Etika yang Baik dalam Menulis Email

Etika yang Baik dalam Menulis Email

YOTers, bagi kalian yang mau apply kerja, coba deh persiapkan diri kamu matang-matang. Persiapannya bukan cuma sekadar secara mental aja ya, tapi hal-hal krusial lain yang mungkin kamu anggap sepele. Contohnya, yaitu persiapan dalam mengirim email.

Sekarang lagi banyak diomongin nih soal penulisan email yang minim banget. Minim dalam arti kata gak ada basa-basinya di body text email, atau bahkan mengirim email tanpa subject. Kalau udah kayak gini, jangan berharap kamu akan dipanggil interview, yang ada email kamu langsung dibuang ke folder spam.

Terus, apa aja sih yang harus diperhatikan dalam menulis email sesuai dengan etika yang baik? Yuk temukan jawabannya di bawah ini!

1. Jangan lupa menulis subject email

Padahal, posisi subject email itu ada di paling atas, tapi masih banyak orang yang lupa untuk menulis subject email. Nah, untuk itu kamu wajib memerhatikan poin ini. Jangan sampai kamu lupa menulis subject email.

Bayangin, email yang diterima pihak HRD itu gak cuma satu atau sepuluh, bisa puluhan bahkan ratusan saat ada pengumuman rekrutmen kerja. Kalau ada email yang udah keliatan gak jelas ada subject-nya, pihak HRD tanpa pikir panjang akan langsung buang email kamu.

Isi subject email dengan jabatan atau posisi yang akan kamu lamar atau bisa sesuaikan sama apa yang diminta perusahaan tersebut. Intinya, jangan sampai kamu gak teliti baca pengumuman lowongan kerja itu ya. Sebab, beberapa perusahaan memiliki aturan tersendiri terkait format pengiriman email.

2. Body text jangan kosong

Nggak cuma subject email, banyak juga yang ngirim email tanpa body text. Padahal poin ini bisa menjadi penentu lamaran kamu diproses atau tidaknya, lho. Untuk itu sebelum mengirim email, pastikan body email sudah terisi.

Kamu bisa isi body text email dengan perkenalan diri kamu dan kenapa kamu ingin melamar di jabatan dan perusahaan tersebut. Ingat, secara ringkas aja ya jangan terlalu banyak. Maksimal 200 kata, selebihnya bisa kamu tulis di cover letter atau surat lamaran kerja.

Baca juga: CV ATS Friendly atau CV Kreatif, Mana yang Lebih Optimal?

3. Gunakan pembuka dan penutup

Salam pembuka dan penutup juga jangan sampai lupa. Ibaratnya kamu mau masuk ke sebuah rumah, pasti kamu harus kasih salam dulu. Sama halnya dengan urusan mengirim email lamaran pekerjaan ini.

Pembukanya bisa pakai Dear Mr./Mrs. atau Dear Human Resources Department of (nama perusahaan). Akhirannya bisa ditutup dengan Best Regards/Sincerely (nama kamu) dan sebagainya.

4. Perhatikan penerima email

Saat ngelamar kerja, pastinya kamu akan mencoba peruntungan di berbagai perusahaan kan? Nah, akhirnya banyak juga deh tuh yang kirim email ke beberapa penerima tapi dalam satu email. Bahayanya lagi, salam pembukanya juga ditujukan ke satu orang aja.

Contoh gini, kamu kirim lamaran kerja ke HRD A di perusahaan A, tapi terus kamu juga kirim ke HRD B di perusahaan B, dan selanjutnya sampai Z dalam satu email. Tapi, di email itu kamu cuma menyapa HRD A di perusahaan A. It’s a big no! Jangan pernah kirim lamaran kerja ke beberapa perusahaan dalam satu email.

5. Jangan lupa lampiran dokumen pendukung

Ini yang juga kadang gak sengaja dilupain, LAMPIRAN! Karena kita suka terfokus sama body text, subject, spell email yang akan kita tuju. Akhirnya lampiran suka kelupaan, entah lampiran CV, Cover Letter, Portfolio, atau bahkan semua dokumen penting lupa kita lampirkan.

Untuk itu, lebih baik lampirkan dulu data-data yang mau kamu kirim, kemudian body text, subject baru email tujuan. Kenapa email terakhir? Biar mengantisipasi kamu  gak salah spell atau email gak sengaja kekirim disaat kamu baru nulis subject, body text, atau melampirkan data.

Baca juga: Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengirim Email Lamaran Kerja?

6. Perhatikan penggunaan bahasa

Nah, kamu kan mau ngelamar kerja, jadi kamu juga harus perhatikan penggunaan bahasa kamu. Jangan sampai bahasa sehari-hari kamu gunakan saat mengirim email. Kamu harus menggunakan bahasa yang baku ya.

Poin plus lainnya yang bisa membuat kamu lebih istimewa dan diutamakan dari pelamar kerja yang lain adalah kalau kamu menggunakan Bahasa Inggris dalam email kamu.

7. Jangan Kirim Foto Selfie

Ini yang gak boleh kamu anggap sepele. Terkadang, ada beberapa perusahaan yang minta kamu untuk kirim foto terpisah dari CV. Nah, jangan sampai kamu kirim foto selfie ya. Gunakanlah foto yang formal dalam lamaran kerja kamu.

Ingin mendapatkan lebih banyak konten inspiratif dari narasumber berpengalaman? Yuk, segera daftarkan diri kamu menjadi Premium Member Young On Top. Di sini kamu bisa mendapatkan cerita-cerita pengalaman dari para ahli, tips dan trik, bahkan ada juga pelatihan yang diberikan untuk kamu. Kamu bisa langsung daftar di sini!

Atau, bisa langsung aja klik gambar di bawah ini ya!

Dapatkan konten-konten inspiratif bagi anak muda seputar karir & bisnis, dengan kunjungi YouTube Young On Top. Atau tonton video di bawah ini!

Lebih banyak artikel menarik seputar karier, bisnis, dan dunia perkuliahan untuk kamu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *