Fakta Unik Banyuwangi

Hallo YOTers
Kali ini aku mau ngebahas tentang keunikan kota Banyuwangi.
Apa sih yang YOTers tau mengenai Banyuwangi?
Pasti yang YOTers tau itu, tempat pariwisatanya ya?

Banyuwangi adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Selain itu Banyuwangi adalah ibu kota kabupaten ini.Posisinya sebagai ibu kota kabupaten menjadikan banyaknya gedung-gedung pemerintahan, cabang-cabang perusahaan, dan pusat keramaian yang berdiri di wilayah ini.

YOTers tau ngga, apa yang menjadi ikon di Banyuwangi?
Tari Gandrung menjadi ikon Banyuwangi karena Tari Gandrung merupakan kesenian asli masyarakat Osing Banyuwangi. Kata Gandrung yang berarti tergila-gila atau terpesona. Maksudnya adalah terpesonanya masyarakat Blambangan yang agraris kepada Dewi Sri yaitu Dewi padi yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Jadi, YOTers jangan heran kalau berwisata ke Banyuwangi dan melihat banyak patung gandrung di sekitar Banyuwangi. Pada saat YOTers melewati Alas Gumitir, maka YOTers akan melihat patung gandrung tersebut. Tujuan dibangunnya Patung Gandrung di Alas Gumitir adalah sebagai penanda bahwa pengendara sudah sampai di Kota Banyuwangi.

Tadi udah dijelasin mengenai ikon yang ada di Banyuwangi, sekarang lanjut ke sisi fakta unik Banyuwangi yang tidak semua orang tahu dan sangka. Berikut fakta unik yang harus YOTers ketahui sebelum berkunjung ke Kota Banyuwangi.

1. Santet dan Banyak Kota Angker

Santet adalah upaya seseorang untuk mencelakai orang lain dari jarak jauh dengan menggunakan ilmu hitam. Biasanya santet sering dilakukan orang yang mempunyai dendam karena sakit hati kepada orang lain. Santet dapat dilakukan sendiri maupun dengan bantuan seorang dukun. Setiap warga Banyuwangi mengetahui akan hal ini, dimana tempat yang mereka tinggali memiliki budaya bermain gaib dengan berbagai keahlian ilmu santet. Santet yang paling terkenal di Banyuwangi adalah jenis santet asmara atau pelet dengan tujuan memikat lawan jenis agar jatuh hati. Termasuk ilmu pelet Jaran Goyang yang sudah melegenda. Jaran Goyang bukan hanya sebagai ilmu santet, namun Jaran Goyang dibuat sebagai judul lagu yang diciptakan oleh Andi Bendol yang dinyanyikan Nella Kharisma dan lagunya sempat terkenal di berbagai daerah.

Tapi dibalik itu semua, perlu adanya kerja keras untuk merubah image kota santet jadi kota wisata, dan dari kota terjorok disulap kota terindah.

Dulu, Kabupaten Banyuwangi tak hanya dikenal sebagai kota santet, tapi juga kota terkotor nomor wahid di Jawa Timur. Namun, sejak 2011 lalu, daerah terluas di ujung timur Pulau Jawa ini mulai berbenah.
Sejak Abdullah Azwar Anas dan wakilnya Yusuf Widiatmoko resmi memimpin the Sunrise of Java di tahun 2011, mulai memutar otak mengubah citra buruk Banyuwangi. Keduanya mulai menggagas konsep sport tourism, memanfaatkan potensi-potensi wisata dan budaya setempat. Pada tahun 2012, ‎Banyuwangi Festival mulai digelar. Berbagai macam budaya, seni tari, wisata hingga pagelaran musik dipentaskan. Rangkaian festival, ditutup di bulan Desember, bertepatan hari jadi Banyuwangi. Dan sejak saat itu, Bumi Blambangan bermetamorfosis dari kota santet menjadi kota wisata.

Sedangkan tempat tempat angker di Banyuwangi ada banyak sekali dan salah satu tempat angker yang terkenal adalah Alas Purwo. Dimana hutan ini, selain menjadi tempat wisata juga menjadi tempat spiritual para ahli supranatural untuk berbagai ritual gaib yang dilakukan di Alas Purwo. Di dalam area Alas Purwo terdapat banyak sekali goa goa yang sering dijadikan tempat bertapa.

Kalau emang mau ke Alas Purwo, YOTers ngga perlu takut karena sudah ada petugas Taman Nasional Alas Purwo. Ada beberapa larangan yang diterapkan oleh petugas Taman Nasional Alas Purwo yaitu mengambil tumbuhan, membawa kabur satwa, dan berburu. Selain itu, khusus daerah Savana Sadengan, pengunjung dilarang untuk menerbangkan drone.
Di Alas Purwo juga tersedia 5 tempat wisata yang indah, seperti Taman Nasional Jati Papak (hutan mangrove), Pura Giri Salaka, Padang Rumput Sadengan, Pantai Wedi Ireng, dan Goa Istana.

2. Kabupaten Terluas di Pulau Jawa

Luas Kabupaten Banyuwangi mencapai 5.872 m² yang menjadikan Banyuwangi sebagai Kabupaten terluas di Pulau Jawa disusul oleh Sukabumi, Malang, Cianjur, dan Lebak.

3. Dulu Sekedar Tempat ‘ Numpang Kencing’

Sebelum wisata Banyuwangi terkenal seperti sekarang, dulu banyak wisatawan yang dari arah barat hanya sekedar
‘ numpang kencing ‘ di Banyuwangi. Mereka yang sedang melakukan perjalanan ke Bali seringkali singgah sebentar untuk ( makan, toilet, sholat dan sebagainya) sebelum menyeberang di Pelabuhan Ketapang – Gilimanuk.

4. Wisata Alam Terlengkap

Kelengkapn wisata alam di Banyuwangi bisa YOTers amati dengan berbagai jenis tempat wisata, mulai dari Wisata Banyuwangi Gunung, Wisata Banyuwangi Air Terjun, Wisata Banyuwangi Pantai, Wisata Banyuwangi Hutan, Wisata Banyuwangi Kebun, Wisata Banyuwangi
Area Korsevasi, Wisata Banyuwangi Savana, Wisata Banyuwangi Religi, Wisata Banyuwangi Belanja, Wisata Banyuwangi Kuliner, Wisata Banyuwangi Budaya, dan Wisata Edukasi.

5. Bluefire Kawah Ijen

Salah satu fenomena paling langka di dunia adalah keberadaan Bluefire atau api biru di dasar kawah. Kajadian itu, unik karena hanya ditemui di dua tempat di seluruh dunia yaitu di Islandia dan Indonesia (Gunung Ijen).

6. Osing Nama Suku Asli Banyuwangi

Osing adalah nama suku asli Banyuwangi.
Suku Osing atau biasa diucapkan Jawa Osing adalah penduduk asli Banyuwangi atau juga disebut sebagai Laros (akronim daripada Lare Osing) atau Wong Blambangan merupakan penduduk mayoritas di beberapa kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Orang Osing menggunakan bahasa Osing yang merupakan pengaruh dari bahasa Bali dan turunan langsung dari bahasa Jawa Kuno, sebagai bahasa sehari-hari mereka.

7. Tiga Suku Yang Dominan Menghuni Banyuwangi

Ada 3 suku yang paling dominan mendiami Kabupaten Banyuwangi, yaitu Suku Osing, Suku Madura, dan Suku Jawa. Suku Osing kebanyakan menetap di area Banyuwangi kota dan sekitar lereng Gunung Ijen. Sedangkan Suku Madura kebanyakan berada di area Wongsorejo, Kalibaru, dan Muncar. Adapu Suku Jawa menyebar merata di seluruh Banyuwangi.

8. Terdapat Ratusan Festival

Banyuwangi festival menjadi salah satu daya tarik kenapa banyak wisatawan ingin berkunjung ke Banyuwangi. Beragam acara diselenggarakan dalam saru kalender tahunan baik itu level lokal, nasional, dan internasional mampu memeriahkan suasana kota. Karena itu juga Banyuwang disebut sebagai Kota Festival. Berikut 7 Festival Unggulan Banyuwangi:
1. Festival Gandrung Sewu
2. Festival Kebo – keboan Alas Malang
3. Banyuwangi Ethno Carnival
4. Drumband Ethnic Festival
5. Festival Jaranan Buto
6. Festival Bala Ganjur
7. Festival Keboan Aliyan

9. Kuliner Yang Beragam
YOTers tahu nggak sih, ternyata selain keindahan alamnya, Banyuwangi juga terkenal akan wisata kulinernya yang menggugah selera. Mulai dari hidangan pedas, perpaduan makanan unik, sampai camilan ringan untuk dinikmati sambil minum teh, semua tersedia di kota Banyuwangi. Rekomendasi kuliner yang ada di Banyuwangi, yaitu Ayam pedas, Rujak soto, Rujak Kelang, Telur petis, Sego tempong, Ayam kesrut, Pecel rawon, Bagiak, Petulo, Bolu kuwuk, Ketan bubuk kedelai, Tahu walik, dan sebagainya.

10. Durian Merah
Kalau YOTers mau berkunjung ke Banyuwangi, sekarang adalah waktu yang tepat untu melakukan kunjungan, karena sekarang musimnya durian. Ada berbagai macam jenis Durian yan ada di Banyuwangi, salah satunya Durian merah. Durian merah adalah salah satu jenis buah yang ditumbuh kembangkan di Kabupaten Banyuwangi, terutama daerah Kemiren dan Songgon. Jenis durian ini memiliki ciri khas warna merah pada daging buahnya sehingga terlihat indah saat dilihat. Selain durian merah, juga ada varian durian dengan warna lain seperti durian oranye dan durian pelangi.

11. Bandara Banyuwangi, Green Airport

Transportasi udara yang sudah dikembangkan di Bandara Internasional Banyuwangi (BWX) memiliki lapangan terbang dengan konsep green airport. Atap tersusub dari rumput, siekulasi udara yang lancar sehingga minim penggunaan AC, serta pemandangan hijau padi mengelilingi bandara.

12. Isu KKN Desa Penari yang Heboh

Banyak sekali orang yang memprediksikan bahwa desa penari benar – benar ada di Banyuwangi. Unsur mistis yang diceritakan mirip dengan budaya – budaya orang Banyuwangi zaman dulu. Meskipun hingga kini desa penari tersebut masih menjadi misteri. Beberapa sesepuh Desa Adat Kemiren menyebutkan bahwa keberadaan desa penari itu tidak jauh dari desa Kemiren.

Nah dari penjelasan tersebut, YOTers sudah bisa tebak kan, Festival apa aja yang ada di Banyuwangi?
Apa ikon Banyuwangi?
Kuliner apa aja yang wajib YOTers coba, saat berada di Banyuwangi?
Yuk YOTers jawab di kolom komentar ya!

Sekian penjelasan mengenai Fakta Unik Banyuwangi. Semoga bermanfaat dan dapat menjawab rasa penasaran YOTers sekalian tentang Fakta Unik Banyuwangi.
See You YOTers! ~Yesy Noviantari ig: @noviantariyesy

Sumber:
https:///fakta-unik-banyuwangi-yang-tak-disangka/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *