Dampak dan Cara Mengolah Limbah Masker

Halo YOTers!
Kali ini aku mau ngebahas tentang pengelohan limbah masker. YOTers pasti nggak asing lagi kalau melihat sampah medis dimana mana semenjak pandemi ini. Baru baru ini aku ngelihat sebuah foto kuda laut yang sedang menyeret masker dan foto itu memenangkan penghargaan Fotografi Laut tahun ini. Foto tersebut mengungkapkan kenyataan yang memilukan tentang bagaimana polusi yang disebabkan manusia berdampak pada dunia bawah laut. Fotografer Yunani Nicolas Samaras berhasil menangkap gambar itu di perairan Stratoni Halkidikis di utara Yunani, sekitar 90 menit dari Thessaloniki.

YOTers tau nggak, apa bahaya limbah masker jika terbuang di laut?

Masker medis atau masker sekali pakai utamanya terbuat dari polipropilen alias salah satu jenis plastik. Selain praktis, masker yang terdiri dari tiga lapisan ini menjadi pilihan banyak orang karena memiliki penyaring bakteri dan memiliki kemampuan meloloskan udara yang lebih baik.

Nah, seperti yang YOTers ketahui, plastik membutuhkan waktu hingga ratusan tahun untuk dapat terurai. Limbah masker yang masih utuh dan “berkeliaran” di lingkungan karena tidak ditangani dengan baik dapat terbawa ke sungai dan laut serta menyebabkan pencemaran air. Di perairan Mediterania, masker sekali pakai ini bahkan mengambang seperti ubur-ubur.

Selain itu, limbah masker bekas pakai juga dapat menjerat hewan, bahkan menyebabkan kematian bagi mereka. Ada pula kasus di mana hewan mengira bahwa masker bekas pakai tersebut sebagai makanannya. Apabila tidak mati karena tersedak, masker yang lolos akan memenuhi perut mereka, mengurangi asupan makanan, menyebabkan hewan kelaparan, dan akhirnya mati.

Apa yang dapat YOTers lakukan untuk mengelola limbah masker?

Yang pertama, YOTers bisa menghindari penggunaan masker sekali pakai. Gunakanlah reusable mask atau masker kain yang sesuai ketentuan, yakni minimal terdiri dari 2 lapis. Di sisi lain, masker kain juga punya desain yang lebih beragam dan menjadi bagian dari fashion di masa pandemi ini. Jangan lupa untuk merawat masker kain YOTers dengan baik agar bisa digunakan berulang kali untuk waktu yang lama, ya!

Nah, limbah masker sekali pakai tidak akan timbul apabila YOTers tidak memakainya. Caranya, tentu saja dengan tidak keluar rumah apabila tidak diperlukan. Namun, jika YOTers memang harus keluar dan mengenakan masker sekali pakai, jangan lupa untuk memotong tali masker serta merusak masker tersebut sebelum membuangnya ke tempat sampah. Hal ini untuk membantu mencegah hewan-hewan terjerat tali masker apabila masker tidak terkelola sampai ke laut.

” Owh… iya, YOTers tau ngga cara mengelola masker dengan benar itu gimana?”
“Tenang aja ngga sulit kok, aku kasih cara mengelola limbah masker ya. Jangan lupa buat diterapin dalam kehidupan sehari hari ya YOTers! ”

Jika tidak ingin berkontribusi pada pencemaran lingkungan dengan membuang limbah masker infeksius sembarangan, berikut cara cerdas mengolah limbah masker.

1. Setelah masker dilepas, semprot masker dengan disinfektan.
2. Kemudian rendam dengan deterjen selama 30 menit dan bersihkan tangan dengan hand sanitezer.
3. Setelah itu bilas masker dengan air mengalir dan jemur masker hingga kering.
4. Setelah kering waktunya mengubah bentuk masker menjadi bagian bagian kecil dengan mengunting masker.
5. Kemudian masukkan potongan masker ke dalam botol bekas dan jadilah ecobrick.
Selain dijadiin ecobrick, Bank sampah di Banyuwangi mengolah limbah masker menjadi pot bunga. Agus Supriyadi, Koordinator BSB mengatakan selama pandemi, masker bekas menjadi salah satu limbah yang cukup mendominasi di masyarakat. Tak jarang masker bekas itu berakhir di tempat pembuangan dan tercecer di jalan. Jika tidak dikelola dengan baik, ada saja pihak yang tak bertanggung jawab mendaur ulang masker itu untuk kemudian dijual kembali.

“Oleh karena itu kita menyulap sampah masker itu menjadi hal yang bermanfaat. Jangan sampai tercecer apalagi bekas digunakan warga yang terkena COVID-19 kemudian dipungut oleh warga lain,” ujar Agus kepada detikcom, Selasa (21/9/2021).

Pengolahan limbah masker ini memang sudah dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Oleh karena itu, Bank Sampah Banyuwangi mencoba melakukan upaya preventif. Dengan cara mengubah limbah masker menjadi produk yang memiliki nilai guna. Salah satu upaya yakni mengubahnya menjadi pot bunga nan cantik.

Untuk pengolahannya hampir sama dengan cara mengelola limbah medis yang dijadikan ecobrick. berikut cara mengolah limbah masker menjadi pot bunga

1. Setelah masker dilepas, semprot masker dengan disinfektan.
2. Kemudian rendam dengan deterjen selama 30 menit dan bersihkan tangan dengan hand sanitezer.
3. Setelah itu bilas masker dengan air mengalir dan jemur masker hingga kering.
4. Setelah kering waktunya mengubah bentuk masker menjadi bagian bagian kecil dengan mengunting masker.
5. Kemudian dicampur dengan bahan-bahan lain untuk dijadikan pot tanaman.
6. Selanjutnya, pot-pot yang sudah kering, dicat sedemikian rupa untuk menambah estetika.

Mungkin itu aja yang bisa aku jelasin, selebihnya bisa YOTers cari di internet. Soalnya masih banyak cara mengelola limbah masker, selain contoh yang aku jelasin tadi. Aku juga sempat denger kalau limbah masker itu bisa dijadiin abu dengan menggunakan mesin, untuk dijadikan media penanaman. Dan ada juga mesin yang bisa mengubah limbah masker menjadi penganti kayu untuk membuat meja.

Nah dari penjelasan tersebut, YOTers sudah bisa tebak kan, apa saja bahaya limbah masker jika terbuang di laut?
Yuk jawab di kolom komentar!

Sekian penjelasan mengenai Dampak dan Cara Mengelolah Limbah Masker. Semoga bermanfaat dan dapat menjawab rasa penasaran YOTers sekalian tentang Dampak dan Cara Mengelolah Limbah Masker.
See You! – (Yesy Noviantari)

Sumber:

HOME2020


https://news.detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *