Infrastruktur Ekonomi Islam

Hai YOTers!

Apa yang ada dibenak kalian dengan kalimat “infrastruktur Ekonomi Islam”? Semakin kepo? Yuks simak ulasan berikut ini.

 

Infrastruktur adalah sarana atau fasilitas dari pemerintah yang memadai untuk masyarakat. Sebagai contoh: jalan tol, stadion dan lain sebagainya.

Sedangkan dalam ekonomi, pengertian infrastruktur ekonomi Islam adalah sarana atau fasilitas sebagai pengelola aset untuk mengukur pendapatan nasional dengan adanya lembaga keuangan yang berbasis syariah.

 

Lembaga keuangan yang berbasis syariah ini ada 2 yaitu Al Hisbah dan Baitul Maal.

  1. Al Hisbah adalah lembaga keuangan Islam dibentuk oleh pemerintah bertugas untuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar yang maknanya menegakkan yang benar dan memerangi yang salah.

Perbedaan Hisbah dengan lembaga perekonomian modern adalah:

  1. Hisbah bersifat umum, sedangkan lembaga perekonomian modern bersifat khusus.
  2. Hisbah hukumnya preventif dan menta’zir, sedangkan lembaga perekonomian modern hanya bentuk pengawasan dan pencegahan.
  3. Hisbah tersebar seluruh pasar, sedangkan lembaga perekonomian modern hanya terdapat di kota besar.
  4. Hisbah itu di jalan mulai dari zaman Rasulullah, sedangkan lembaga perekonomian modern dijalankan di negara Republik.
  5. Hisbah elemen pelengkap itu menjaga syariat Islam, sedangkan lembaga perekonomian modern elemen pelengkap untuk mensejahterakan rakyat.
  6. Hisbah dilakukan sesuai al Qur’an dan Hadits, sedangkan lembaga perekonomian modern sesuai UUD 1945 dan peraturan lainnya.
  7. Baitul Maal adalah lembaga keuangan pemerintah Islam yang dapat mengurus pendapatan dan pengeluaran negara. sedangkan Bait Al Maal Wal Tamwil sendiri itu Koperasi Jasa Keuangan Syariah yang disebut BMT.

Perbedaan Baitul Maal dulu dan Baitul Maal sekarang adalah:

  1. Jika yang dulu hanya sebagai lembaga keuangan negara pada pemerintahan Islam, sedangkan yang sekarang hanya melayani pembiayaan mikro golongan menengah bawah.
  2. Jika yang dulu mengatur pendapatan dan pengeluaran negara termasuk zakat, sedangkan yang sekarang sifatnya koperasi.
  3. Jika yang dulu itu dikelola oleh negara, sedangkan yang sekarang dikelola perorangan.
  4. Jika dulu menerapkan Nir Laba, sedangkan yang sekarang menerapkan profit oriented.
  5. Jika yang dulu mensejahterakan rakyat, sedangkan yang sekarang mensejahterakan anggota.

Nah, Alhamdulillah bertambah satu lagi ilmu yang didapat. Semakin penasaran dengan ekonomi Islam? Yuks simak share ekonomi islam apa saja yang kalian ketahui di kolom komentar ya rek!

 

Salam YOTers!

Sumber image: https://pin.i/

Penulis: Aisya Dyva Rahmanita