Novel-novel Mengaduk Emosi yang Bisa Kamu Baca di Waktu Senggang

Membaca novel merupakan suatu kebiasaan yang menyenangkan, terutama bagi mereka yang sangat menikmati kegiatan yang satu ini. Dengan membaca, mereka seolah dibawa berkelana ke dunia yang diciptakan para penulis.

Sebuah novel tentu tidak dapat dikatakan berhasil apabila cerita yang disajikan di dalamnya tak berhasil mengaduk-ngaduk emosi pembaca. Sebuah cerita yang bagus, harus bisa membuat pembaca merasakan kehidupan dalam cerita itu, sedih, bahagia, marah, takut, bahkan emosi-emosi lain yang tergambar di dalam ceritanya mampu dirasakan oleh pembaca di dunia nyata.

Berikut adalah beberapa Novel yang dapat mengaduk-aduk perasaan pembaca, yang mungkin bisa menjadi bacaan kamu di waktu senggang.

 

Laut Bercerita – Leila S. Chudori

Siapa yang tak tahu dengan cerita yang satu ini, khusunya para pecinta novel. Laut Bercerita mengambil setting di masa-masa akhir Orde Baru. Bercerita tentang sosok pemuda bernama Biru Laut dan perjuangannya untuk bertemu dengan Indonesia yang baru.

Dalam cerita ini sang penulis berhasil menyampaikan emosi-emosi yang ada dalam cerita. Lewat gaya bahasanya yang mendetil, seperti menjelaskan bagaimana sebuah Gulai Tengkleng dibuat, menjadikan Novel Laut Bercerita ini terasa hidup.

 

Cantik Itu Luka – Eka Kurniawan

Bagi kamu yang menyukai Novel dengan cerita tak biasa, kamu bisa membaca novel berjudul Cantik Itu Luka oleh Eka Kurniawan. Bersetting pada masa Kolonial Belanda, Kolonial Jepang, sampai Orde Baru, Novel ini menyajikan cerita yang membuat pembaca tercengang-cengang.

Sesuai dengam judulnya, “Cantik Itu Luka”, cerita ini memberikan sebuah gambaran bahwa menjadi cantik tak selamanya mendatangkan kesenangan. Sebaliknya, kecantikan dalam cerita ini justru menjadi dasar dari segala kemalangan.

Saran saja, kamu harus benar-benar fokus dalam mebaca cerita yang satu ini. Selain karena cerita diambil dari sudut pandang orang yang berbeda-beda, alur yang maju mundur membuat cerita ini membingungkan. Namun, justru itulah yang membuat cerita ini unik, dan asik.

 

Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam – Dian Purnomo

Untuk kamu yang percaya pada kesetaraan gender, untuk kamu yang memiliki jiwa independent, khususnya wanita, dan memiliki temperamen yang sedikit mengkhawatirkan, membaca buku ini adalah sebuah cara memancing emosi diri sendiri.

Sebuah cerita yang mengisahkan tentang budaya kawin tangkap di Sumba. Magi Dieala, seorang gadis Sumba yang bercita-cita untuk membantu sektor pertanian di daerahnya justru menjadi korban adat kawin tangkap sukunya sendiri.

Cerita yang mampu membuat kepala pembacanya ikut mendidih dengan perjuangan Magi menuntuk keadilan dan kebebasan dari adat yang menjeratnya.

 

Housemate – Annisa Lim (97NISAIURS)

Novel ini merupakan adaptasi dari Alternative Universe (AU) twitter dengan lebih dari 30 ribu retweet dan lebih dari 50 ribu like . Sebuah novel yang menceritakan kehidupan mahasiswa yang tinggal dalam satu rumah kos. Ceritanya yang mengangkat kehidupan mahasiswa secara nyata, tentang mereka yang berada di balik jabatan-jabatan besar BEM yang membantu dalam mengurus tuntutan-tuntutan mahasiwa , tentang mereka para aktivis-aktivis kampus yang tak akan tinggal diam melihat sesuatu yang sekiranya tak benar di lingkungan kampus.

Cerita ini tak hanya menyajikan kisah tentang kehidupan para pelaku organisasi dalam kampus tersebut, tapi juga dibalut politik kampus yang membuat pembaca ikut geram. Selain itu, bumbu romansa yang ada di dalamnya tentu menjadikan novel ini terasa lengkap.

 

Penulis : Ismi Nur Wulandari