Mengungkap Sisi Kemanusiaan Dibalik Industri Fashion

Mengungkap Sisi Kemanusiaan Dibalik Industri Fashion

Dibalik baju yang kita kenakan, ternyata ada sisi lain kemanusiaan yang harus kita tahu. Mulai dari kesejahteraan masyarakat sampai dampak industri fashion terhadap lingkungan. Nah, ternyata ada global movement bernama Fashion Revolution yang concern akan berbagai permasalahan di industri fashion tersebut. Untuk lebih lengkapnya, yuk simak obrolan Young On Top bersama Imanzah Nur Hidayat, Country Coordinator Fashion Revolution Indonesia.

 

Apa latar belakang berdirinya Fashion Revolution di Indonesia?

Latar belakang dari rasa penasaran saya tentang sustainability dan social innovation. Karena pada saat itu saya juga sedang merintis maker spaces yang fokusnya ke social innovation, jadi saya cari tau gimana caranya membangkitkan gairah orang-orang untuk melakukan design produk tapi dengan mempertahankan nilai-nilai sosial dan kesejahteraan masyarakat. Saya Googling, lalu nemu tentang Fashion Revolution, sebuah global movement untuk mendorong critical dan sustainability dari industri fashion dunia yang dilandasi oleh ketidakadilan dan ketimpangan dengan rubuhnya factory di Bangladesh. Sampai akhirnya ada sisi kemanusiaan yang terungkap dari kejadian tersebut. Salah satu agenda untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah policy. Bagaimana merubah policy tentang kesejahteraan dan kondisi lingkungan kerja pabrik garmen. Jadi konotasinya adalah saya mau belajar membuat kebijakan untuk bisnis-bisnis yang stakeholder-nya bergerak di bidang industri fashion. Jadi motivasinya saya pengen belajar dan pengen dapet konten soal social innovation, bagaimana DNA-nya, saya belajar dari Fashion Revolution.

 

Kapan Fashion Revolution dibawa ke Indonesia dan bagaimana peran Fashion Revolution global?

Fashion Revolution global itu berdiri di tahun 2013. Kalau di Indonesia 2014. Fashion Revolution global memberikan materi ke kami mengenai event yang bisa dijalankan dan kami bisa improvisasi seputar topiknya mau seperti apa. Tiap tahun topiknya berbeda-beda. Kalau April tahun ini, kami ambil topik ‘Women Empowerment’, yaitu gimana caranya menghargai pekerja-pekerja garmen yang 80% wanita. Gimana kita bisa mendengar suara mereka tentang misalnya gaji yang kurang atau bahkan human trafficking.

Mengungkap Sisi Kemanusiaan Dibalik Industri Fashion

 

Apa kendala dalam membangun Fashion Revolution di Indonesia?

Pastinya yang pertama itu waktu, karena membernya sifatnya volunteer jadi gak ada kewajiban untuk mengerjakan ini setiap hari. Kedua adalah dinamika, dalam arti ketika tim saya yang designer-designer fashion muda Indonesia, mereka ikutan kompetisi dan harus kesana-kesini, akhirnya waktu untuk Fashion Revolution-nya berkurang. Tapi kendala itu yang akhirnya jadi indikator sukses buat saya, karena mereka sudah menguasai teori dan juga prakteknya. Mereka jadi belajar dari konten kita, misalnya tentang fashion business, lingkungan dan pemahaman martabat hidup.

 

Apa kegiatan rutin Fashion Revolution?

Kami ada tiga kegiatan, yaitu mengenai policy, campaign dan project. Kalau policy yang tadi, mengenai peraturan kesejahteraan dan kondisi lingkungan kerja di pabrik. Kalau kampanye itu setahun sekali baik online maupun offline selama bulan April. Online campaign itu berupa #WhoMadeMyClothes, yang dari situ kita bisa tau siapa yang jahit baju kita, berapa gajinya, pabriknya dimana sampe foto orangnya, di mention di social media ke akun brand-nya itu. Jadi kalo kayak gini kita bisa dapet info, pabriknya dimana dan kondisinya seperti apa. Lalu kalo offline campaign itu namanya Fashion Revolution Day.

Sedangkan project itu, ide apa untuk men-design baju yang zero waste dan tidak menghabiskan pola dan bahan. Kemudian tercetuslah ide untuk membuat open studio. Itu adalah alternatif dari fashion show, jadi bisa bikin workshop, bahkan bikin film.

Selain itu kami juga membuat Clothes Swap, yaitu tukar baju kesayangan. Ini berbeda dengan donasi, jadi setelah dia drop bajunya, dia harus ambil salah satu baju lain yang ada di situ. Kami beri nama lemari transisi. Baju yang di drop di sini harus mengisi form terlebih dahulu. Mereka yang mau drop bajunya harus gambar ilustrasi bajunya, lalu ada survey-nya kenapa bajunya mau ditukar.

Mengungkap Sisi Kemanusiaan Dibalik Industri Fashion

Kegiatan Clothes Swap yang diselenggarakan Fashion Revolution Indonesia

 

Bagaimana kalau ingin bergabung dengan Fashion Revolution Indonesia?

Kami open member, boleh join kapan saja. Saat ini ada 7 orang yang bergabung sebagai volunteer di Fashion Revolution Indonesia. Kami ada kegiatan kopi darat setiap hari Sabtu. Saat ini kami juga sedang mencari konektor yang audiensnya haus akan ilmu, untuk saling menyatukan konten. Saat ini kamu telah bekerjasama dengan British Consule sebagai konektor dari Fashion Revolution Indonesia.

 

Rencana ke depan mau buat project apa?

Fashion Revolution Week di bulan April 2020 nanti sudah kami bahas di antar semua koordinator di semua Negara. Untuk poin-poinnya sudah didapat dan kita namakan Fashion Revolution Manifesto, salah satu manifestonya adalah menghargai pekerja artisan garmen yang mengutamakan produk sendiri daripada beli baru. Manifesto itu juga bisa dalam bentuk event, yang disesuaikan dengan pasal-pasal gerakan dari Fashion Revolution. Sehingga Fashion Revolution global akan posting juga kegiatan dari Fashion Revolution Negara-negara lain, jadi bisa dapetin exposure global. Inilah cara kami membuat program dan masih berjalan. Jadi campaign plan-nya pun teratur

Mengungkap Sisi Kemanusiaan Dibalik Industri Fashion

Salah satu kegiatan di acara Fashion Revolution Week 2019

 

Concern Fashion Revolution kan ke pekerja, lalu pendapat Mas tentang kesejahteraan pekerja garmen di Indonesia seperti apa?

Iya, karena berangkat dari peristiwa di Bangladesh yang dimana pekerjanya udah gak mau kerja, tapi masih disuruh kerja terus. Itu semacam ‘mengheningkan cipta’ untuk industri fashion. Di Indonesia sendiri dari segi peningkatan karir, pekerjanya 80% wanita, tapi leaders-nya masih kebanyakan laki-laki. Itu realitanya, belum lagi sisa gaji yang gak dibayar.

 

Pesan untuk pelaku fashion di Indonesia, khususnya anak muda?

Untuk sisi konsumen, kalau punya baju dipake terus selama 10 tahun. Kalau pun rusak, bisa dijahit, diperbaiki atau dirombak. Kalau pun harus beli, prioritaskan dari baju yang sudah ada. Tapi kalau memang mau beli, ya beli karya designer lokal. Atau kalau ke department store, cek labelnya itu dibuat di mana, lalu post dengan hashtag #WhoMadeMyClothes.

Untuk sisi brand, harus ngerem produksi, jangan banyak-banyak mengeluarkan koleksi dan jangan ngejar volume produksi. Tujuannya ini juga untuk detoks kimia supaya gak dipakai lagi di pewarna baju.

Imanzah Nur Hidayat, Country Coordinator Fashion Revolution Indonesia

Imanzah Nur Hidayat, Country Coordinator Fashion Revolution Indonesia

 

Nah itu dia obrolan seru kita bareng Imanzah Nur Hidayat, Country Coordinator Fashion Revolution Indonesia. Buar kamu yang masih penasaran dengan profil ataupun kegiatan mereka, kamu bisa kunjungi media sosial mereka, yaitu

Twitter: twitter.com/Fash_RevID/

Instagram: instagram.com/fash_rev_id/

2+

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *