Kita Layak Bahagia

Pernahkah kamu melalui hari yang berat?

Perasaan yang kacau, pundak yang terasa banyak beban, hati yang ingin mengeluh dan kerongkongan rasanya ingin berteriak namun seolah tercekat. Tak bisa mengeluarkan segala suara yang riuh dikepala.

Hanya saja sumpah serapah mendesis keluar dari mulut kecilmu, sisanya kau pendam di ruang yang tak bisa di dengar orang lain. Hatimu.

Jawabannya pernah.

Aku, kamu dan kita semua pasti pernah melewati hari yang menjengahkan, hari yang terasa terik dan berat tidak seperti biasanya.

Barangkali manusia memang di takdirkan seperti itu, diberi banyak beban pada suatu momen agar semesta tahu kapasitasnya.

Begitulah kira-kiranya.

Berat ya? Memang berat.

Istirahatlah sejenak. Letakanlah segala beban pada tempatnya bukan pada pundakmu.

Minumlah secangkir teh, segelas air putih atau minuman segar lainnya.

Nikmatilah perlahan, hirup aromanya, pejamkanlah matamu dan tersenyumlah.

Kita layak bahagia dalam kondisi apapun.

Tak apa jika ada sumpah serapah yang ingin kau keluarkan. Keluarkan saja saat dirimu sendirian, biarkanlah alam atau tembok yang mendengarkannya.

Lalu, jika kau ingin menangis menangislah pada tempatnya. Pada bantal-bantal di dalam kamarmu, pada orang-orang yang kau percayai sebagai penghangat hatimu.

Kalau kau ingin cerita ceritakanlah saja. Ceritakanlah pada mereka yang penuh cinta, yang mampu menyambutmu dengan segala suka dan cita.

Ceritakanlah kepada mereka yang mau dan mampu mendengarkan segala resah di hatimu, yang mampu menenangkanmu yang tidak menghakimimu secara tiba-tiba.

Kita layak bahagia, saat semesta memberi banyak tanggung jawab, memberi banyak luka sekalipun.

Kita layak bahagia, karena kita manusia.

Jangan dipaksakan saat hatimu sedang marah, sedih, dan tertekan.

Luapkan saja, karena kita layak bahagia bukan pura-pura bahagia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *