Bumi Manusia dan Segala Permasalahannya

Iqbaal Ramadhan sebagai Minke di film Bumi Manusia. Sumber foto: popbela

“Seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan”

Bumi Manusia merupakan buku pertama dari tetralogi Pulau Buru dari Pramoedya Ananta Toer. Bukunya yang mendapatkan hati di masyarakat, tidak heran jika kabar akan di film-kan-nya buku ini sejak tahun lalu juga ditunggu-tunggu oleh pembaca bukunya. Siapa yang akan memerankan tokoh-tokohnya? Bagaimana film ini akan dikemas?

Ialah hadir nama Iqbaal Ramadhan (Minke), Mawar Eva (Annelies Mellema), Ine Febriyanti (Nyai Ontosoroh) yang memerankan tokoh penting di dalam film ini. Banyak yang meragukan, banyak yang terkagum hingga banyak juga yang akhirnya dibuat penasaran, bagaimana Hanung Bramantyo menggarap film ini?

Bumi Manusia sendiri bercerita tentang seorang pribumi bernama Minke, pelajar HBS yang diketahui sebagai sekolah menengah umum untuk kaum Belanda dan bagi pribumi hanya diperbolehkan yang memiliki keturunan bangsawan. Minke bukanlah siswa biasa, tertanam jiwa kritis di dalam dirinya, termasuk keingintahuannya tentang kehidupan sosial yang terjadi di sekitarnya. Minke yang merupakan seorang pribumi namun memiliki cara pandang dan pola pikir Eropa.

Hingga suatu saat Minke bertemu dengan Annelies, yang merupakan seorang Indo-Belanda dan seketika jatuh cinta dengannya. Pola pikirnya saat itu sebagai pribumi yang sempat terbawa arus sekitarnya mengenai kaum Eropa dan keturunannya, seketika berubah dengan melihat sikap Annelies yang ramah terhadapnya. Minke semakin terkagum saat bertemu Nyai Ontosoroh, ibu dari Annelies yang merupakan seorang gundik. Terkagum dirinya akan kegigihan Nyai Ontosoroh dalam melawan ketidakadilan di hidupnya.

Bumi Manusia dan Segala Permasalahannya

Annelies dan Minke. Sumber foto: Falcon YouTube – Official Trailer Bumi Manusia

Sampai tiba pada konflik saat ayah Annelies, yaitu Herman Mellema wafat dan meninggalkan masalah lama yang timbul menjadi masalah baru. Masalah perceraian Herman Mellema dengan istri pertamanya belum usai, ditambah kenyataan Nyai Ontosoroh yang tidak dinikahi secara sah oleh Herman Mellema yang menimbulkan diakuinya seluruh harta serta hak asuh Annelies dan kakaknya, Robert Mellema jatuh kepada keluarga istri pertama Herman Mellema. Puncak konflik berada pada keberpihakan hukum terhadap kaum Eropa yang menimbulkan ketidakadilan bagi pribumi.

Bumi Manusia dan Segala Permasalahannya

Nyai Ontosoroh. Sumber foto: Falcon YouTube – Official Trailer Bumi Manusia

Tapi, sayangnya ada beberapa bagian penting dari dalam novel yang tidak ditampilkan dalam film. Seperti dialog antara Minke dengan Jean Marais yang terlalu sedikit di dalam film, padahal di dalam novel Bumi Manusia sendiri, peran Jean Marais cukup dominan. Beserta konflik-konflik lainnya yang nyatanya adalah bagian penting dari cerita juga tidak begitu banyak ditampilkan. Begitu juga dengan cerita Maiko, perempuan yang bekerja di rumah bordil. Selain itu, tone warna juga masih terlalu mencolok untuk menggambarkan visual era kolonialisme. Namun, jika ingin mengenalkan Bumi Manusia secara singkat kepada millennials, film ini sudah mewakili porsinya.

Buat kamu yang belum nonton, yuk tonton film-nya sekarang di bioskop sebelum turun layar. Jangan lupa juga untuk baca bukunya ya untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai cerita Bumi Manusia dan turut merasakan bagaimana perjuangan pribumi di era kolonialisme. Bumi Manusia dan segala permasalahannya

Bumi Manusia dan Segala Permasalahannya

Sumber foto: Falcon YouTube – Official Trailer Bumi Manusia

“Kita telah melawan Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.”

1+

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *