif atau agresif biasanya mudah mengalami distorsi persepsi. Kita mungkin harus banyak belajar supaya bisa memiliki sikap dan perilaku yang asertif. Membiasakannya menjadi sebuah kepribadian adalah tantangan tersendiri bagi kita.

Kedelapan: Belajar Menghargai Pendapat Orang Lain

Poin ini sebenarnya sudah cukup jelas dibahas sebelumnya. Perbedaan pendapat harus dianggap sebagai kekayaan pola pikir yang kita miliki bersama dengan orang lain. Tugas kita adalah memilih pendapat terbaik tanpa harus menciptakan permusuhan di dalamnya. Dengan melakukan hal ini, maka kita bisa menjadi pribadi dengan pola persepsi yang kuat. Distorsi persepsi akan sangat mudah untuk dihindari.

Kesembilan: Membangun Sistem Dukungan yang Baik

Sistem dukungan atau support system akan sangat berguna untuk mengembalikan kita pada persepsi yang sebenarnya. Katakanlah apabila kita mengalami suatu mis-persepsi, dengan adanya sistem dukungan yang baik, orang-orang di sekitar kita akan membantu untuk “meluruskan” persepsi kita. Misalnya nih buat kalian yang bekerja di suatu perusahaan, kalian ternyata salah mengambil keputusan karena mis-persepsi, nah kalau di perusahaan itu ada SOP (Standard Operational Procedur) maka minimal akan ada orang lain yang mengingatkan kita untuk kembali ke SOP

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *