Kesalahan yang Buat Karyawan Tidak Produktif

Kesalahan yang Buat Karyawan Tidak Produktif

Produktifitas karyawan memang erat kaitannya dengan perkembangan bisnis. Tapi apakah jika karyawan tidak produktif Anda lantas langsung memarahi atau memecatnya? Jangan dulu, karena bisa jadi itu salah Anda.

 

Loh kok, saya kan bos, yang kerja kan karyawan. Kenapa saya yang disalahkan?”

 

Menurut informasi dari Ragan, tidak produktifnya karyawan bisa jadi karena ulah bosnya. Jika sebagai bos Anda tidak menyadarinya, meski Anda pecat pun, karyawan-karyawan berikutnya juga bakal bernasib sama.

 

  1. Imbalan yang tak patut

Imbalan tak sekadar gaji, tapi apa yang didapat. Misal perhatian lebih, bonus yang lebih, perkembangan karir yang lebih. Penting juga memikirkan kebutuhan karyawan, apakah transport, uang makan, dan tunjangannya benar-benar menutupi kebutuhan sehari-harinya?

Tentu saja semua disesuaikan dengan jabatan, masa kerja dan konduite (peri kelakuan, kemampuan, atau kepatuhan terhadap tata tertib lingkungan kerja).

 

  1. Ruang yang mengerikan

Pernah ngintip kantor Google atau Kaskus? Semua orang pasti bermimpi untuk memiliki ruangan yang nyaman seperti itu. Dan itu, merupakan salah satu faktor yang buat karyawan produktif, karena mereka betah.

 

  1. Tak ada pengembangan diri

Tiap orang memiliki targetnya sendiri-sendiri, termasuk karyawan. Selain gaji, kebanyakan orang juga butuh mengembangkan diri. Jadi jangan heran jika karyawan Anda tidak produktif kalau upah yang diberikan juga sangat minim, pressurenya keras, tapi kesempatan mengembangkan dirinya tidak ada.

 

  1. Tidak menerima masukan

Nah ini, satu lagi yang buat karyawan kesal, yaitu bos yang tidak menerima masukan. Bukan berarti Anda harus menerima semua masukan yang ada, tapi coba pikirkan, apa dampaknya. Jika memang ada peluang buat mengembangkan perusahaan, kenapa tidak dicoba? Dengan menerima masukan mereka, karyawan Anda akan makinm semangan karena merasa dihargai.

 

  1. Takut gagal

Seorang pemimpin berpikir negatif, yaitu takut gagal pada rencana baru padahal ide belum dijalankan. Jika begitu, bagaimana orang bisa terus mengikuti Anda. Seorang pemimpin haruslah punya optimisme yang kuat. Kendati gagal, Anda dan karyawan akan mendapat pelajaran dari sana.

Sederhananya, produktifitas itu berbanding lurus dengan kebahagiaan. Jika karyawan Anda merasa bahagia, maka tidak perlu diragukan lagi bahwa karyawan Anda sudah sangat produktif.

 

Sumber : http://www.marketing.co.id/kesalahan-yang-buat-karyawan-tidak-produktif/

\"yot_gathering\"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *