Suka Duka Anak Rantau

Menjalani hidup dengan bebas dan tanpa pengawasan mungkin menjadi cita-cita beberapa orang yang merasa hidup ini monoton dan terkekang. Salah satu pelarian yang dapat dilakukan adalah dengan merantau. Namun ada beberapa orang yang justru merasa merantau adalah salah satu fase untuk memulai kehidupan baru yang lebih menantang dan lebih baik.

Merantau, atau harus meninggalkan kehidupan bersama keluarga dan teman di kampung halaman adalah salah satu keputusan yang sulit. Namun kehidupan merantau ternyata tidak selalu semenyeramkan itu kok. Kita tetap dapat menikmati kehidupan yang baru dengan menyenangkan dan bahkan lebih baik. Walaupun mungkin lebih banyak duka nya dibanding sukanya. Berikut suka dan duka yang saya hadapi mungkin setelah hampir 6 tahun merantau hidup di kota orang lain jauh dari keluarga.

DUKA

1. Homesick

Hal yang tidak dapat terbantahkan, bahwa kita akan rindu dengan keadaaan rumah dan kampung halaman. Rutinitas yang biasanya dilakukan setiap hari bersama keluarga atau teman mungkin tidak akan bisa didapatkan bila kita merantau. Mungkin di tahun pertama kita akan selalu membandingkan rutinitas yang dilakukan di kampung halaman dan kota yang sekarang kita tempati, namun percayalah bahwa adaptasi dengan rutinitas baru adalah sebuah fase yang akan kita hadapi dan lewati. Enjoy dan kamu lambat laut akan larut dengan aktivitas yang dijalani saat ini sehingga homesick intensitasnya akan lebih sedikit 🙂

2. Kehilangan Momen Berharga

Kerap kita tidak dapat pulang kampung meskipun saat itu mungkin keluarga sedang merayakan sebuah momen berharga karena terbentur urusan kuliah atau pekerjaan. Atau mungkin tidak sempat pulang untuk menghadiri reuni sekolah karena uang menipis untuk biaya perjalanan pulang kampung (mending buat makan disini hehe). Rasanya mungkin memang tersiksa karena yang bisa kita lakukan hanya mendapati kabar via video call saja atau menonton momen melalui insta story teman. Tapi harus sabar ya teman-teman karena kita disini juga sedang berjuang ko. Nikmati prosesnya.

3. Sakit adalah Sebuah Musibah!

Sakit memang sebuah musibah, namun jika sakit di tempat rantau dan jauh dari orang tua itu adalah double musibah hehe. Karena sebenarnya apabila kita sakit di tempat rantau kita tidak bisa selalu bergantung pada rekan kerja/ rekan kuliah/ bahkan teman kosan, karena ya mereka juga punya kehidupan pribadi. Mungkin mereka juga akan membantu, namun yaa tidak sebanyak bantuan dan perawatan apabila kita sakit oleh orang tua kita hehe. Sakit itu mahal ya YOTers jadi selalu jaga kesehatan!

4. Kangen Masakan Mamah

Ini hal paling penting. Seenak apapun kita makan di tempat rantau. Namun ujung-ujungnya kita akan kangen masakan mamah ko percaya deh hehe. Gaada deh yang bisa ngalahin sayur asem buatan mamah, atau nasi goreng campur telor yang mamah kita buat. Jadi maksimalkan momen pulang kampung untuk puas-puasin makanan kesukaanmu buatan mamah ya. Karena kalau kita minta antar pakai paket lumayan repot juga hehe.

 

SUKA

1. Atmosfer Baru

Nah ini, jangan takut dan cemas tempat tinggal baru yang ditempati akan monoton. Justru atmosfer baru untuk kita yang terbiasa dengan lingkungan yang itu-itu aja kini saatnya kita untuk mengexplore diri. Misalnya dengan mencari makanan khas daerah tersebut, cafe nyaman untuk tempat tugas atau lembur kerja, taman yang asik untuk jogging di weekend. Banyak ko YOTers yang bisa kita explore kalau kamu mau berusaha. Jangan lupa tanya pada temanmu atau mbah Google yaa.

2. Circle yang Lebih Luas

Mungkin teman kerja mu atau teman kuliah mu berasal dari daerah yang berbeda dan beragam. Kini saatnya kita untuk meluaskan circle yang kita punya dengan berteman dan kenal dengan siapa saja. Belajar hal baru dan meluaskan relasi yang mungkin kelak akan berguna di esok hari. Atau hal yang termudah kamu bisa mencari komunitas yang satu kesukaan dan satu frekuensi untuk mendapatkan teman baru yang lebih asik. Saat ini banyak platform yang bisa mempertemukan kita dengan komunitas yang satu kesukaan ko seperti Grup Facebook, Twitter, Line Square atau platform lainnya.

3. Lebih Memaknai Kehidupan Khususnya dengan Orang Tua

“Merantaulah, maka kamu tau bagaimana rasanya rindu dan kemana kamu harus pulang”. Jujur ini adalah hal yang 100% benar adanya. Dengan merantau maka kamu akan lebih memaknai hidup dan memaknai apa artinya keluarga dan rumah untuk berlabuh. Merantau jauh dari sanak saudara dan kerabat akan menyadarkan kita bahwa kemana kita harus pulang.

4. Mampu Mengetahui Batas Diri

Hal ini adalah yang super seru namun juga menantang. Karena dengan merantau kamu akan bebas menentukan kehidupan seperti apa yang akan kamu jalani, khususnya untuk kamu yang kost sendiri. Kebebasan yang ada akan menyadarkan diri untuk mengetahui bagaimana batas diri dan bagaimana harus menjaga diri di kota orang lain. Terapkan aturan-aturan diri yang benar dan selalu diingat. Salah satu saran terbaik nya adalah dekat dengan rekan atau kerabat yang baik dan mampu menjaga satu sama lain serta tidak takut untuk menyadarkan kita bila melalukan hal yang buruk.

 

Mungkin hal itu yang bisa saya share mengenai apa suka dan duka dalam menjalani kehidupan merantau jauh dari orang tua. Beberapa orang mungkin akan memiliki versi suka dan duka merantau yang berbeda. Kalau kamu punya kehidupan suka dan duka merantau juga, yuk share dan komen dibawah ini…

 

@mrreizaldy