Bahasa Indonesia, Bahasa Asli atau Serapan?

bahasa indonesia bahasa asli atau serapan

Hai YOTers!

Sebentar lagi kita memasuki bulan Agustus, bulan kemerdekaan tanah air tercinta. Tahun ini Indonesia akan memasuki usia 76 tahun. Ternyata negara kita masih muda ya? Begitu juga dengan Bahasa Indonesia yang baru sepakat dijadikan sebagai bahasa persatuan 93 tahun lalu, yaitu saat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. 

Peran Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan atau lingua franca gak lepas dari kondisi masyarakat Indonesia yang majemuk. Tercatat ada 801 bahasa daerah di Nusantara yang digunakan oleh masyarakat Indonesia. Karena itulah, dipilihlah bahasa persatuan untuk menghubungkan dan mempersatukan masyarakat kita itu, YOTers. Dan terbukti, Bahasa Indonesia berhasil mempersatukan masyarakat negara ini. Ada lebih dari 200 juta penutur Bahasa Indonesia hingga kini dan itu menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa yang paling banyak dituturkan di seluruh dunia urutan ke-10. Tapi dari mana asalnya Bahasa Indonesia ini ?. Apakah Bahasa Indonesia merupakan bahasa asli atau serapan dari bahasa lain?

Asal Usul Bahasa Indonesia.

Dilansir dari goodnewsfromindonesia.com, Bahasa Melayu merupakan akar dari bahasa Indonesia. Ketika Belanda singgah di Indonesia, bahasa Melayu pun digunakan sebagai bahasa resmi kedua dalam korespondensi dengan orang lokal. Akhirnya, bahasa Melayu dan bahasa Belanda bersaing ketat.

Walaupun Gubernur Jenderal Rochussen telah mengusulkan bahasa Melayu untuk menjadi bahasa pengantar di sekolah-sekolah rakyat, ada pihak-pihak yang gigih menolak bahasa Melayu di Indonesia. Van der Chijs, seorang berkebangsaan Belanda, menyarankan supaya sekolah memfasilitasi ajaran bahasa Belanda. JH Abendanon yang merupakan Direktur Departemen Pengajaran juga berhasil memasukkan bahasa Belanda ke dalam mata pelajaran wajib di sekolah rakyat dan sekolah pendidikan guru pada 1900.

Akhirnya, persaingan bahasa ini dimenangkan oleh bahasa Melayu. Kemudian di Kongres Pemuda I tahun 1926, bahasa Melayu menjadi wacana untuk dikembangkan sebagai bahasa dan sastra Indonesia. Lalu pada Kongres Pemuda II 1928, Sumpah Pemuda mengikrarkan bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan Indonesia.

Bahasa-Bahasa Pembentuk Bahasa Indonesia

Sebenarnya, bahasa Indonesia ini terbentuk dari beraneka ragam bahasa asing. Pada tahun 1999, Pusat Bahasa menerbitkan buku “Senarai Kata Serapan dalam Bahasa Indonesia’ dan menyatakan bahwa terdapat 9 donor bahasa Indonesia, yakni Belanda, Inggris, Arab, Sansekerta-Jawa, China, Portugis, Tamil, Parsi/Persia, dan Hindi.

1. Bahasa Sansekerta

Dipercaya menjadi donor bahasa Indonesia karena telah ditemukan sebuah prasasti di Kutai (Kaltim) pada abad ke-5 menggunakan bahasa Sansekerta (Prasasti Mulawarman). Telah diperkirakan sejak abad ke-9 SM bahwa bahasa Sansekerta sudah ada di Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan karena tersebarnya agama Hindu di Indonesia. Misalnya, kata Asmara dalam bahasa Indonesia merupakan serapan dari kata Āśrama; dan kata Sederhana merupakan serapan dari kata Sādhāraṇa.

2. Bahasa Arab

Dipercaya menjadi donor bahasa Indonesia karena menyebarnya agama Islam di Nusantara. Contoh dari Bahasa Arab adalah Akal merupakan serapan dari ʿaql dan kata Kabar merupakan serapan dari kata Khabar. 

3. Bahasa Parsi

Bahasa yang berasal dari kawasan yang sekarang disebut Iran dan sekitarnya. Contoh dari kata bahasa Parsi adalah Anggur dari kata Angūr.

4. Bahasa Hindi

Bahasa resmi kedua di rumahnya sendiri, India. Contohnya adalah kata Ayah yang berasal dari Āyā, dan Roti dari kata Roṭī.

5. Bahasa Tamil

Bahasa ini berasal dari India Selatan dan dikategorikan rumpun Dravida dan telah bersinggungan dengan bahasa Melayu. Bahasa ini juga digunakan di Negara Jiran seperti Malaysia dan Singapura. Contohnya adalah kata Andai berasal dari kata Aṇṭai dan Keledai dari kata Kaṭalai.

6. Bahasa Cina

Bukti awal eksistensinya adalah adanya prasasti Jawa Kuno (abad ke-10). Bahasa Cina yang berkunjung ke Nusantara pun diambil dari dialek Hokyan. Kata-kata yang diambil dari Bahasa Cina contohnya adalah Apa dari 阿爸 a pà, Angpau, Bakso, dan Bakwan. 

7. Bahasa Portugis

Bangsa Portugis masuk ke Melaka dan timur Nusantara untuk berdagang. Contoh dari bahasa serapannya adalah Bendera dari kata Bandeira, Boneka dari kata Boneca, Algojo dari kata Algoz.

8. Bahasa Belanda

Bahasa ini merupakan donor terbanyak ke dalam Bahasa Indonesia namun tidak menjadikan bahasa itu sebagai lingua franca, atau bahasa pergaulan karena tergeser oleh bahasa Melayu. Beberapa kata Bahasa Indonesia dari bahasa Belanda yakni Aktivitas dari kata Activitiet, Bando dari kata Bandeau, Harmonis dari kata Harmonisch, Losmen dari kata Logement dan kata Indekos dari kata in de kost. 

9. Bahasa Inggris

Contohnya adalah kata Analisis dari Analysis, Bisnis dari kata Business, dan sebagainya.

Nah begitu YOTers penjelasan mengenai bahasa-bahasa yang memberikan kontribusi bagi Bahasa Indonesia. Jadi makin bangga kan jadi bangsa Indonesia?

Semoga bermanfaat, YOTers, See You on Top!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *