Keunikan Nama dan Kasta di Bali

Nama Orang Bali

Aku yakin YOTers pasti sering mendengar nama “Made”, “Putu”, “Ida Ayu” dan yang lainnya ketika mempunyai teman orang Bali, kedengarannya unik ya. Sebagai orang Bali yang bergaul dengan teman-teman YOT di 23 Kota lainnya, aku juga sering mendapatkan pertanyaan, “Apa sih bedanya sebutan nama-nama itu?”, “Kok namanya sama?”, dan lainnya. Yuk langsung aja kita bahas secara ringkas tentang sistem kasta dan penamaan orang Bali.

Sistem Kasta di Bali selalu identik dengan orang yang beragama Hindu. Sistem Kasta membagi orang Bali ke dalam beberapa golongan tingkat atau derajat. Anak-anak di Bali pada umumnya diberi nama berdasarkan kasta dan urutan lahirnya. Penempatannya yaitu di bagian depan sebelum nama panggilannya. Misalnya saja seperti namaku, Ni Made Wiwik Purnamiasih. Ni Made adalah nama depanku yang menunjukkan kasta dan urutan lahirku. Apa artinya? Simak penjelasan berikut yaa!

Jadi, kasta di Bali dibagi menjadi empat tingkatan yaitu Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra. Brahmana adalah kasta tertinggi, kebanyakan dari para pendeta, pemuka agama dan orang suci. Orang dalam golongan ini biasanya berperan memimpin upacara keagamaan. Selanjutnya, Ksatria yang terdiri dari raja, prajurit, dan bangsawan. Mereka berperan untuk menyelenggarakan pemerintahan. Ketiga ada Waisya, berasal dari kelompok pedagang, pengrajin atau buruh kelas menengah. Dan terakhir adalah Sudra yang kebanyakan berasal dari golongan petani atau buruh kecil.

Adanya sistem kasta ini, membuat orang Bali memiliki nama yang unik. Tidak hanya berdasarkan kasta, nama orang Bali juga dipengaruhi oleh jenis kelamin dan urutan lahirnya. Nama depan untuk anak laki-laki biasanya menempatkan ‘I’, sedangkan ‘Ni’ untuk perempuan.

  • Untuk kasta Brahmana, biasanya mereka menggunakan nama ‘Ida Bagus’ untuk laki-laki, dan ‘Ida Ayu’ atau ‘Dayu’ untuk perempuan.
  • Untuk kasta Ksatria biasanya menggunakan ‘Anak Agung’, ‘Agung’, ‘Dewa’ untuk laki-laki, dan ‘Anak Agung’, ‘Agung’, dan ‘Dewa Ayu’ untuk perempuan. Untuk penguasa yang berkuasa, mereka akan menggunakan ‘Cokorda’ atau ‘Dewa Agung ‘.
  • Untuk Waisya, mereka biasanya menggunakan ‘Gusti’ untuk laki-laki dan perempuan, ‘Desak’ untuk perempuan, dan ‘Dewa’ untuk laki-laki.
  • Yang terakhir, Sudra, mereka menggunakan 4 urutan nama berdasarkan kelahiran, yaitu ‘Wayan, Putu, Iluh’ untuk anak tertua (putri), dan menggunakan ‘Wayan, Putu, Gede’ untuk anak tertua (putra). Anak kedua menggunakan ‘Made, Kadek, Nengah’. Anak ketiga menggunakan Nyoman dan Komang. Sementara anak keempat yaitu Ketut, baik perempuan maupun laki-laki.

Lalu bagaimana dengan anak kelima? Jika mereka memiliki anak kelima, maka mereka akan memberinya nama yang sama dengan anak pertama.

Nama orang Bali banyak yang sama ya? Iya betul, karena 90% orang Bali adalah Sudra, maka ada banyak orang dengan nama depan yang sama. Meskipun ada sistem kasta yang mepengaruhi tatanan kehidupan di Bali, namun rasa kekeluargaan dan solidaritas tetap dijunjung tinggi oleh orang Bali loh YOTers.

Berbeda-beda namun tetap satu jua! Kita harus bisa saling menghargai dan menghormati sesama.

Nah, dari penjelasan tersebut, YOTers sudah bisa tebak kan, namaku tadi berasal dari kasta apa dan anak keberapa hayo? Yuk jawab di kolom komentar!

Sekian penjelasan singkat mengenai sistem kasta di Bali. Semoga bermanfaat dan dapat menjawab rasa penasaran YOTers sekalian tentang kasta dan nama orang Bali ya. See you!

 

Sumber:

https://ringtimesbali.pikiran-rakyat.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *