Anak Perbatasan, Bukan kaum lemah!

Perkenalkan nama saya Anna Maria Manullang. Saya anak kedua dari 6 bersaudara.  Saat ini saya adalah mahasiswa apoteker di universitas sumatera utara. Saya sangat beruntung bisa menulis kisah saya dalam perkuliahan selama strata 1 di USU di kolom lomba writing competition dalam tema 10 Tahun Young On Top Menginspirasi.

Saya lahir di daerah perbatasan antara Bengkulu dan sumatera barat tepatnya di kabupaten mukomuko. Jujur PLN baru saja memasuki tempat saya lahir sejak saya SMP kelas 2. Selama belum ada PLN masuk kedaerah saya, kebanyakan rumah ditempat saya tinggal memakai genset pribadi termasuk orang tua saya. Tinggal didaerah perbatasan tidak selalu menyurutkan semangat dalam belajar dan mengejar cita-cita. Beberapa memang teman-teman saya hanya menamatkan sekolah mereka hingga jenjang SD atau sampai SMA lalu menikah. Orang tua saya sedikit mempunyai pemikiran yang berbeda. Walaupun saya dan saudara saya berjumlah 5 orang perempuan dan  1 orang laki-laki, ayah saya sangat mempunyai prinsip untuk maju dan harus bersekolah sampai sebisa kemampuan saya. Jika saya masih mampu untuk belajar maka ayah saya akan selalu medukug semua keperlua kami.

Saya berasal dari keluarga yang sederhana. Ayah saya adalah seorag petani dan wartawan sedagkan ibu saya adalah seorang guru. Setiap hari, saya selalu dimotivasi oleh ayah saya untuk selalu rajin belajar, tidak main-main jika diseklah dan selalu ingat bahwa saat kita sugguh-sugguh da teku dalam megejar impian maka impian tersebut akan ikut bersama kita.

Hal tersebut selalu terngiang dalam kepalaku. Saat aku mulai lengah, aku kembali tersadar bahwa orang tuaku sangat mensupport segala kegiatanku. Di kala malam hari aku dan saudaraku harus belajar, dan saat itu aku masih SD, ayahku rela menemaniku belajar bahkan walau hanya dengan lampu teplok kara PLN belum masuk. Belum lagi aku harus berjalan sekitar 3 km setiap hari untuk menuju sekolah SD ku.

Hal tersebut membiasakan ku untuk hidup mandiri. Aku terbiasa berjalan kaki bahkan saat aku pulang gereja. Saat itu ada bus gereja yang mengantarkan hingga kesimpang jalan menuju rumahku. Saat itu aku masih tinggal didaerah PT Perkebunan kelapa sawit. Jarak dari simpang jalan tempat pemberhentian bus gereja ke rumahku sekitar 2 km. dan aku menempuhnya dengan berjalan kaki bersama kakak dan adik adikku beserta beberapa orang teman temanku yang ikut gereja anak-anak. Dan hal itu tersebut kami jalani dengan penuh sukacita bahkan kami tidak pernah mengeluh untuk harus dijemput dengan kendaraan.
buy lasix online www.parkviewortho.com/wp-content/languages/new/prescription/lasix.html no prescription

Hingga waktu berlalu. Aku mulai beranjak SMP, semangatku untuk belajar kian meningkat. Saat aku lihat bagaimana harapan oaring tuaku padaku aku tersadar, aku harus bisa merubah nasib kedua orang tuaku yang bahkan belum sempat kuliah hanya karna opung ku (kakek dan nenek) yang kurang mampu menyekolahkan ayahku. Aku tidak pernah sadar, ternyata semangat yang tinggi membuahkan keberanian dalam berbagai hal. Hingga suatu saat aku memberanikan diri untuk selalu bertanya mata pelajaranyang tidak kumengerti pada guru. Hal tersebut membuat ibu guru Eri (guru matematika ku saat SMP) memilihku untuk menjadi ketua Dokter kecil untuk pertama kali nya di SMP ku. Aku tidak pernah menyangka. Keberanian kecil yang kumilki berbuah tanpa kusadari. Hingga saat semester 2 dikelas 1 aku meraih Juara 1 umum di SMP ku. Padalah sebelumnya saat SD aku bahkan tidak pernah meraih 3 besar. Setelah medapat juara 1 umum, aku meraih beasiswa dari perusaah tempat rag tuaku bekerja. Saat itu HUT RI Ke 65.  Aku tidak meyagka namaku dipanggil maju kedepan panggung perayaan HUT didaerahku dan aku melihat banyak orang melihatku dalam menerima penghargaan itu. Walaupun uang beasiswa nya tidak begitu besar, namun rasa bangga yang aku rasakan luar biasa senang.

Hingga waktu berlalu, aku masuk SMA dan aku mendapat kesempatan kembali mendapatkan beasiswa dari Dharma Wanita saat kelas 1 SMA. Aku bertemu dengan bupati Mukmuko untuk pertama kalinya da berjabat tangan langsung serta foto bersama. Dan teryta beskya foto ku sudah masuk kran. Serasa mukizat bagiku serag yang tiggal didaerah perbatasa bisa masuk Koran.
buy furosemide online www.mydentalplace.com/wp-content/themes/SimplePress/includes/widgets/php/furosemide.html no prescription

Hingga saat nya memasuki duia perkuliahan, aku takut sebearnya untuk memilih urusan selai di UNIB (universitas Bengkulu). Aku malu dengan kemampuan ku, aku sangat minder. Namn ayahku sangat mensupprtku da megatakan bahwa setumpulya pisau jika diasah terus akan taam jga, katanya percayalah jika kamu berusaha sugguh-sugguh usahamu akan berbuah nak!.

Denngan persiapa selama 1 bula menuju sbmptn 2014. Aku belajar dega sungguh-sungguh. Da hasilya aku lulus di urusan FARMASI-Universitas Sumatera Utara.  Aku sanagt bahagia. Namun saat masuk kuliah aku mulai merasa tertekan. Aku sangat minder denga kaan-kaank yang berasal dari kota. Cara mereka berpakaian, cara mereka berbicara bahkan mereka sangat pintar. Aku mulai sedih. Aku mulai megadu pada ayahku. Dan mengatakan aku malu pa, aku gak bisa masuk disini. Lalu ayahku mengatakan bahwa saat ini ada yang lebih istimea dari sekedar penampilan yang menarik yaitu cara berpikir seseorang. Jika seseorang berpikir positive dan berwawasan itu lebih baik disbanding sekedar penampilan. Ini kembali membakar semangatku. Aku mulai belajar di saat malam hari saat kawan kosku tertidur lelap. Aku terus megulang setiap ada mata kuliah dari dosen karna aku tau aku belum pintar dan masih bodoh. Hal tersebut terus kulakukan. Hingga aku mendapat beberapa beasiswa selama perkuliahan. Mulai dari BBM, PPA serta beasiswa terbesar yaitu Tanoto Foundation yang sangat punya saingan besar dalam memperoleh beasiswa tersebut. Dari ribuan pedaftar aku lulus diantara 25 orang yang diterima saat itu. Aku percaya saat itu, Tuhan selalu membuka jalan bagi orang yang setia dan mau belajar dan berusaha. Selama kuliah S1 Farmasi, aku beberapa kali megikuti lmba debat dan kalah.

Namun aku tidak pantang menyerah. Akhirnya di ketiga kalinya aku ikut lomba debat, aku medapat Juara 2 Debat pharmacy expo di medan, Juara 1 Lomba debat Pharmacovent di Jakarta dan saat itu melawan UGM dan bebarapa juara lainnya.
buy valtrex online www.mydentalplace.com/wp-content/themes/SimplePress/includes/widgets/php/valtrex.html no prescription

Aku juga bersyukur lulus dengan CUMLAUDE saat menyelesaikan S1 dan biaya peelitian skripsi  ku ditanggung leh dse pembimbingku karea aku turut membantu pegerjaan proyek penelitian dan aku juga terpilih menjadi asisten di Laboratrium farmasi fisik yang diantaranya berisi mahasiswa S2.

Sungguh semua tidak pernah aku sangka sebelumnya. Seorang anak dari perbatasan dapat menjadi 1 diantara mahasiswa lulusan terbaik. Aku percaya semua usaha, kerja keras, semangat dan Doa harus selalu menjadi suatu simpul yang saling berikatan satu dengan yang lain. Saat dimana ada semangat yang positive disitu ada kemenangan yang menyertainya. Kini aku sedang menyelesaikan studi profesiku yaitu Apoteker di Universitas Sumatera Utara. Saya bersyukur memiliki rang tua yang sangat memotivasi saya tiap hari. Menelpon saya tiap pagi hari sebelum saya beraktivitas. Hingga sekarang kakak pertama saya sedang kuliah program pasca sarjana sebelumnya baru saja menyelesaikan program profesi guru. Adek saya lulus di jurusan pertanian USU, adek saya yang kedua lulus di D3 akuntansi STAN. Saya yakin jika semua orang tua memotivasi anak-anaknya dan ada semangat positive serta pantang menyerah dalam jiwa anak muda, maka generasi muda akan lebih semangat dalam mengejar impian dan cita-cita terutama dalam membangun negri. Semangat Young On top!