Perpustakaan, Jaminan Pendidikan di Jepang

Perpustakaan

Perpustakaan menjadi jaminan pendidikan di Jepang untuk memajukan generasi muda. Makanya, perpustakaan dengan koleksi komplit menjadi andalan bagi sekolah-sekolah di Jepang untuk menggaet calon siswa. "Perpustakaan adalah salah satu ciri sekolah di Jepang," tutur School System Coordinatoruntuk Hikari Japanese School, Wiginy Kusliawan, di Jakarta pada Senin (2/3/2015).

Media massa di Tokyo, Jepang, Yoshiko Shimbun, dalam wartanya beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa kebiasaan membaca di Jepang berawal dari sekolah. Sebelum memulai pelajaran, guru mewajibkan siswa membaca selama sepuluh menit. Menariknya, kebiasaan ini berlangsung lebih dari 30 tahun. 

Jam masuk sekolah di Jepang dimulai pada pukul 07.00 waktu setempat. Tetapi gerbang sekolah mulai ditutup 15 menit sebelum pelajaran formal dimulai. Pada jam inilah biasanya peraturan tersebut dilaksanakan. Dengan demikian, pada lima belas menit pertama anak-anak sekolah dasar diwajibkan membaca buku apa pun yang dipilihnya dari perpustakaan sekolah. 

Lebih lanjut, imbuh Wiginy, pihaknya akan membuka sekolah Hikari mulai April tahun ini. Sekolah tersebut berada di kawasan Orange County CBD Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Luas lahan Orange County mencapai 322 hektar. "Untuk tahap awal, kami membuka sekolah taman kanak-kanak," tuturnya sembari menambahkan pembukaan pada April menyesuaikan diri dengan sistem sekolah di Jepang.

Wiginy mengatakan, untuk sementara waktu, sekolah akan memanfaatkan lahan seluas 2.100 meter persegi. Di situ, akan ada delapan ruang kelas, termasuk perpustakaan. Menurutnya, ke depan, bakal dibangun pula lapangan sepak bola, stadion tertutup, lintasan bersepeda, serta sarana lainnya sesuai standard pendidikan di Jepang. "Kami memang menyasar anak-anak para ekspatriat Jepang," tuturnya. 

Masih menurut Wiginy, jumlah ekspatriat Jepang, khususnya, di kawasan Timur Jakarta, ada sekitar 5.000 orang. Kebanyakan dari mereka bekerja di industri-industri penanaman modal asing (PMA) Jepang. 

Sekolah Hikari yang berarti cahaya atau terang akan menggunakan dua bahasa pengantar yakni Jepang dan Inggris. Sementara, kata Wiginy, sekolah rata-rata memungut uang bulanan per-siswa sebesar 300 dollar AS.
 

Sumber :

http://edukasi.kompas.com/read/2015/03/02/16074801/Perpustakaan.Jaminan.Pendidikan.di.Jepang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *