Kaya tapi Jahat atau Miskin tapi Baik

Jawaban kalian apa? udah milih? alasannya apa? Kalau jawabannya diantara itu, kenapa kalian ragu kasi alasannya? Tapi kalau dipikir lagi, kenapa kita harus menjawab salah satunya, kalau kita bisa keduanya yang positif, yaitu “KAYA DAN BAIK”

Manusia tidak ada yang sempurna

Begitu jawabnya. Tapi salah kah kita yakin bisa sempurna? kalau menurutku, gak salah, malah BOLEH BANGET. Karena aku punya satu mindset.

Tidak bisa sempurna, tapi bisa mendekati sempurna

Setidaknya kita ada usaha, kita bisa mendekati kesempurnaan. Daripada sudah menyetujui memilih kearah kejahatan atau kemiskinan, lebih baik kita menyetujui menuju arah yang lebih baik. Sama halnya kita melihat fenomena binatang lebah dan lalat.

Lebah akan fokus mencari nektar bunga walau diberikan daerah berlumpur dan lalat akan fokus mencari kotoran walau bunga indah bermekaran sangat banyak di tempat tersebut. Pilihannya adalah, kita ingin mencari nektar dari bunga atau kotoran? “Itu kan hewan, bukan manusia”

Kalau gitu, kenapa pemikiran kita sebagai manusia tidak menyadari hal tersebut?

“Apakah ada cara untuk Kaya dan Baik?” tentu ada seperti lebah tadi. Kalau kita punya tujuan dan target yang sempurna, setidaknya kita mendekati kesempurnaan daripada diam di tempat atau kearah yang kurang baik. Kalau kita memilih salah satu dari pilihan yang ada pada judul ini, sisi lain kita sudah memerintah pikiran kita untuk mencari kotoran seperti lalat tadi.

Tidak perlu memilih pilihan yang menyesatkan. Yang menyesatkan bukan ada pertanyaannya, tapi mindsetnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *