Tradisi Budaya Masyarakat Jember

Hai YOTers!

Yuk kenalan sama tradisi-tradisi masyarakat yang ada di Jember. Tradisi di Kota Jember memiliki berbagai macam dan keunikan. Adanya sebuah tradisi di masyarakat adalah supaya manusia kaya tentang nilai sejarah dan budaya untuk menciptakan kehidupan yang harmonis. Tradisi dapat di artikan sebagai warisan yang benar atau warisan masa lalu. Berikut tradisi budaya masyarakat di Jember antara lain:

Tari Lahbako

Tari Lahbako adalah tari tradisional kelompok yang berasal dari Kabupaten Jember diciptakan pada tahun 1980-an yang menggambarkan kehidupan masyarakat petani tembakau di Jember, Jawa Timur.

Tota’an Merpati

Kecamatan Semboro Kabupaten Jember, merpati mewakili simbol damai dan sebuah tradisi yang bernama Tota’an yang menyebar ke daerah lain di Jember sampai pusat kota. Tradisi ini dilakukan satu tahun dua kali.

Reog di Pendalungan

Berawal penjajahan Belanda yang membawa pekerja Mataraman, akhirnya terjadi akulturasi budaya dan muncul seni reog di Jember. Kelompok reog tertua di Jember, ada sejak 1950.an yaitu di desa wuluhan dan desa kesilir.

Musik Patrol

Musik patrol dahulu digunakan untuk ronda malam. Musik patrol pada tahun1983, Bapak Sutaji warga asli Jember mengembangkan musik patrol menjadi suara yang indah dan digunakan untuk mengiringi lagu tradisional.

Larung Sesaji

Larung sesaji atau petik laut yaitu ritual tahunan yang dilaksanakan di Pantai Papuma dengan wangi asap dupa, kemenyan, dan sepotong kepala kambing di atas miniatur kapal serta diarak bersama menuju samudera.

Can Macanan Kadduk

Can-Macanan Kadduk adalah seni budaya Pandhalungan khas Kabupaten Jember yang mempertontonkan macan-macanan dari karung goni yang menakutkan. Awal mula adanya kesenian ini yaitu pada tahun 1974.

Kita sebagai masyarakat, harus saling menjaga kebudayaan dan tradisi agar tidak mudah pudar. Mari lestarikan budaya kita ya #YOTers