Mencari Makna Hidup: Kisah Pangeran Cilik

“All grown-ups were once children, but only few of them remember it” 

Kehidupan seorang dewasa

Menjadi dewasa dan dihadapkan dengan pahitnya realitas hidup, terkadang membuat kita menjadi seseorang yang membosankan…

Menjalani rutinitas harian yang itu-itu saja, tidak ada rasa kegembiraan di dalamnya. Rasanya sesak, sedih, dan penat.

Tapi, mari kita melihat sejenak ke belakang

Pastinya setiap orang dewasa pernah menjadi anak kecil. Tapi apakah kamu masih ingat rasanya menjadi anak-anak?

Anak kecil tumbuh bersama dengan kenangan, imajinasi, dan keingintahuan yang tinggi. Tetapi, setelah beranjak dewasa hal itu terkikis perlahan-lahan, menghilang karena dihadapkan dengan beratnya beban kehidupan. Menjadi dewasa cenderung berpikiran sempit dan mudah menyerah

Belajar dari Pangeran Cilik

Pangeran Cilik, karakter utama dari buku karangan Antoine de Saint-Exupery, memberikan refleksi kepada orang dewasa agar tetap mengingat masa kanak-kanak mereka.

Walaupun hidup rasanya berirama cepat, mimpi kita satu-per-satu runtuh, dan tanpa kesiapan apapun kita dihadapkan dengan “real world”, maka ingatlah…

  1. Jangan lupa untuk menikmati hidup, it’s okay to slow down a little bit. Take some rest, get a cup of tea and relax
  2. Berani untuk bermimpi, mimpi liar aja dulu terus tulis di kertas. Tapi jangan lupa aksinya ya
  3. Miliki rasa keingintahuan yang tinggi seperti anak kecil.
  4. Anak kecil itu mudah lupa sama masalah. So jika ada problem jangan dipikir berat-berat ya. Selesaikan satu-satu, tenaang…
  5. “It is only with the heart that one can see rightly, what is essential is invisible to the eye”. Stay pure, seperti hati anak kecil yang masih suci.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *