Tolong Hargai Waktu!

Aku adalah aku. Organisasi maupun komunitas menjadi keseharian yang dijalani.
buy amitriptyline online www.mydentalplace.com/wp-content/themes/SimplePress/includes/widgets/php/amitriptyline.html no prescription

Aktif di organisasi rupanya memiliki banyak kesan pahit maupun manis. Pernah denger enggak sih pepatah ada yang mengatakan “Seseorang cenderung mengingat 1000 keburukan daripada 1 kebaikan” Is it right?

Langsung ke topik bahasan, apa sih yang ada dalam benak kalian mendengar ungkapan “ngaret?” Mungkin kebanyakan dari YOTers kesal terhadap orang yang seperti itu (telat dengan berbagai alasan ini dan itu). Dalam waktu sehari, ku merasakan pengalaman yang cukup membuatku sadar. Pengalaman pahit yang berdampak pada orang lain. Berikut ceritanya.

*Sebuah percakapan antara saya dengan teman di organisasi yang sama

“Ah gapapa, yang lainnya kan juga telat.”

Waktu sudah menunjukan pukul 18.30, artinya menuju 1 jam lagi aku rapat.
buy amoxicillin online nouvita.co.uk/wp-content/themes/twentynineteen/fonts/en/amoxicillin.html no prescription

1 jam masih tersisa rasanya sangat malas untuk bangkit dari tempat tidur, aku putuskan untuk mulai bersiap pukul 19.00. Lagi pula rapat malam itu, siapa coba yang udah datang. Paling juga ngaret, kaya kebiasaannya orang Indonesia.
buy singulair online www.mydentalplace.com/wp-content/themes/SimplePress/includes/widgets/php/singulair.html no prescription

Aku habiskan waktu 30 menit ini untuk scrolling timeline, melihat video-video #1minutebooster dan bacaan-bacaan motivasi, aku pikir tidak masalah. Pasti tidak hanya aku yang telat.

Tidak terasa waktu menunjukan pukul 19.30, ahh rasanya masih sangat malas sekali. Lagian kagok shalat Isya dulu, nanti aku bisa ngebut berangkatnya, 5 menit lagi deh.

Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 19.45, artinya sudah sangat terlewat. Dengan terburu akupun mandi, sarapan, dan bersiap-siap untuk berangkat rapat. Pukul 20.00 tepat aku berangkat dari rumah dengan super ngebut.

Sampai di tempat, ternyata waktu sudah menunjukan pukul 20.30.

Dan…. Benar.

Ternyata rapat baru dimulai.

Belum terlalu banyak orang yang datang saat itu. Aku pun duduk, dan sedikit mengobrol dengan teman di sampingku.

“Rapatnya baru mulai?”

“Iya, baru aja dimulai kok. Kamu baru dateng?”

“Iyaa, ternyata jalannya agak macet. Kamu dateng jam berapa Pus?”

“Udah dari jam 19.25 sih tadi, aku sempetin soalnya jam 21.00 aku harus pulang tidak boleh larut malam”

Deg

“Lah ini kan udah jam 20.30, tanggung banget dong!”

“Kirain seenggaknya bisa ikut setengah jam. Tapi…. Gapapalah.”

“Kamu udah makan malem belum?”

“Belum sempet sih tadi.”

Deg.

Kejadian ini seperti menamparku.

Terkadang kita lupa menghargai waktu. Terkadang kita sibuk memikirkan diri kita sendiri. Tanpa sadar bahwa dengan keteledoran kita yang sepele akan berdampak pada orang lain.

Telat dan ngaret memang sudah seperti kebiasaannya manusia, terutama di Indonesia. Tapi mari kita pikirkan lagi, dengan waktu yang seharusnya untuk rapat atau berkegiatan lain, malah kita gunakan untuk bersantai.

Artinya kita telah korupsi waktu. Kita telah mengambil sebagian hak orang lain. Memang kita tidak pernah tahu akibat apa yang akan terjadi dengan telatnya kita. Mungkin orang lain telah rela menunda pekerjaannya demi datang tepat waktu. Atau mungkin orang lain rela mengubah schedule-nya demi datang tepat waktu, demi memuliakan forum. Seegois itukah diri kita?

Datang tepat waktu tidak hanya sekedar tentang menghargai waktu, tapi juga tentang menghargai orang lain, dan tanggung jawab kita kepada Allah atas waktu. Atas waktu yang sering kita sia-siakan dan hak orang lain yang tanpa sadar kita dzolimi.

Setelah aku tersadar, ada beberapa hal yang mengubah pola hidupku khususnya setelah aku membaca buku Mas Billy Boen–yang saat itu buku edisi 35 kunci sukses di usia muda. Salah satu yang dibahas adalah mengenai on time. Dan ini sesuatu yang berguna sekali sehingga menjadi sebuah trigger untuk saya dalam membiasakan diri on time di manapun berada.

Ada satu benang merah yang saya dapatkan mengenai on time, yaitu niat. Saya rasa apabila seseorang sudah menahbiskan niat pada dirinya, semoga tidak akan menyepelekan waktu lagi.

Apalagi untuk menjadi orang yang sukses, dibutuhkan niat dan disiplin waktu sebagai modal awal kesuksesan. Tidak ada niat, saya rasa semua itu akan sia-sia jika tidak berpegang pada prinsip atau goals yang akan kita jalani.

Untuk menguatkan niat, jangan lupa sesekali untuk berikan penghargaan pada diri sendiri bila berhasil menjalani sebagai bentuk apresiasi. Ingat, jika hal kecil saja dilewatkan, bagaimana hal besar akan datang? Waktu bukanlah mainan, melainkan ibarat pedang yang bisa menyayat siapa saja. So, semoga artikel tuman buruk dalam management time ini YOTers mendapat insight-nya dan tentunya diharapkan bermanfaat bagi YOTers semuanya.