Cinta atau Thalassemia? Biar Nggak Harus Memilih Yuk Mulai Kenali dan Skrining Thalassemia Sejak Dini!

Foto: Dok. Tangkapan layar akun TikTok @szasaccount

Antara cinta atau Thalassemia, kamu pilih yang mana?

Sulit memang kalau dihadapkan dengan dua pilihan itu. Seperti Szazsa Gusmantara, yang membagikan ceritanya melalui video TikTok tentang kisah cintanya yang terpaksa putus karena baru mengetahui bahwa dia dan kekasihnya memiliki Thalassemia Minor.

Mereka terpaksa mengakhiri hubungannya karena jika mereka menikah, tingkat risiko untuk keturunan mereka nantinya mengidap Thalassemia Mayor tinggi.

“After 3 years of dating, we found out that we both have Thalassemia Minor. After a long discussion, we decided to breakup. And this is the video of our last day as a couple. His bro wedding. Last hug as a couple,” tulisan di video akun TikTok @szasaccount.

Memangnya apa sih Thalassemia itu?

Menurut Kementrian Kesehatan Indonesia, Thalassemia merupakan penyakit kelainan darah merah yang diturunkan dari kedua orangtua kepada anak dan keturunannya. Penyakit ini disebabkan karena berkurangnya atau tidak terbentuknya protein pembentuk hemoglobin utama manusia, hal ini menyebabkan eritrosit (sel darah merah) mudah pecah dan menyebabkan pasien menjadi pucat karena kekurangan darah (anemia).

Apakah Penderita Thalassemia dapat hidup normal?

  • Thalassemia Minor atau pembawa sifat, hidup seperti orang normal, tidak mengalami perubahan penampilan fisik dan tidak bergejala sama sekali. Namun individu ini memiliki risiko mempunyai anak dengan Thalassemia jika menikah dengan sesama Thalassemia Minor.
  • Thalassemia Intermedia memiliki kadar Hb yang lebih rendah (berkisar 8-10 g/dL), sehingga tetap memerlukan transfusi darah namun tidak rutin. Pasien tetap dapat hidup normal. Beberapa kasus memerlukan pengobatan rutin untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
  • Thalassemia Mayor dapat hidup dengan normal jika mendapatkan pengobatan optimal dengan transfusi darah rutin, konsumsi obat kelasi besisecara teratur dan pemantauan ketat oleh dokter.

Tidak sedikit contoh orang-orang yang sudah menikah dan baru mengetahui kalau mereka pembawa sifat Thalassemia ketika sudah mempunyai anak, bahkan anaknya menjadi pembawa sifat Thalassemia Mayor. Maka dari itu kita perlu mengenali Thalassemia dan juga pentingnya skrining Thalassemia sejak dini yang sangat berdampak untuk mencegah terjadinya hal tersebut.

Yuk YOTers, kita tingkatkan kesadaran Thalassemia sejak dini dengan melakukan skrining Thalassemia!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *