Warisan Ilmu B.J. Habibie dan Deretan Prestasinya yang Diakui Dunia

Warisan Ilmu B.J. Habibie dan Deretan Prestasi di Bidang Teknologi

Pada 11 September lalu, kita kehilangan sosok inspiratif di Indonesia yang memberikan kontribusinya di berbagai bidang. Ialah Bapak B.J Habibie, Presiden Republik Indonesia ke-3 yang buah pikirnya tidak hanya diakui di Indonesia, tetapi juga di dunia. Salah satu bidang yang digemari olehnya adalah teknologi dan beliau berhasil membuktikannya melalui berbagai prestasi.

Sebelum membahas prestasinya, mari kita bahas terlebih dahulu profil singkat dari Bapak Habibie. Nama lengkapnya ialah Prof. Dr. Ing. Dr. Sc. Mult. H. Bacharuddin Jusuf Habibie. Lahir pada tanggal 25 Juni 1936 di Parepare, Sulawesi Selatan. Beliau merupakan lulusan Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung tahun 1954. Kemudian beliau melanjutkan pendidikan Teknik Penerbangan dengan spesialisasi konstruksi pesawat terbang di Rhenisch Wesfalische Technische Hochscule Aachen University tahun 1955-1965. Tidak berhenti di situ, beliau kembali melanjutkan studinya dan menerima gelar diplom ingeniur pada tahun 1960 dan gelar doktor ingeniur pada tahun 1965 dengan beasiswa dan meraih predikat summa cumlaude di usianya yang ke-28 tahun.

Inilah daftar prestasi B.J Habibie, sang bapak teknologi Indonesia:

  1. Pemegang 46 Paten Dunia dalam Teknologi Dirgantara

Warisan Ilmu B.J. Habibie dan Deretan Prestasi di Bidang Teknologi

Pak Habibie, pemegang 46 paten dunia di bidang teknologi dirgantara

Pak Habibie memang dikenal sebagai orang yang jenius. Beliau diketahui memiliki 46 paten di bidang aerunotika dunia. Di antaranya adalah Vertical Takeoff Landing (VOTL), yaitu teori lepas landas dan mendarat secara vertikal yang kini menjadi acuan pesawat-pesawat canggih. Kemudian Less is More, yaitu meningkatkan daya angkat dan angkut pesawat udara. Lalu yang paling terkenal adalah Crack Progression Point Theory, yaitu untuk memprediksi rambatan retakan dan estimasi rasio rambatan retakan material pada pesawat.

  1. Dikenal sebagai Mr. Crack

Warisan Ilmu B.J. Habibie dan Deretan Prestasi di Bidang Teknologi

Pak Habibie, sang Bapak Dirgantara Indonesia

Pak Habibie berhasil menciptakan teori ‘Crack Theory’ atau teori keretakan. Dimana teori ini mampu memperhitungkan keretakan pesawat atau crack progression on random yang dipelajari ketika melihat fenomena fatigue (kelelahan) pada konstruksi pesawat dan membuat rancangan bangun desain pesawat modern untuk menghindari kecelakaan. Crack theory ini memiliki perhitungan yang rumit dengan teori yang detail, bahkan dapat menghitung keretakan pesawat sampai skala atom material konstruksi pesawat terbang. Kemudian Pak Habibie mencetuskan ‘Faktor Habibie’ atas penemuannya ini dan orang-orang menjulukinya sebagai ‘Mr. Crack’ atas penemuannya yang jenius ini.

  1. Memegang Jabatan Penting di Perusahaan Penerbangan Jerman

Warisan Ilmu B.J. Habibie dan Deretan Prestasi di Bidang Teknologi

Kegigihannya dalam belajar membuat dirinya diakui di dunia

Seperti kita ketahui, selain menyelesaikan pendidikan di Jerman, Pak Habibie juga sempat berkarir di Negara tersebut. Beliau sempat bekerja di Firma Talbot, yaitu perusahaan kereta api. Di perusahaan tersebut, Pak Habibie mendesain kereta untuk mengangkut barang dalam jumlah besar yang kemudian rancangannya dituntaskan menggunakan teknologi konstruksi sayap pesawat. Setelah meraih gelar doktor, karir Pak Habibie terus melesat. Beliau kemudian bekerja di perusahaan penerbangan Messerschmitt-Bolkow-Blohm (MBB). Penemuan ‘Crack Theory’ berhasil mengantarkan Pak Habibie menduduki jabatan sebagai Direktur Teknologi dan Vice President di perusahaan tersebut.

  1. Memimpin Project N250 Gatot Kaca

Warisan Ilmu B.J. Habibie dan Deretan Prestasi di Bidang Teknologi

N250, pesawat terbang pertama Indonesia

Satu hal yang tidak akan terlupa dari Pak Habibie adalah jasanya dalam industri penerbangan di Indonesia, dimana beliau berhasil menciptakan pesawat terbang N-250 Gatot Kaca yang diterbangkan perdana pada 10 Agustus 1995. Pesawat ini berhasil terbang tanpa mengalami Dutch Roll, istilah untuk pesawat yang oleng dan juga dikenal dengan pesawat turbotrop di dunia yang menggunakan Fly by Wire dengan jam terbang 900 jam. Pesawat N-250 ini dirancang Pak Habibie bersama Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) yang sekarang dikenal dengan PT Dirgantara Indonesia.

  1. Mendapat Penghargaan Edward Warner

Warisan Ilmu B.J. Habibie dan Deretan Prestasi di Bidang Teknologi

Kejeniusan Pak Habibie diapresiasi dengan berbagai penghargaan

Kejeniusan Pak Habibie diapresiasi oleh berbagai Negara yang memberikannya penghargaan. Salah satunya International Civil Aviation Organization (ICAO) yang berpusat di Montral, Kanada. ICAO memberikan penghargaan Edward Warner Award di tahun 1994 kepada Pak Habibie karena jasanya sebagai perintis dan berkontribusi besar terhadap penerbangan sipil dunia. Selain itu, Pak Habibie juga berjasa atas pengembangan desain pesawat di dunia dan kemajuan industri dirgantara di Indonesia. Sepanjang sejarah, Pak Habibie adalah orang ke-28 dari 39 yang menerima penghargaan ini. Tidak hanya itu, berkat penemuannya yang diberi nama ‘Faktor Habibie’ membawa beliau mendapatkan penghargaan Award von Karman yang setara dengan penghargaan Nobel. Jerman juga pernah memberikan berbagai penghargaan kepada beliau, yakni Das Grosse Verdientkreuz dan Das Grosse Verdenstkreuz Mit Stern und Schulterband. Masih banyak Negara lain yang memberikannya penghargaan, seperti Spanyol, Italia, Belgia dan lainnya.

  1. Pesawat Ciptaannya yang Diakui Dunia

Warisan Ilmu B.J. Habibie dan Deretan Prestasi di Bidang Teknologi

DO-31 karya Pak Habibie yang prototype-nya dibeli oleh NASA

Buah pikir Pak Habibie dihargai dunia dengan diakuinya berbagai pesawat yang diciptakannya. Salah satunya adalah DO 31 yang merupakan pesawat baling-baling tetap pertama yang mampu tinggal landas dan mendarat secara vertikal yang dibangun oleh Dornier. Prototype DO-31 yang dibuat Pak Habibie bahkan dibeli oleh Badan Penerbangan dan Luar Angkasa Amerika Serikat, National Aeronautics and Space Administration (NASA). Kemudian C-130 Hercules yang berfungsi sebagai pesawat angkut militer utama untuk pasukan di berbagai dunia. Masih banyak karya Pak Habibie lainnya yang diakui dunia, seperti NC 212 Aviocar, pesawat baling-baling ganda yang bermitra dengan CASA Spanyol, lalu Airbus A-300, Helikopter BO-105, CN 235, Transcall C-160, Hansa Jet 320, Multi Role Combat Aircraft, N-250 dan R80.

Berbagai prestasi tersebut tentunya bisa menjadi inspirasi bagi kita. Semua kerja kerasnya, ketekunannya mengajarkan kita bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasilnya. Selamat jalan Pak Habibie, terima kasih atas inspirasi yang diberikan. Semua warisan dari buah pikirmu kini menjadi tanggung jawab kami.

1+

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *