Makna Simbolik Wayang Punokawan

Zaman sekarang, generasi millennial mungkin hanya sekedar tahu, namun tidak sepenuhnya memahami apa makna dan cerita dari Wayang Punokawan. Sebab sudah sangat jarang ditampilkan apalagi adanya pandemic ini. Wayang merupakan salah satu dari banyaknya kearifan lokal dan kebudayaan di Indonesia. Tak bisa dipungkiri bahwasanya seni pertunjukan tradisional yang paling luas penyebarannya hingga sekarang adalah wayang.  Budaya ini terus berkembang dari sebagai media penerang dakwah, pendidikan, hiburan, pemahaman filsafat, hingga sekarang menjadi media penghibur dan pelengkap suatu acara. Keberadaannya terus dilestarikan, dijadikan momen epic untuk bernostalgia dan menghayati cerita dari si dalang. Dalam pewayangan Jawa, yang terkenal adalah kisah Punakawan, yang terdiri dari Semar, Petruk, Gareng dan Bagong. Tokoh tersebut adalah adaptasi dalam seni wayang Indonesia di Jawa, Sunda dan Bali dari epos Mahabarata.

Punokawan adalah tokoh multi peran memawakili watak dan sifat umum manusia, terkadang mereka dapat menjadi penasehat para penguasa atau satria bahkan dewa. Istilah punokawan yang konon berasal dari kata: pana yang artinya mengetahui dengan jelas, dan kawan artinya: teman atau sahabat. Sudah dengan arti dari kesatuan mereka, maka mari kita simak dan jelajahi bagaimana sifat dan arti dari masing-masing tokoh.

  1. Semar Badranaya (Semar)

Arti nama ini adalah wajah rembulan. Dalam kitab Jangka Jayabaya, Semar didudukkan sebagai guru para tanah raja Jawa. Maka banyak orang percaya, bahwa Semar adalah Ki Sabdo Palon. Iaa tidak akan membuat celaka, tetapi ia akan memberikan pertolongan pada ksatria yang dilanda malapetaka. Semar Badranaya memiliki nilai ajaran, bahwa manusia janganlah suka memanjakan hawa nafsu. Karena bisa menyebabkan  batin tidak ingat pada Tuhan serta waspada pada situasi dan kondisi ditengah jagad raya ini.

  1. Nala Gareng (Gareng)

Punokawan ini memiliki makna yaitu hidup prihatin, serba susah, dan penuh duka. Namun di serat Wedhatama, laku prihatin dimaknai sebagai tekad yang bulat. Tekad yang hanya diarahkan memenuhi kodrat Tuhan. Nilai ajaran dari Gareng adalah selalu berhati-hati dalam kehidupan. tangannya yang cacat mengajarkan bahwa setiap manusia tidak dapat merubah kodrat Tuhan, dan Matanya yang juling mengajarkan teruslah simak serta tangkap realita pada sekitarnya.

  1. Petruk Kanthong Bolong (Petruk)

Petruk memiliki makna yaitu mulia, pikirannya selalu panjang, sehingga memiliki tindakan yang didasarkan pada pertimbangan yang matang. Sementara nama Kantong Bolong berarti bahwa ia memiliki kesabaran yang besar. Pemikiran dan perasaannya sangat longgar, Dan selalu jujur.

  1. Bagong

Bagong merupakan perwujudan dari bayangan Semar. Sekalipun demikian, Bagong memiliki makna yang sangat mulia yaitu mengajarkan bahwa orang hidup hendaklah apa adanya,  sederhana, dan mempunyai ketabahan hati yang luar biasa serta tangguh.

 

 

Referensi

Achmad, Sri Wintala. 2016. Petuah-petuah Leluhur Jawa. Yogyakarta : Araska Publisher.

Sejarah Wayang. Tautan: https://pangauban-katapang.desa.id/index.php/artikel/2019/10/6/sejarah-wayang (Diakses: 15 Oktober 2021)

Tentang buku: Punakawan, Simbol kerendahan hati Orang Jawa. Tautan: https://lib.ft.ugm.ac.id/tentang-buku-punakawan-simbol-kerendahan-hati-orang-jawa/ (Diakses: 15 Oktober 2021)

 

Sumber foto:

Pinterest. Tautan: https://id.pinterest.com/pin/166914729928213099/ (Diakses: 15 Oktober 2021)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *