Menyederhanakan Ekspetasi

Benar kata penyair Aan Mansyur : Isi kepalaku; Kantor paling sibuk sedunia.
Dua puluh empat jam kepalaku tiada henti bekerja disana. Meskipun temaram malam yang dingin, kepalaku tetap sibuk bekerja.

Meskipun kedua mataku terpejam, nyatanya isi kepalaku masih sibuk berlalu lalang.

Isi kepalaku memang kantor paling sibuk sedunia, banyak shift-shif bergantian berjaga disana.

Jika di pagi hari shift yang berjaga adalah staf ‘terburu-buru’ mengejar waktu, di kala siang dan sore hari isi kepalaku penuh dengan rangkaian kegiatan harianku.

Langkah kaki, isi kepala dan suara hati berjalan beriringan ; bekerja di alam raya.

Jika malam tiba, isi kepalaku bertambah sesak ; banyak hal yang bersahut-sahutan disana.

Perihal impian, ekspetasi, harapan, kekhawatiran, ketakutan, cemas semuanya melebur jadi satu.

Ah ternyata isi kepalaku kantor paling sibuk sedunia.

Di suatu petang yang hangat, ku keluarkan isi kepalaku satu persatu.

Kekhawatiran akan ku jemur esok di bawah terik sang mentari.

Ketakutan, akan ku siram di esok pagi dengan segelas teh hangat yang kusajikan sebelum berangkat bekerja

Kecemasan pun ku keluarkan. Ku berikan pada angin yang lewat sembari tersenyum hangat.

Isi kepalaku sekarang bukan lagi kantor yang paling sibuk sedunia,

Ia adalah kantor paling santuy yang pernah ada ; semenjak ku pecat satu persatu pegawainya.

Kantor dikepalaku tidak akan pernah libur ataupun cuti, hanya saja yang bekerja disana adalah sesorang yang biasa saja.

;

Menyederhanakan ekspetasi pada semesta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *