“DO WHAT YOU LOVE” OR “LOVE WHAT YOU DO”?

Passionku bukan disini nih…

Pasti teman-teman sudah sering kan mendengar kalimat di atas, khususnya kata passion yang
tentunya sudah tidak asing ditelinga para millennial dan Gen Z. Passion merupakan sesuatu yang
kita cintai yang dapat kita lakukan terus-menerus meski harus dilakukan secara sukarela. Passion
tidak memiliki keterkaitan dengan ambisi, cita-cita, target, atau goal yang selalu ingin dicapai.
Passion penting karena ketika kita melakukan sesuatu yang kita suka maka kita tidak merasakan
adanya beban saat menghadapi rintangan, sehingga kita tidak mudah menyerah.
Sebagian besar dari kita mungkin akan berpikir bahwa “do what you love” adalah hal yang
paling ideal dan rasanya sangat menyenangkan ketika kita mengerjakan sebuah pekerjaan atau
menjalani sebuah karir yang betul-betul sesuai dengan yang kita inginkan dan pas sekali dengan
passion kita juga.
Bagaimana jika pekerjaan tersebut belum sesuai atau tidak sesuai dengan apa yang kita
inginkan? Nah, disinilah “love what you do” berlaku.
Dalam “love what you do,” pekerjaan yang mungkin belum terlalu sesuai dengan apa yang
kita inginkan dapat kita sikapi dengan mulai mencintai pekerjaan tersebut. Ketika kita mulai
mencintai pekerjaan maka kita dapat mencari hal yang terbaik dan merasakan manfaat dari
pekerjaan tersebut untuk memacu kita dalam mengembangkan diri. Ujung-ujungnya rasa cinta
terhadap apa yang kita lakukan akan tumbuh. Pada akhirnya “do what you love” kembali kita
rasakan.
Jadi sekarang pilihannya ada pada kita. “Do What You Love” or “Love What You Do”?

The only way to do a great job, is to do what you love. To do your passion.”

 

Oleh: Rai Janaki Maharani