Masa linkedin buat update karir doang? jarang dibuka dong

Seperti yang kita tahu linkedin adalah sebuah platform semacam sosial media tetapi lebih serius. Jika di sosial media lainnya banyak yang posting hal-hal receh atau postingan yang bertujuan untuk melempar candaan bapak-bapak dan lainnya, linkedin seakan mempunyai paradigma yaitu “profesional” sehingga perusahaan milik Microsoft ini lebih difokuskan untuk karir path secara umum. Paradigma ini yang membuat orang malah jarang posting sesuatu atau membukanya karena mereka akan membuka ketika update pekerjaan dan sedang mencari lowongan pekerjaan saja dan hal ini linkedin buat yang sudah bekerja akan jarang di buka karena kesannya membosankan dan tidak ada yang perlu dicari lagi. Bisa dibilang fitur yang diberikan tidak jauh berbeda dengan sosial media lainnya, terus apa yang harus kita lakukan apalagi untuk orang yang baru membuat.

Memang jika kita bukan content writer, HRD atau talent hunter akan jarang memposting sesuatu. Kita bisa manfaatkan untuk posting sesuatu jika dirasa kita memiliki pengalaman yang kiranya bisa dibagi keteman-teman seputar dunia kerja dan ilmu pengetahuan atau mungkin yang lainnya. Tapi jika kita belum dirasa memiliki hal tersebut kita bisa gunakan untuk menambaha connection atau memfollow company dan public figure karena timeline kita akan lebih berguna untuk bacaan setiap harinya dari postingan teman dan company yang kita ikuti.

Ini akan menambah ilmu dan akan membuat kita semakin jadi lebih berguna ketika membuka sosial media di waktu senggang dan hal ini lah yang aku terapkan, setiap pagi hari aku selalu guanakan untuk memulai membaca ringan bahkan akan menambah skill seputar pekerjaan kita algortima ini  yang aku rasakan dari linkedin dan masih banyak hal positif yang bisa kita dapatkan.

Semoga berguna 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *