Stop Stigma Penyandang Down Syndrome

Hallo YOTers!!!
Kalian udah tau ga? Kalo setiap tanggal 21 Maret diperingati sebagai Hari Down Sindrome sedunia? Nah sebenarnya apa sih down syndrome itu? Apa sih keunikan dari penderita down syndrome hingga PBB menetapkan tanggal 21 Maret sebagai hari down syndrome seluruh dunia? Yuk baca dan simak artikel ini, untuk mengetahui fakta-fakta seputar down syndrome lebih lanjut.

Sejak tahun 2012, PBB menetapkan tanggal 21 Maret sebagai Hari Down Sindrome Sedunia. Pemilihan tanggal tersebut memiliki filosofi, Tanggal 21 bulan ketiga merupakan presentasi keunikan tiga copy kromosom atau trisomi yang ada pada kromosom ke-21 dalam tubuh seorang anak dengan down syndrome. Down syndrome merupakan salah satu penyakit genetic yang terjadi karena adanya kegagalan pembelahan kromosom. Kromosom nomor 21 pada penderita down syndrome tidak membelah diri menjadi dua, melainkan berjumlah tiga atau trisomi. Akibatnya seorang bayi memiliki 47 kromosom bukan 46 kromosom seperti pada umumnya. Hal itu yang menjadi penyebab terjadinya ke abnormalitasan pada perkembangan fisik dan mental seorang anak yang mengalami down syndrome. Tujuan dari peringatan Hari Down Syndrome Sedunia yang jatuh pada 21 Maret ini untuk meningkatkan kesadaran publik serta menciptakan suara dunia tentang hak, inklusi, dan kesejahteraan penderita kelainan ini.

YOTers pasti bertanya-tanya nih, bagaimana si prevalensi down syndrome di dunia? Berdasarkan estimasi World Health Organization (WHO), terdapat 1 kejadian down syndrome per 1.000 kelahiran hingga 1 kejadian per 1.100 kelahiran di seluruh dunia. Setiap tahunnya, sekitar 3.000 hingga 5.000 anak lahir dengan kondisi ini. WHO memperkirakan ada 8 juta penderita down syndrome di seluruh dunia. Dan di Indonesia sendiri, Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan, pada 2010 prevalensi down syndrome sebesar 0,12 persen. Namun, nilai ini meningkat menjadi 0,13 persen pada 2013. Dengan kata lain, terdapat 0,13 persen anak usia 24-59 bulan di Indonesia yang menderita sindrom Down.

Setelah membaca penjelasan diatas, tentunya YOTers akan tahu bahwa penyebab terjadinya down syndrome adalah adanya kelainan kromosom, dimana terdapat kegagalan pembelahan kromosom sehingga menyebabkan penambahan materi genetic pada kromosom pada nomor 21. Mekanisme terjadinya down syndrome belum diketahui secara pasti, akan tetapi terdapat beberapa resiko yang meningkatkan seseorang untuk memiliki anak yang menderita down syndrome. Beberapa hal yang meningkatkan resiko tersebut antara lain, wanita yang hamil pada usia diatas 35 tahun, pernah melahirkan bayi dengan down syndrome ataupun factor genetic karena memiliki riwayat keluarga dengan gen down syndrome.

Penderita down syndrome biasanya memiliki tanda khas loh YOTers dan umumnya tanda khas ini antara penderita memiliki kesamaan. Apa saja sih ciri penderita down syndrome? YOTers ada yang tau gak? Gejala down syndrome dapat muncul secara bervariasi, mulai dari yang tidak tampak sama sekali sampai muncul tanda yang khas pada bentuk wajah. Bentuk wajah yang khas ini umumnya dapat dikenali dengan mudah. Beberapa bentuk wajah yang khas pada penderita down sindrom antara lain:
· Bentuk wajah datar
· Mata terlihat sipit (miring ke atas dan ke luar)
· Kedua telinga berukuran kecil
· Hidung dan mulut kecil
· Leher, lengan dan kaki yang pendek
· Tangan yang luas dengan jari pendek
· Berat badan dan tinggi badan saat lahir di bawah rata-rata

Selain memiliki bentuk fisik yang khas, ternyata anak-anak penderita down syndrome memiliki hambatan dalam belajar dan mengalami perkembangan yang cenderung lambat. Perkembangan yang tertunda ini akan berbeda pada masing-masing penderitanya. Misalnya saja, anak-anak penderita down syndrome mungkin lambat dalam belajar menggapai sesuatu, duduk, berdiri, berjalan atau berbicara. Meskipun pada akhirnya anak-anak penderita down syndrome bisa mencapai keterampilan tersebut, akan tetapi dalam prosesnya membutuhkan waktu yang relatif panjang jika dibandingkan dengan anak biasanya.

Tahukah YOTers? Penderita down syndrome umumnya dapat didiagnosa ketika baru lahir bahkan ketika masih di dalam kandungan. Lalu bagaimana si tindakan yang harus dilakukan dalam merawat anak yang menderita down syndrome? Apabila seorang anak telah didiagnosa mengidap down syndrome, anak sudah harus mulai melakukan perawatan dan terapi. Adapun terapi yang dapat dilakukan seperti fisioterapi, rehabilitas medic, terapi wicara, terapi okurasi dan sebagainya. Berbagai perawatan dan terapi tersebut dimaksudkan agar anak dengan down syndrome dapat memiliki kemampuan dasar yang bisa menolong hidupnya sendiri atau bisa hidup mandiri. Selain itu, untuk anak yang sudah harus masuk usia sekolah hendaknya dilakukan pemeriksaan oleh tim ahli terlebih dahulu untuk menentukan sekolah. Karena dalam hal ini harus disesuaikan dengan kemampuan kecerdasan anak.

Penderita down syndrome memang memiliki beberapa keistimewaan tertentu jika dibandingkan dengan manusia biasa. Dalam kegiatannya pun diperlukan perlakuan khusus sesuai dengan kemampuannya. Namun, dibalik sebuah kekurangan yang dimiliki, penderita down syndrome umumnya memiliki kelebihan yang luar biasa loh YOTers. Bahkan kelebihan tersebut kadang tidak akan dimiliki oleh manusia normal.

Jadi, peringatan hari down syndrome pada tanggal 21 Maret ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan menciptakan suara dunia tentang hak, inklusi, serta kesejahteraan penderita kelainan down syndrome loh YOTers.

Nah, itu tadi sekelumit penjelasan mengenai Down Sindrome ya YOTers. Semoga bisa bermanfaat dan senantiasa menggugah kepedulian kita terhadap mereka yang memiliki kelebihan tertentu ya.
See you YOTers!

Penulis: Vania Helga Onasis

Sumber foto : https://www.golife.id/anak-down-syndrome/
Sumber artikel : https://tirto.id/lebih-dekat-dengan-down-syndrome-clbN
https://www.honestdocs.id/down-syndrome
https://lifestyle.okezone.com/read/2018/03/28/481/1879046/cara-tepat-menangani-anak-down-syndrome

World Down Syndrome Day