Kalau yang Lain Bisa, Kenapa Harus Saya

Candaan? lucu juga sih. Yang harusnya,

Kalau saya bisa, kenapa harus yang lain.

Kadang merasa, pergaulan kebanyakan itu lebih menghargai yang lucu daripada hal yang nyata. Bukan serius loh ya, tapi nyata. Orang lebih suka diberikan lawakan daripada motivasi. “Cukup di kerjaan atau di kampus seriusnya, disini santai lahhhh” begitu ucap kebanyakan orang. Apakah aku akan berucap, “Kalau bercanda itu salah”? Mungkin kalian yang membaca blog ini akan berpikir begitu. Tapi tidak demikian. Bercanda menurutku malah sebuah keharusan ada dalam sebuah forum atau perkumpulan. Tapi, harus ada batasannya mana yang berdampak pada mindset, dan yang mana tidak. Kalau berdampak pada mindset, kita juga harus membedakannya. Apakah berdampak baik, atau negatif.

Menurutku, kalimat candaan diatas tidak cocok untuk dijadikan bahan candaan. Mengapa? jika kalimat itu terus diucap, maka mindset kita akan mempercayai itu sebagai sebuah perintah untuk diterapkan pada diri sendiri. Pada kasus ini, kita akan menjadi lebih baik menyerahkan pekerjaan pada orang lain daripada diri sendiri. Kalau bisa dibilang, kita membiarkan kesempatan yang kita miliki, kita beri pada orang lain tanpa tau bahwa sebenarnya jika kita yang menjalaninya, bisa jadi mendatangkan rejeki ataupun keberuntungan.

Bercanda itu asik, tapi bisa juga merugikan

Bercanda itu salah satu aktivitas yang mencerminkan anak muda. Dalam kasus ini, apakah anak muda akan menjadi pribadi yang sering melemparkan tanggung jawab? “Yaelah, juga cuman candaan” Iya sih candaan. Tapi bagaimana kalau alam dan pikiran merespon itu sebagai sebuah perintah untuk jadi kenyataan?

Pada buku “The Scret” dijelaskan bahwa apa yang kita pikirkan dan ucapkan, adalah perintah alam untuk mewujudkannya sedikit demi sedikit tapi pasti. Itu baru sekali, bagaimana kalau kita mengucapkannya berkali-kali? Udah paham sampai disini kan?

Pilih lucu tapi negatif atau positif tapi gak lucu

Kalau bisa POSITIF dan LUCU kenapa harus ada kata “TAPI”nya? “Karena jarang ada yang lucu” Jarang bukan berarti gak ada kan? Malah sebuah candaan sejatinya adalah karya seni yang diciptakan manusia. Apalagi anak muda punya banyak kreatifitasnya, Bisakah kita mengkonsepkan pada pikiran kita untuk membuat candaan yang POSITIF dan LUCU? PASTI BISA DONG !!!!!

“Kalau gak bisa gimana” gak ada kata gak bisa. Yang ada hanyalah, bisa dan belajar. Kalau gak bisa, berarti itu adalah tahap belajar. Yuk ubah candaan kita jadi lebih positif agar kita jadi generasi yang berdampak positif kedepannya. Learn yang positif, jangan lupa Share yang positif juga. See you on top

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *