Usahaku untuk Menjawab Panggilan Hidup

Banyak orang yang tidak pernah memikirkan tujuannya dilahirkan di dunia ini. Banyak yang sudah tersilaukan oleh cita-cita untuk sukses dan harta yang melimpah. Banyak yang ketika sudah tua menyesal karena dia baru tahu apa panggilan hidupnya. Nah, saya ngga mau kamu merasakan hal ini. Saya berharap kamu mau meluangkan waktu, entah setiap hari 5 atau 10 menit untuk merenung dan berdoa, supaya kamu bisa sadar apa yang menjadi panggilan hidup kamu. –Billy Boen

Ketika aku dihadapkan dengan situasi perkuliahan tingkat akhir, hal yang menjadi sebuah dilema mengerjakan tugas akhir, bukanlah terletak kepada seberapa sulit tugas akhir dan seberapa susahnya menghadapi dosen pembimbing. Aku bukan mahasiswi yang pemalas. Selama masa perkuliahanku, delapan semester kukerjakan tugas-tugas ku dengan baik dan tepat waktu, indeks prestasi yang lumayan, dan dalam menghadapi dosen, bukan tidak pernah aku tidak dimarahi didalam kelas, jadi tidak ada alasan untuk tidak kuat mental mengerjakan skripsi dan sulit dalam menyusun skripsi.

Namun, apa yang sebenarnya terjadi mengapa lama sekali proses menyusun skripsi? tak lain adalah keadaan dalam diriku sendiri. Bukan kurang motivasi. Orang-orang disekitarku sangat banyak untuk dijadikan sumber inspirasi.
buy amoxil online sandraselmafarmacias.com/wp-content/languages/themes/po/amoxil.html no prescription

Hal tersebutlah yang menyebabkan aku lama menyusun skripsi, mereka yang merupakan orang-orang yang menjadi sumber inspirasiku. Salah satunya adalah orang tua ku sendiri.

Ketika aku membaca buku Young on Top Updated, sekilas aku teringat kejadian tahun lalu, betapa bahagianya aku ketika mendapatkan dosen pembimbing yang baik, yang jika aku berusaha mengerjakan tugas akhirku, tahun lalu aku sudah wisuda.
buy diflucan online sandraselmafarmacias.com/wp-content/languages/themes/po/diflucan.html no prescription

buy zyban online https://rxbuywithoutprescriptiononline.net/zyban.html no prescription

Namun, hal itu aku ulur ketika terjadi sebuah insiden setelah beliau menyetujui proposalku, insiden yang berasal dari luar kampus yang menyebabkan aku berada di titik terendah dan tidak bisa kukatakan pada tulisanku ini.

Melihat folder skripsi, aku tidak sanggup, sempat ku diamkan sampai akhirnya aku memutuskan untuk keluar dari keadaan ini, menjadikan skripsiku menjadi panggilan hidupku kedepannya.

Dalam prosesnya tidaklah mudah. Orang tua sudah menanyakan kejelasan dari pengerjaan tugas akhirku, bukan hanya orang tua saja, teman-teman yang kusayangi, kakak-kakak dan abang-abang senior, teman-teman satu komunitas menanyakannya.

Aku tidak bisa berkata-kata banyak bagaimana kepastiannya, namun satu hal yang setiap hari ku syukuri adalah aku berani mengambil langkah yang tidak pasti demi mewujudkannya. Aku membayangkan jika tahun lalu aku wisuda, tidak ada alasan untuk tetap tinggal di kota dimana aku sedang berusaha menyelesaikan studiku dan mewujudkan mimpiku, tidak mengikuti komunitas bermanfaat seperti Young onTop, dan beberapa kegiatan-kegiatan yang saat ini aku ikuti demi mewujudkannya.

Satu hal yang aku sukai dari diriku saat ini adalah aku memiliki prinsip apapun hasilnya aku butuh prosesnya. Aku tidak takut hasil yang gagal, tapi aku tidak terima dengan proses yang tidak berhasil. Hidup ini bukan sekedar menyelesaikan perkuliahan, dapat kerja, dan menikah. Hidup ini adalah kesempatan, hidup ini untuk melayani Tuhan dan sesama.

Tidak terlepas dari apa yang kuperbuat saat ini tak lain adalah bersyukur. Orang tua yang sangat baik, pendidikan terbaik, orang-orang yang kutemukan sampai saat ini adalah orang-orang terbaik, pantaskah aku mempersembahkan yang biasa-biasa saja? pertanyaan ini masih menjadi motivasiku saat ini.