Stop Animal Abuse !

Halo YOTers
Seberapa dalam kalian memahami tindak “Animal Abuse” di tengah masyarakat saat ini? Atau bahkan kalian tidak tahu apa itu tindak animal abuse?,. Jadi, animal abuse merupakan tindak kejahatan atau kekerasan terhadap hewan. Pelakunya tidak lain dan tidak bukan adalah manusia. Kita tentu sangat tahu manusia adalah mahluk yang diistimewakan Tuhan karena dianugrahi kemampuan berpikir, tetapi banyak dari mereka yang tidak mampu menggunakan kemampuan berpikirnya dengan baik.

Kita tentu sering menjumpai hubungan baik antara manusia dan hewan di sekitar. Namun tidak menutup mata bahwa beberapa manusia memiliki hubungan yang tidak baik dengan hewan seperti membenci keberadaan hewan tersebut. Nah, sifat benci mereka inilah yang menyebabkan adanya tindak kekerasan pada hewan hingga berakibat fatal seperti cacat, bahkan sampai kematian. Lebih mengejutkannya lagi terdapat juga manusia yang tidak membenci tetapi tidak juga menyukai. Mereka hanya memanfaatkan hewan untuk keuntungan pribadi. Dalam pemanfaatannya, manusia itu terkadang memperlakukan hewan tersebut dengan cara yang tidak baik, seperti memaksa atau mengancam hewan dengan cara menyiksa.

Nah YOTers, beberapa waktu lalu kami telah melakukan survey di lapangan mengenai pendapat masyarakat tentang tindak animal abuse ini, hasil survey tersebut juga dapat dilihat di media sosial instagram YOT Banyuwangi dan memperoleh hasil sebagai berikut :
85,2 % responden tidak setuju.
14,8% responden setuju.

Benar sekali. Tentu kalian pun bertanya-tanya. Bagaimana bisa, masih ada masyarakat yang setuju dengan tindak animal abuse? Miris bukan? Begitulah pendapat mereka terlepas apapun alasannya.

Kami pun mengajukan pertanyaan tambahan tentang apa sih penyebab sebenarnya dari banyaknya masyarakat kita yang masih melakukan tindak animal abuse tersebut, dan kami mendapatkan 4 jawaban dengan persentasi sebagai berikut:
18,5 % tidak menyadari bahwa itu kejam.
25,9% sengaja karena menganggap hewan lebih rendah derajatnya.
35,2% tidak suka atau membenci binatang.
18,5% demi kepuasan hasrat pribadi.

Seperti yang kita tahu bahwa ini bukan perkara sepele. Dilansir dari hipwee dot com, data kasus penyiksaan hewan yang masuk ke organisasi CLOW (Cat Lovers In The World) selama 2016-2018 di Indonesia mencapai 820 kasus. Ini baru data kucing di satu organisasi, entah bagaimana di organisasi pecinta satwa lainnya.

Sebenarnya di Negara ini apakah tidak ada hukum yang mengatur itu semua? Jawabanya adalah ada, Indonesia sudah memiliki hukum tersebut, tetapi mengapa masih banyak terjadi kejahatan pada hewan? Itu karena kurangnya pemahaman para warga kita akan kepedulian terhadap hewan,mereka masih masih menganggap kalau hewan itu cuma sekedar mahluk hidup biasa kalau dibunuh, di telantarkan atau bahkan di ekploitasi itu biasa.

Tindak animal abuse ini patut diwaspadai teman-teman, terutama jika pelakunya sengaja dan tidak menyesal atas perbuatannya. Jadi mari bersama-sama kita buat gerakan STOP ANIMAL ABUSE!

Nah dari penjelasan tersebut, YOTers sudah bisa tebak kan, mengapa masih banyak terjadi kejahatan pada hewan?
Yuk jawab di kolom komentar!

Sekian penjelasan mengenai Animal abuse. Semoga bermanfaat dan dapat menjawab rasa penasaran YOTers sekalian tentang Animal Abuse.
See You!

-Virga Puspita Chandra-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *