7 Tips Menghadapi Lingkungan Kerja Toxic

Tips Menghadapi Lingkungan Kerja Toxic

YOTers pasti ada kalanya kita terjebak dalam lingkungan pekerjaan yang toxic atau tidak sehat. Lingkungan kerja yang tidak sehat biasanya memiliki ciri, seperti peraturan kantor yang tidak sejalan dengan kesepakatan awal, atasan yang selalu meremehkan, rekan kerja yang menurunkan reputasi, hingga jam kerja yang tidak seimbang sehingga membuat kamu terus menerus kerja overtime.

Menghadapi lingkungan kerja yang toxic tentunya gak mudah ya YOTers? Pasti kamu kerap merasa gak betah dan bingung harus memilih mempertahankan pekerjaan atau keluar dari pekerjaan. 

Bagi kamu yang sedang dalam kondisi tersebut dan memang harus bertahan dalam lingkungan kerja yang toxic tak perlu khawatir. Sebab, Young On Top punya tips yang bisa kamu terapkan agar bisa bertahan di lingkungan kerja yang toxic. Yuk langsung saja simak tipsnya!

1. Membuat Batasan Secara Profesional

Membuat batasan secara profesional sangat penting dilakukan baik. Cara ini berlaku untuk semua jenis lingkungan kerja. Sebagai pekerja, YOTers perlu menerapkan prinsip work-life balance. Artinya, kehidupan profesional dan kehidupan pribadi haruslah seimbang.

Untuk mencapai work-life balance ini, kamu perlu membuat time management untuk menyelesaikan pekerjaan kantor sehingga kamu tidak perlu membawa pekerjaan kantor ke rumah. Membuat batasan tidak hanya akan membuat dirimu nyaman, tetapi juga demi kebaikan fisik maupun kesehatan mentalmu. 

2. Tetap Fokus pada Pengembangan Diri

Sebagian dari kamu mungkin gak sadar kalau terkadang lingkungan kerja yang gak sehat bisa berdampak pada kepribadianmu sendiri. Alhasil, kamu justru mengorbankan idealisme dan prinsip hidupmu.

Meski tidak sepenuhnya salah, namun jangan sesekali mengorbankan kebahagiaan diri sendiri karena hanya akan membuat kamu merasa tertekan. Lantas, apa yang harus dilakukan? YOTers hanya perlu konsisten dan tetap fokus pada pengembangan diri sendiri. 

Namun, kamu juga tak boleh melewatkan kesempatan yang ada dan tetap mengerjakan tugas sebaik mungkin. Jika perlu, kamu tunjukkan bahwa kamu mampu memberikan yang terbaik untuk perusahaan sehingga atasan dan rekanmu akan menjadi segan.

3. Ciptakan Lingkungan Kerja yang Positif

Senegatif apapun lingkunganmu, kamu harus tetap menjadi pribadi yang baik dan berpikir positif. Percaya deh, aura positif yang kamu pancarkan nantinya bisa menular walaupun lingkungan sekitarmu toxic.

Untuk bisa menciptakan lingkungan kerja yang sehat, kamu bisa membuat perubahan budaya baru dengan cara mendukung rekan kerja yang telah menyelesaikan tugasnya dengan baik. Pujilah rekan kerjamu agar mereka merasa dihargai atas usahanya.

 4. Tak Perlu Ikutan Drama Kantor 

Gak bisa dipungkiri, kamu bisa dengan mudah mendapatkan gosip atau rumor sekalipun itu di lingkungan kerja. Meski ada rumor yang beredar, sebaiknya kamu jangan mudah percaya apalagi terpengaruh. Sebaliknya, kamu harus tetap menjadi diri sendiri dan tetap netral atau tidak memihak kubu mana pun. 

Apabila kamu menghadapi permasalahan dengan atasan atau rekan kerja, penting untuk segera menyelesaikan dengan baik dan tak perlu memakai emosi. Hal ini bertujuan agar tidak ada kesalahpahaman sehingga masalah pun tidak terus berkepanjangan yang nantinya bisa mengganggu pekerjaanmu.

5. Cari Rekan Kerja yang Suportif

Meskipun kamu dihadapi lingkungan kerja yang toxic, bukan berarti kamu harus menjauh dari semua hal yang berkaitan dengan lingkungan kerja. Cara terbaik untuk bisa bertahan di lingkungan kerja yang toxic yaitu dengan mencari rekan kerja yang suportif.

Jika nantinya kamu dihadapi dengan masalah, baik itu masalah pekerjaan atau masalah dengan atasan, rekan kerjamu lah yang nantinya akan mendukung dan menjadi penyemangat sehingga masalah yang dihadapi pun bisa kamu selesaikan dengan baik.

6. Luangkan Waktu untuk Refreshing

Memang bukan hal yang mudah untuk menghadapi lingkungan kerja yang gak sehat. Meskipun begitu, YOTers jangan patah semangat dan jangan lupa sesekali meluangkan waktu untuk refreshing. Kamu bisa menghabiskan waktu dengan bersantai sambil nonton film favorit, nongkrong dengan teman, atau menekuni hobimu. Dengan begitu, tubuhmu yang lelah akan ke-recharge dan kamu bisa menemukan semangat baru untuk bekerja. 

7. Atur Strategi Resign

Tips terakhir menghadapi lingkungan kerja toxic yaitu atur strategi untuk resign. Jika memang kamu tak sanggup lagi bekerja di lingkungan yang gak sehat sebaiknya aturlah strategi sebelum benar-benar memutuskan untuk keluar dari perusahaan.

Hal pertama yang bisa kamu lakukan yaitu menemukan pekerjaan baru terlebih dahulu agar kamu memiliki backup sehingga setelah keluar nanti kamu bisa langsung bekerja. Namun, kamu juga perlu memerhatikan peraturan di perusahaan lama. Biasanya perusahaan memiliki aturan terkait waktu minimal pengunduran diri.

Ketujuh tips di atas bisa kamu ikuti jika memang masih ingin bertahan di lingkungan kerja yang toxic. Intinya jangan pernah lupa untuk membahagiakan diri sendiri dan luangkan waktu untuk refreshing.

Selain menekuni hobi, kamu juga bisa mengisi waktu luangmu dengan melakukan kegiatan yang positif. Seperti ikut seminar atau bisa juga gabung bersama komunitas. Salah satu event komunitas yang bisa kamu ikuti, yaitu Connext Community Festival 2021. Di event komunitas ini kamu bakal dapetin banyak inspirasi dari para founder komunitas.

Selain itu, kamu juga bisa menjalin networking dengan ratusan komunitas di berbagai bidang. Mulai dari komunitas beautysport, tech, lifestyle, lingkungan, art, pendidikan, kesehatan, sosial dan wirausaha.

Tunggu apalagi? Yuk segera daftarkan diri kamu  di sini gratis! Kamu juga bisa memenangkan 1 sepeda motor listrik Smoot dengan ikutan CCF dan subscribe YouTube Young On Top terlebih dulu.

Gak perlu nunggu lama, langsung saja klik gambar di bawah ini ya!

connext fest

Dapatkan konten-konten inspiratif bagi anak muda seputar karir & bisnis, dengan kunjungi YouTube Young On Top. Atau tonton video di bawah ini!

Lebih banyak artikel menarik seputar karir, bisnis, dan dunia kuliah untuk kamu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *