4 Cara Kelola Emosi untuk Anak Muda

Hi, YOTers!

Gimana kabarnya? Semoga masih semangat dalam menjalani aktivitasnya ya!

Di pembahasan yang lalu, kita bahas secara tuntas mengenai kegagalan. Tapi, kadang kegagalan yang menghampiri datang dengan rasa cemas yang membuat kita berhenti mencoba hal-hal baru lainnya.

Alih-alih mengelola cemas yang dimiliki, terkadang kita terus berlarut-larut di dalamnya dan berujung ke rebahan sepanjang hari. Ngga ada yang salah dengan rebahan, tapi kita pasti punya beberapa tugas yang harus diselesaikan kan? Jika ditunda-tunda malah terlena dalam prokrastinasi yang menjadi beban di kemudian hari
Nah, untuk menghindari hal tersebut terjadi, simak 4 cara mengelola emosi ala mahasiswa psikologi kali ini ya!

1. Kenali dan labeli emosi yang dimiliki.

Jadi, YOTers, mengenali emosi ini penting untuk dilakukan supaya kita bisa lebih sadar akan kondisi diri kita. Hal ini juga sangat disarankan untuk diajarkan kepada anak-anak sejak usia dini. Hal ini karena dengan mengenali dan melabeli emosi yang dimiliki maka kita membantu meredam area otak yang bekerja mengenai kewaspadaan dan diskriminasi, yakni amygdala dan beberapa bagian otak lannya. Selain itu, dengan mengenali dan melabeli emosi secara tepat, salah satu bagian otak kita yang bernama sistem limbik dapat dikontrol dengan baik karena sistem limbik inilah yang mengatur reaksi emosi kita, YOTers!

Sumber: freepik.com

2. Utarakan emosi yang sedang dimiliki.

Emosi yang kita miliki tentu bukan hanya rasa cemas, kan YOTers? Kita bisa merasakan senang, sedih, marah, takut, terkejut, jijik, dan lain sebagainya. Saat kita berhasil mengenali emosi yang kita rasakan, langkah selanjutnya adalah kita mengutarakan emosi tersebut ke dalam bentuk perkataan. Saat kita mengutarakan emosi yang kita miliki terkadang ngga terasa kita menangis kan, YOTers?

Menangis saat mengutarakan emosi, terutama saat kita sedih ternyata mampu melepas energi negatif, lho! Kapan YOTers terakhir kali menangis?

Sumber: freepik.com

3. Ketahui penyebab emosi tersebut.

Tentunya, saat kita tahu penyebab emosi yang kita rasakan, kita menjadi lebih sadar secara penuh, atau mindful. Mindfulness ini membantu kita untuk tidak tergesa-gesa dalam memberikan reaksi atau respon akibat munculnya emosi. Hal ini tentu butuh konsistensi yang tinggi dan dilakukan berulang-ulang. Tapi, hal ini bisa dilakukan kok YOTers. Tidak ada hal yang tidak mungkin di dunia ini, kan?

Sumber: freepik.com

4. Berlatih mencari solusi atas emosi tersebut

Sebagai bagian dari kesadaran diri yang penuh tadi, dengan melatih diri untuk mencari solusi, kita akan terbiasa untuk melatih diri kita dalam keadaan yang cukup tenang. Saat kita tenang, kita cenderung untuk fokus dan bisa menggunakan rasionalitas kita supaya kita mengerti respon apa yang seharusnya diberikan. Hal ini jika dilatih terus-menerus akan menjadi kebiasaan baik dan menurunkan kecenderungan kita untuk mengeluarkan respon yang berlebihan.

Sumber: freepik.com

Nah, pasti sudah mulai paham dong bagaimana cara mengelola emosi dengan baik?

Yuk, jangan lupa untuk mempraktekkan hal-hal di atas saat YOTers sedang mengalami emosi tertentu, terutama jika emosi tersebut berpotensi meledak-ledak.

Jangan lupa untuk baca artikel-artikel di situs Young On Top ya karena akan ada banyak lagi fakta-fakta mengenai self-improvement, psikologi, dan masih banyak lagi yang berguna bagi kita semua.
See you on top, YOTers!

By: Alif Alfian Surur

Referensi:

1. https://www.popmama.com/big-kid/6-9-years-old/winda-carmelita/pentingnya-mengajarkan-anak-tentang-label-emosi/3

2. https://www.fimela.com/lifestyle/read/4035792/merdeka-mengungkapkan-perasaan-4-alasan-emosional-itu-wajar

3. https://lifestyle.kompas.com/read/2018/10/11/070700820/demi-kesehatan-mental-mari-praktikkan-mindfulness-di-segala-rutinitas?page=all

4. Thumbnail: freepik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *