Toxic Friendship: Hadapi atau Jauhi?

Toxic Friendship: Hadapi atau Jauhi?

Punya teman sebanyak-banyaknya merupakan sebuah keharusan. Bahkan, di buku Young On Top Updated: 40 Kunci Sukses di Usia Muda ada salah satu poin ‘Make a Lot of Friends’ alias berteman sebanyak dan seluas-luasnya. Nah, tapi kita mungkin gak sadar nih kalo lingkungan yang kita punya itu toxic friendship alias gak punya dampak baik buat kita. Hmmm. Coba yuk, kita kenali ciri-ciri toxic friendship itu kayak gimana:

  1. Cuma Fokus ke Sisi Negatif Aja
  2. Mencari Kesalahan dan Kelemahan
  3. Gak Mau Dikasih Kritik dan Saran
  4. Gak Senang Lihat Orang Lain Senang
  5. Hanya Memikirkan Diri Sendiri alias Egois

Terus, kalo udah nemu toxic friend kayak gini, kita mesti ngapain sih? Mesti kita hadapi alias tetep ada di lingkungan pertemanan tersebut atau jauhin?

Saran kami sih, kamu harus jauhin temen yang kayak gitu. Untuk apa kamu berteman dengan orang-orang yang udah jelas bawa pengaruh negatif ke diri kamu? Buat apa sih temenan sama orang yang senangnya mengumpat? Bahkan bermuka dua… di depan kamu baik-baik aja ternyata di belakang gak suka mati-matian sama kamu.

Percayalah, lingkungan itu bisa membentuk diri kita. Bisa membentuk karakter bahkan juga berpengaruh ke perilaku kita. Bayangin aja, kalo kamu punya temen tipikal toxic friend ini, pastinya akan ada banyak karakter dan perilaku negatif yang berdampak ke kamu.

Kamu bisa bilang ke toxic friend itu kalo kamu gak nyaman dan gak setuju dengan sikapnya dalam beberapa hal atau mungkin satu hal yang bikin kamu gak respect sama dia. Kasih tau, kalo dia terus-terusan kayak gitu yang ada gak ada yang mau berteman sama dia, ataupun sekalinya ada yang mau berteman akan bertingkah fake juga kayak dia ke teman-temannya. Hehe.

Kalo masih nggak bisa juga dinasehatin kayak gitu, tandanya kamu harus mulai menjaga jarak sama dia. Kurangi waktu main sama dia biar kamu gak makin terjerumus dalam lingkaran toxic friendship. Kalo kamu sebel sama dia, jangan mengumpat lewat media sosial. Jangan gunakan media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan energi negatif ya.

Jadi, soal lingkungan pertemanan itu balik lagi ke diri kamu sendiri. Karena kamu juga lah yang menentukan di lingkungan mana kamu ingin berteman dan bertahan.

3+

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *