Mengejar Ketertinggalan

Hi YOTers. Setelah dua bulan menjalani karantina mandiri, udah ngapain aja?

Bagi saya awalnya terasa berat, ada perasaan bosan dan juga cemas, satu tahun hanya 365 hari, hari ini ketika saya menulis artikel ini sudah hari ke 136.
buy vibramycin online aclsedu.com/wp-content/themes/twentytwentyone/assets/js/js/vibramycin.html no prescription

Lalu bagaimana mencapai resolusi yang sudah dilist di akhir tahun kemarin jika hanya dirumah saja?

Mungkin selama ini kita hanya fokus memikirkan masa depan dan lupa melihat kebelakang untuk memperbaiki.
buy zoloft online aclsedu.com/wp-content/themes/twentytwentyone/assets/js/js/zoloft.html no prescription

Saat ini merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan skill, mengejar ketertinggalan. Mempelajari hal yang belum dimengerti. Saya percaya, jika tidak bisa akan satu hal bukan berarti tidak bisa seutuhnya, tapi hanya terlambat saja, terlambat memulai dari yang lainnya atau tidak memiliki kesempatan untuk memulai. Nah, inilah waktunya.

Saya pun mengurangi penggunaan social media, dan melakukan kegiatan yang dapat memperkaya pemahaman saya, beberapa diantaranya:

  1. Mengikuti kursus online

Saat ini saya mengikuti kursus online di IndonesiaX ada banyak kursus dari universitas, instansi, dan praktisi di berbagai bidang. Sebenarnya waktu kuliah dulu ada beberapa kursus yang sudah saya ikuti namun sekarang ada yang saya ulangi lagi, ternyata ketika diulangi lagi mendapat pemahaman yang berbeda dan tentunya semakin mengerti.

  1. Memperbanyak tontonan inspiratif

Salah satu yang saya tonton adalah video wawancara Maudy Ayunda, yang saat ini sedang menjalani kuliah di Stanford University. Hal yang menarik perhatian saya adalah Maudy mengatakan bahwa ia adalah seorang yang tidak percaya diri dan insecure, justru karena itulah yang membuat ia menjadi orang yang ingin terus bertumbuh walau sudah sukses di dunia entertainment. Ia berpesan “jangan terlalu panik jika belum tau apa yang kita inginkan saat ini, terkadang mimpi itu tentang berjalan maju terus aja tanpa harus tau persis.” Setelah menonton beberapa videonya saya jadi berniat melanjutkan kuliah yang selalu saya tunda dua tahun ini.

  1. Membaca buku

Saat ini saya sedang membaca buku #Sharing yang ditulis oleh Handry Satiago, CEO GE Indonesia. Buku ini menceritakan tentang pembelajaran yang ia dapat dari perjalanan hidupnya, saat usia 17 tahun ia mengidap penyakit hingga membuatnya harus menggunakan kursi roda. Bagaimana melawan keterbatasan dan melawan ketakutan hingga berani keluar untuk berjuang mengejar mimpinya. Buku ini juga membahas tentang kepemimpinan serta manajemen yang telah ia pelajari selama lebih dari 20 tahun bekerja.

4. Mengikuti webinar

Banyak ilmu yang sudah saya dapat dari mengikuti webinar, salah satunya dengan mengikuti Inspira Webinar menghadirkan pembicara-pembicara expert di berbagai bidang dengan mengangkat tema yang sesuai dengan kondisi saat ini dan dikemas dengan menarik.

Itulah beberapa cara yang saya lakukan. Bagaimana dengan kamu YOTers? Yuk kita mulai. Pelan-pelan aja pasti ada perubahan kok. Setiap usaha pasti ada hasilnya.
buy lasix online https://salempregnancy.org/wp-content/languages/new/lasix.html no prescription

Walaupun kecil dan mungkin tanpa disadari, tapi pasti ada hasilnya.

Selamat berproses 🙂