Be Nice & Kind to Everyone

Apa yang kamu tabur, itu pula yang akan kamu tuai

Sering nggak sih kita dengar kata pepatah itu? Ungkapan yang sederhana, namun artinya sangat bermakna. Apa yang kita tabur, suatu saat akan kita tuai. Jika kita menabur kebaikan, maka kita akan menuai kebaikan pula.

Melalui pepatah itu, kita bisa belajar untuk merefleksikan diri mengenai apa yang kita perbuat terhadap orang lain, dan apa yang ingin kita dapatkan. Setiap orang pasti ingin diperlakukan dengan baik, ingin disambut ramah oleh teman, keluarga, sanak saudara. Namun, sudahkan kita berlaku demikian? Sudahkan kita berperilaku baik terhadap mereka? Sudahkah kita ramah terhadap mereka? Sudahkah kita berbaik hati, dan tidak menyakiti perasaan mereka? Kalau belum, coba deh kita introspeksi diri terlebih dahulu.

Ada orang yang punya tingkat kesabaran luar biasa, ada pula yang temperamen, mudah emosi, mudah mengeluarkan kata-kata kasar. Apakah bisa dihapuskan hanya dengan kata “maaf”? Ilustrasinya seperti kertas HVS yang baru, putih bersih, halus. Saat kita menodainya dengan tinta, akankah kembali seperti semula? Saat kita meremas kertas tersebut, akankah kembali seperti semula? Tentu saja tidak. Berbagai usaha bisa kita lakukan untuk memperbaikinya, namun tentu saja tidak akan bisa kembali seperti semula.

Sama halnya dengan kondisi ketika kita telah menyakiti perasaan seseorang dengan kata-kata yang kita keluarkan padanya, meskipun maksudnya hanya ditujukan sebagai bercandaan, baik disengaja, ataupun tidak disengaja. Namun percayalah, hal itu telah terekam di memorinya. Kita tidak pernah tahu apa yang sebenarnya dirasakan orang lain, bisa saja perbuatan kita yang dianggap tidak baik akan mempengaruhi mental seseorang tanpa kita sadari.

Karena nila setitik, rusak susu sebelanga

Jangan biarkan satu kejahatan yang kita lakukan, merusak reputasi baik yang telah kita bangun. Karena seperti kata pepatah bahwa satu kesalahan kecil dapat menghilangkan semua kebaikan yang telah diperbuat. Akan lebih sulit memperbaiki, daripada meraih reputasi tersebut.

Maka dari itu, melalui ilustrasi tersebut, yuk berbuat baiklah kepada setiap orang, siapapun itu, tidak memandang usia, ras, golongan, status sosial, dan sebagainya. Berbuat baik tidak hanya tentang materi, tapi juga melalui perilaku, attitude, dan perbuatan non materi lainnya.

Ketika kita selalu berbuat baik, tulus ikhlas, menjaga perkataan kita, maka hidup juga akan menjadi lebih tenang. Ketika kita melakukan satu kebaikan hari ini, niscaya akan menumbuhkan kebaikan-kebaikan lainnya di kemudian hari. Jangan berhenti berbuat baik! Karena hal tersebut akan menguntungkan untuk dirimu, dan juga orang-orang disekitarmu. So, please be nice & kind to everyone YOTers!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *