Menganalisa Omset Tahunan Tok Dalang dan Belajar Investasi Dari Tok Dalang

Pasti kamu tidak asing dengan serial animasi Upin dan Ipin yang merupakan animasi dari negeri sebelah malaysia, Sosok kembar identik ini sangat digemari karena memang memiliki cerita yang lucu dan juga banyak sekali pesan-pesan baik didalamnya, namun kali ini kita tidak akan membahas tentang upin dan ipin tapi kita membahas tentang tok dalang.

Tokoh yang nama aslinya Isnin bin Khamis alias Tok Dalang merupakan sosok yang sangat penting di serial upin-ipin hampir di setiap episode upin dan ipin selalu terdapat sosok Tok Dalang karena memang menjadi sosok yang selalu membantu keluarga upin dan ipin.

Namun pernah kah kamu berfikir darimana Tok Dalang mendapatkan penghasilan dan membiayai hidupnya? Berikut analisis pendapatan Tok Dalang.

1. Tok Dalang memiliki kebun durian yang sangat besar

Memang tidak pernah dijelaskan dengan rinci berapa jumlah tanah yang dimiliki oleh Tok Dalang namun di film GENG yang menjadi kemunculan pertama upin dan ipin cucuk tok dalang menjelaskan jika kakeknya memiliki kebun yang sangat besar, kita asumsikan jumlah tanah durian yang dimiliki oleh tok dalang sebesar 1 Hektar.

Pada puncak produksinya satu pohon durian bisa menghasilkan sekitar 200 buah. Untuk menanam satu pohon durian, memerlukan lahan sekitar 100 m2 , 1 hektar kebun hanya ada sekitar 100 pohon duria dan pohon durian setidaknya panen 1 tahun sekali.

Jika diasumskan 1 pohon menghasulkan 100 buah, maka 100 pohon akan memiliki total buah 10.000 buah, dengan asumsi 1 pohon durian seharga 10RM atau Rp.36.000 (didalam episode geng terdapat orang yang menjual durian seharga 10RM) maka penghasilan dari menjual durian yaitu Rp.36.000 x 10.000 buah = Rp.360.000.000

2. Kebun Pisang

Didalam berbagai episode upin dan ipin juga terdapat momen ketika mereka pergi ke kebun pisang dan kelapa Tok d|Dalang, memang jika dilihat di episode tersebut tanah kebun pisang tidak begitu besar, maka diasumsikan tok dalang memiliki 500 meter kebun pisang . Jika 1 Pohon pisang membutuhkan ukuran 3×3 meter maka 500 meter bisa mencapai 55 Pohon, dan 1 Tanda pisang kita asumsikan berharga Rp.50.000 makan dalam 1x panen penghasilannya mencapai Rp.2.750.000

3. Tok Dalang Home Stay (Inap Desa Tok Dalang)

Tok Dalang sangat jeli melihat peluang, Ketika musim panen durian banyak sekali turis yang datang untuk langsung memakan durian dikebunnya, melihat hal tersebut maka tok dalang membangun sebuah homestay dengan nama Inap Desa Tok Dalang.

Jika diasumsikan harga permalam yaitu Rp.250.000 dan rata-rata jumlah yang menginap seminggu 1 tamu, maka dalam 1 tahun 52 pekan. Maka penghasilan tok dalang dari homestay yaitu Rp. 13.000.000

Dengan demikian total penghasilan Tok Dalam Setahun yaitu Rp.375.750.000

Maka tidaklah heran jika Tok Dalang berhasil mendidik anaknya hingga sukses dan berkerja di Kuala lumpur, didalam beberapa episode Upin dan Ipin tok dalangpun memiliki banyak benda benda yang cukup mahal di masanya seperti proyektor besar dan lain sebagainya.

Tok Dalang memiliki analisis investasi yang sangat baik, bahkan tidak hanya menyimpan uang yang didapat dari berkebun namun juga diinvestasikan ke usaha lain seperti homestay.

Tok Dalang juga memiliki banyak bakat dan banyak memiliki prestasi seperti memenangi lomba badminton antar kampung, juara lomba wayang kulit, juara lomba membuat layangan dan juara dalam pertunjukan gendang.

Anak Muda sepertinya harus belajar kepada Tok Dalang yang pandai berinvestasi dan memiliki banyak skill dan juga selalu bermanfaat untuk lingkungannya. @sabilurrosyad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *