Anak Muda: Mudah Memulai tapi Sulit Menyelesaikan?

Menurut kamu lebih gampang mana? Memulai atau menyelesaikan? Nahlo….

Sebagai anak muda yang punya semangat tinggi, pasti ada banyak hal yang ingin kita coba lakukan. Ada yang baru mencoba langsung berhasil, ada yang sabar pelan-pelan tapi berhasil, ada yang sempat mangkrak di tengah jalan lalu dilanjutkan lagi, ada yang give up, bahkan ada pula yang gak kunjung memulai hahaha. Biasanya kamu tipe yang mana nih YOTers?

Ketika kita mau mencoba, peluang berhasilnya adalah 50:50, tapi kalau tidak berani mencoba sudah dipastikan peluang berhasilnya 0% ya YOTers! Jadi kalau kamu saat ini punya keinginan melakukan sesuatu, ayo coba mulai, biar kamu nggak penasaran! Bahkan bagi saya tidak hanya sekedar dimulai saja, tapi… yuk coba selesaikan juga dengan baik.

Saya memiliki prinsip untuk “menyelesaikan apa yang telah saya mulai (dengan baik)”.

Namun, selama ini sering kali saya melihat begitu mudahnya orang-orang memulai sesuatu, namun sangat sulit menyelesaikannya. Seperti ungkapan “hangat-hangat tai ayam” hahaha. Waktu mulai saja semangatnya mengembara, namun baru setengah jalan, ketemu masalah, malah berhenti. Dalam hati kecil saya bertanya “kok bisa ya?”.

Siapa tau YOTers ada yang punya problem yang sama. Kali ini saya akan sharing tentang prinsip dan kebiasaan yang saya lakukan agar dapat menyelesaikan apa yang saya mulai.

Sejak SMP, saya sadar akan adanya jiwa totalitas, baik dalam pelajaran ataupun kegiatan organisasi. Kalau mengerjakan sesuatu ya totalitas dong, jangan setengah-setengah. Habbit itu lah yang saya bawa hingga saat ini. Saya paling anti sama yang namanya “kerja setengah-setengah”, seperti kata pepatah “hidup segan mati tak mau”. Sama halnya dengan PHP (pemberi harapan palsu), katanya mau dilakukan, tapi kok ujung-ujungnya ghosting? Sejak itulah saya merasa bahwa saya akan selalu berusaha menyelesaikan apa yang telah saya mulai.

Bagaimana caranya?

Hal yang saya terapkan selama ini dalam bidang apapun adalah menanamkan mindset bahwa sesuatu harus dimulai dengan adanya komitmen yang kuat, punya tujuan, punya planning, skala prioritas dan tahu konsekuensi kedepannya apa saja. Eittsss, bukan hanya di angan-angan ya, tapi juga saya tuliskan di buku catatan saya. Dengan demikian, saya sudah memiliki pondasi yang kuat untuk memulai sesuatu.

Tapi kalau tiba-tiba di tengah jalan patah semangat gimana?

Tenang, semua orang pasti pernah merasakan bosan, apalagi anak muda. Tapi percayalah rasa itu hanya sesaat. Ketika merasa bosan, capek, gak ada motivasi, tidak apa-apa kok. Take a breath, istirahat dulu sebentar, tapi  jangan berhenti ya! Jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari karena berhenti di tengah jalan. Coba beri waktu untuk diri sendiri, coba ingat-ingat lagi ‘kenapa ya saya memulai ini?’ ‘apa ya tujuan yang ingin saya capai?’. Buka catatan itu ketika lelah. Dengan flashback ke masa lalu, bagi saya dapat me-recall semangat saya seperti pertama kali memulainya, istilahnya bisa jadi moodbooster.

Tidak ada yang instan di dunia ini, kan? Mungkin kali ini kita belum berhasil, tapi ketika kita mau sedikit bersabar dan nikmati prosesnya, mungkin saja garis finish itu ada di tikungan depan sana. Jangan mengeluh terus! Hanya perlu beberapa langkah lagi, kita akan sampai di tujuan.

Tapi pernah gak sih saya gak menyelesaikan apa yang saya mulai?

Wah tentu pernah dong! Tidak ada manusia yang sempurna kan? Tapi saya berusaha untuk mengakhirinya dengan cara yang baik pula. Setidaknya saya sudah mengusahakan yang terbaik yang bisa saya lakukan.

Dengan menerapkan hal-hal itulah, membuat saya memiliki rasa loyalitas yang tinggi, sehingga saya bisa menyelesaikan apa yang telah saya mulai. Dengan cara itu pula saya bisa terus bersemangat dan totalitas sampai akhir, karena you’re more than you think. Segala hal yang ada di hidup kita pasti punya arti dan manfaat. Tergantung dari perspektif mana kita melihat. Jadi, don’t take it for granted.

Sekian! Semoga tulisan ini bermanfaat ya YOTers. Kalau kamu punya cara menarik lainnya, please drop it on comments! Thank you!

One thought on “Anak Muda: Mudah Memulai tapi Sulit Menyelesaikan?

  1. Riki Son says:

    thank you buat sharing ka wiwik, dan ini sekaligus mengingatkan saya juga untuk terus melanjutkan perjuangan yang sudah saya mulai sejak lama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *