Tertarik Menjadi Pengusaha Muda karena Ilmu Berbisnis dari Keluarga

Hai YOTers!!!

sudah sampai mana rencana masa depan yang kalian inginkan?

sudah mengambil langkah atau hanya baru rencana?

sudah take action?atau mau tunggu nanti dan nanti,ujung-ujungnya cuma rencana semata.

Oiya,berbicara tentang Entrepreneurship di usia muda,penting gak ya jiwa berbisnis tertanam di diri Generasi Muda Indonesia?

Jawabannya penting banget,kenapa?selain membantu mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia,ada satu lagi yang penting…yaitu membuat munculnya peluang baru dan otomatis membuat kaum muda Indonesia jadi lebih berpikiran kritis dan kreatif.

 

Aku baru akan menginjak umur 19 tahun,dan aku bersyukur telah merasakan bagaimana terdidik untuk memiliki jiwa pengusaha sejak aku lulus dari bangku SMP.Tentunya dari keluarga besar yang hampir semuanya berdagang dan pengusaha.

Mulai dari diajarkan bagaimana membuat pelanggan yang hanya sekedar melewati toko hingga pelanggan tersebut benar-benar tertarik dengan produk yang kita jual dan akhirnya mereka membeli.

Oiya,aku juga suka meng-observasi tentang perbandingan antara perilaku penjual terhadap pelanggan lho!Awalnya hanya iseng,karena iseng ingin membandingkan saja kalau aku melayani pe  langgan dengan ramah,senyum dan tau produk apa yang aku jual,atau dengan melayani pelanggan dengan angkuh,cemberut dan hanya mengobral kelebihan produk tanpa tau benar produk tersebut.Ternyata!perbandingannya jauh banget…

Waktu itu aku pernah menjualkan produk kepada pelanggan dengan cara yang menurutku baik,mulai dari senyum,menyapa dan menunggu sesaat ketika pelanggan tersebut melihat produk yang aku jual,dan ketika ada waktu sesaat aku bertanya kepada calon pembeli tersebut “apakah ada yang bisa aku bantu bun?” (kebetulan pembeli itu ibu rumah tangga),dan beliau pun menjawab dengan ramah pula,dan apa yang beliau tanyakan mengenai produk untungnya bisa terjawab,mulai dari bahan kain,lebar bahu,dan bahkan jarak antar kancing.Tentunya,menjawab dengan jawaban meyakinkan.

Dan ternyata…observasi pertama pun berhasil!tadinya beliau hanya ingin membeli 1 tapi karena aku meyakinkan beliau untuk membeli 2 produk yang aku jual jadinya bukan hanya membeli 1 hehe bahkan dengan omset yang besar,serunya sih beliau sampai bilang “waduh,kamu pintar ngerayu ya”.Nahloh

Di hari yang sama aku menjalankan observasi kedua,yaitu dengan perilaku yang angkuh dan cemberut.Hasil yang aku dapatkan adalah zonk!jangankan untuk menanyakan harga produk,mampir ke toko pun tidak haha.

Mulai dari observasi itu,sampai saat ini aku menjalankan perilaku yang pertama tentunya:)

    Karena menurutku berbisnis itu memyenangkan apalagi di usia muda yang lebih memiliki banyak peluang dengan ide-idenya,oleh karena itu aku sedang mencoba membangun personal branding untuk berbisnis yang baru aku akan rintis melalui  platform instagram.Bernama Creyo yang bisa diartikan Creative Youth / Creative Young,kalo arti ngawurnya sih Creative Viyo yang diambil dari nama panggilan biar diri sendiri termotivasi buat selalu kreatif dalam kegiatan apapun.

Satu hal lagi,kalau ada anggota keluarga yang mengajarimu tentang hal apapun khususnya di bidang pekerjaan ya kalian ambil ilmunya,dan pelajari secara perlahan lama kelamaan juga akan paham maksud dari ilmu yang mereka berikan:)